by

Dranny Menangis Dengar Putusan Mati PN Kuala Tungkal

= 7672

FOTO : Keempat Terdakwa Penyalahguunaan Narkoba Diponis Berbeda oleh Ketua Pengadilan Negeri Achmad Peten Sili, SH, MH, Kamis (19/10/17)

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Dranny Putrawira salah satu dari 4 tedakwa kasus narkoba 8,5 Kg langsung menangis ketika mendengar hakim ketua menjatuhkan vonis mati terhadap dirinya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, Kamis (19/10/17)

Sidang dengan agenda pembacaan putusan dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Achmad Peten Sili, SH, MH serta hakim anggota Deni Hendra S.T.P, SH, MH dan Feri Deliyansah, SH.

Sidang yang dimulai pada pukul 13.00 tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Terlihat hanya ada satu anggota keluarga yang hadir pada persidangan tersebut yakni istri dari Erwin Sahrudin.

Sedangkan sidang itu sendiri dipisahkan berdasarkan Putusan Nomor 60/Pid.Sus/2017/PN.KLt dan Nomor 61/Pid.Sus/2017/PN.KLt.

Pada putusan No.61/Pid.Sus/2017/PN.KLt dengan dua terdakwa yakni Dranny Putrawira (30) dengan Feri Sarah Rahyan Als Fika. Dimana dalam putusannya, Hakim Ketua Achmad Peten Sili SH MH menjatuhkan “VONIS MATI” terhadap Dranny Putrawira.

Sedangkan terhadap terdakwa Fery Sarah Rahyan als Fika dijatuhkan vonis Pidana 15 tahun dengan denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana kepada terpidana satu Dranny Putrawira als Puput dengan pidana mati. Dan Menjatuhkan putusan kepada Feri Sarah Rahyan als Fika dengan pidana 15 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar. Dengan ketentuan bila denda tidak dibayar akan diganti dengan penjara selama enam bulan,” putus hakim Ketua Achmad Petensili, Kamis (19/10/17).

Mendengar putusan majelis hakim, Drannu Putrawira langsung menangis. Dirinya yang semula duduk tenang di kursi pesakitan pun menjadi gelisah. Bahkan beberapa kali dirinya menunduk menutup wajahnya atau memegang kepalanya. Sesekali terdengar suara isak tangis dirinya.

Sedangkan Fika terlihat lebih tenang dan tetap diam di tempat duduknya. Bahkan tidak terlihat gelisah ketika hakim memvonis dirinya dengan putusan 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Usai memvonis dua terpidana pada Putusan No 61/Pid.Sus/2017/PN.KLt, sidang dilanjutkan dengan agenda sidang putusan kedua yakni sidang putusan No.60/Pid.Sus/2017/PN.KLt dengan dua terpidana yakni Heri Kushartanto dan Erwin Sahrudin. Terhadap kedua terpidana ini, majelis hakim menjatuhkan hukuman selama 12 tahun pidana terhadap keduanya.

“Kedua terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana. Menjatuhkan tindak pidana dengan terdakwa satu Heri Kushartanto dan terdakwa dua Erwin Sahrudin, oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 12 tahun. Dan denda masing-masing Rp 10 miliar. Dengan ketentuan bila denda tidak dibayar akan diganti kurungan selama 6 bulan,” putus Hakim Ketua.

Berdasarkan fakta-fakta yang diungkap dipersidangan bahwa Dranny Putrawira terbukti melanggar dakwaan pasal 132 ayat 1 jo 114 ayat 2 UU 35 tahun 2009. Dimana, dirinya terbukti melakukan pemufakatan jahat tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli narkotika gol 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gr.

Selain itu, Dranny Putrawira juga terbukti sebagai pelaku utama. Dan terungkap bahwa dirinya sudah dua kali menjadi kurir narkoba dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, Dranny pun membawa air sofgun. Bukan itu saja, hakim pun menilai bahwa selama persidangan terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

Sedangan terdakwa Fika membantah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan tidak merasa bersalah. Lalu pada dua terdakwa lainnya yakni Hery dan Erwin, hakim mengungkapkan bahwa setelah mengetahui kedua rekannya tertangkap ada upaya melarikan diri menggunakan mobil Avanza yang digunakan untuk menjemput kedua terdakwa lainnya yakni Dranny dan Fika. Namun berhasil dihentikan oleh aparat di jalur dua parit gompong.

Dranny sendiri seusai putusan hakim hanya menjawab jika dirinya akan melakukan banding. Setelah itu, dirinya tidak memberikan keterangan lain. Demikian pula terpidana Fika menyatakan banding.

Akan tetapi terpidana Heri Kushartanto berbeda sikap, dimana dihadapan majelis hakim dirinya langsung menyatakan tidak akan banding dan menerima keputusan tersebut.

“Saya menerima keputusan pak hakim,” ungkap Heri.

Meski demikian dalam putusan vonisnya. Akan tetapi, Achmad Peten Sili tetap memberikan waktu selama satu minggu kepada semua terpidana untuk memikirkan untuk melakukan upaya hukum lain atau menerima keputusan.

“Saya tetap berikan waktu untuk pikir-pikir. Siapa tau nanti kamu berubah pikiran. Saya berikan selama tujuh hari untuk memikirkan apakah menerima atau melakukan upaya hukum lain,” terang hakim ketua.

Usai sidang putusan, keempat terpidana langsung dibawa keluar dari ruang persidangan dan selanjutnya langsung dibawa ke Lapas II B Kuala Tungkal. (dn)

Editor : Tim Redaksi

Comments on Facebook

Berita Terbaru