Published On: Sun, Feb 12th, 2017

Infrastruktur Di Kampung Nelayan Butuh Perhatian Pemerintah

Share This
= 698
Jalan Jembatan Kayu Sepangan Lebih Kurang 50 Meter di lorong H. Ibrahim RT 09, Kampung Nelayan. Foto diambil Jum'at (10/2)

Jalan Jembatan Kayu Sepangan Lebih Kurang 50 Meter di lorong H. Ibrahim RT 09, Kampung Nelayan. Foto diambil Jum’at (10/2)

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Warga Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, mengelukan kondisi sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah lapuk dan rapuh mengancam keselamatan mereka. Karena sebagian besar jalan di wilayah itu menang berbentuk jembatan.

Ambok Dalek (42) mengatakan, tiang-tiang pondasi beberapa jembatan di RT 09 sudah lapuk berkarat, keropos dan rawan ambruk. Sehingga dibutuhkan perbaikan segera untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Demikian pula katanya, selaku warga Ia amat berharap, permintaan tersebut cepat di akomodir pemerintah, sehingga tidak berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat. Warga sekitar mengeluhkan keadaan jembatan yang rusak sudah lama, perbaikan demi perbaikan dilakukan swadaya masyarakat.

Ambok Dalek pun merasa selama ini Kampung Nelayan dapat dikategorikan menyandang kategori tertinggal lantaran kondisi infrastruktur yang buruk.

“Selama ini kami masuk kategori tertinggal. Seiring dengan program akan dijadikannya wilayah ini sebagai kampung percontohan dan kampung wisata kuliner bahari, semoga ini menjadi awal perubahan bagi kemajuan Kampung Nelayan,” ucap Ambok Dalek disambangi, Jum’at (10/2)

Sementara itu, Wakil Bupati H. Amir Sakib didampingi Asisten III Jeter Simamora, saat meninjau lokasi meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang yang dihadir Kabit Cipta Karya, Ria Sukrianto, untuk segera diupayakan perbaikan darurat sejumlah jalan jembatan yang terputus menjelang untuk dibangun kembali jembatan tersebut.

Dari aspek ketersediaan pelayanan publik terutama infrastruktur jalan dan jembatan, Kampung Nelayan masih sangat ketinggalan. Karena berada diatas sungai atau bibir sungai sebagian besar ruas jalan berbentuk jembatan beton dan kayu, selebihnya jalan tanah atau jalan beraspal tapi sebagian besar dalam kondisi rusak baik akibat tergerus erosi pasang surut. Sungguh dalam kondisi memprihatinkan.

Di salah satu conoth jalan jembatan kayu sepangan lebih kurang 50 meter di lorong H. Ibrahim RT 09, kondisinya sangat memperhatinkan. Bahkan dapat dikatakan tak layak. Demikian juga deberapa jalan kayu penghubung antara jalan induk. Kondisi seperti ini mengancam keselamatan terlebih bagi anak-anak yang tinggal di wilayah tersebut.

Selanjtnya jembatan/jalan Bawal yang dibangun pada 10 Juli 2000 silam, kondisinya juga lapuk dan keropos, dimana semen dan behelnya berkarat dan sudah banyak yang sempal, setidaknya ada 3 ruas yang jebol bahkan memutus jalan tersebut mencapai 3 meteran.

Editor : Tim Redaksi

JEMBATAN LINGKUNGAN G

JEMBATAN LINGKUNGAN F

KAMPUNG NELAYAN A

JEMBATAN LINGKUNGAN C

 

About the Author

-

Comments on Facebook

Skip to toolbar