by

DPM-PTSP dan Pol PP Sidak PT Setiamas Coco Indonesia

= 2176

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Dinas Penanaman Modal & Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) bersama Satpol PP Kabupaten Tanjab Barat melakukan sidak ke PT Setiamas Coco Indonesia yang beroperasi di Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Rabu (17/01/18).

Sidak dilakukan terkait adanya laporan masyarakat jika PT Setiamas Coco Indonesia (PT SCI) dalam praktik usahanya menyalahi aturan perizinan yang dimiliki.

Sidak dipimpin Kadis PM-PTSP H. Yan Ery, S.Pt, Kasat POL PP Syamsul Juhari, S.Sos, Camat Bram Itam Hendri Ponda, S.STP, MH, Kabid Penanaman Modal serta Kabid Pengaduan DPM-PTSP Kabupaten Tanjab Barat.

Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tanjab Barat, H. Yan Ery, S.Pt mengatakan hal itu.

“Kita sidak bersama Pol PP menindaklanjuti adanya laporan masyarakat jika usahanya PT SCI menyalahi aturan perizinan dalam operasional,” ujar Yan Ery, Jum’at (19/01/18).

BACA JUGA : Koperindag Bakal Bubarkan 124 Koperasi Fiktif

Yan Ery menjelaskan, bahwa izin yang dimiliki PT Setiamas Coco Indonesia adalah pengolahan pinang dan kopi. Dan bukan pengolahan sabut kelapa seperti yang ada saat ini.

Hasil investigasi sidak tim mendapati benar bahwa PT SCI saat ini bergerak dalam pengolahan sabut kelapa menjadi tali dan yang lainnya. Dan ini pun dibenarkan oleh Perwakilan Pimpinan PT SCI sdr Lukas dan karyawan yang ada saat sidak.

“Sebenarnya PT. Setiamas Coco Indonesia ini sudah beberapa kali diberikan teguran untuk tidak melanggar perizinan yang diberikan. Namun sampai saat ini masih tidak mengindahkan,” beber Yan Ery.

Menurut Yan Ery, kehadiran investor di Kabupaten Tanjab Barat sangat besar manfaatnya untuk menunjang pembangunan daerah disamping meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang ada di sekitar perusahaan.

“Akan tetapi persahaan juga mempnyai kewajiban untuk mentaatai peraturan yang berlaku serta izin usaha yang diberikan,” tegasnya.

Dirinya berharap setelah diberikan pembinaan dan peringatan hari ini, pihak PT SCI melaksanakan segala ketentuan yang ada dan menghentikan usaha yang melanggar izin.

“Jika apabila dikemudian hari masih melakukan usaha kegiatan (olah sabut red). Pol PP akan melakkan tidakan tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tandasnya.

Editor : Tim RedaksiĀ