by

Jalan Alternatif Pembangunan Jembatan Di Perbatasan Dikeluhkan

= 153

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Jalan alternatif Pembangunan jembatan Perbatasan antara Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur di ruas jalan Kuala Tungkal-Jambi di Desa Simpang Abadi Kecamatan Betara mulai dikeluhkan. Sebab pekerjaan yang sudah dimulai hampir lima bulan tersebut dinilai lamban.

Akibat lambannya pengerjaan itu. Warga merasa aktivitasnya terhampat, karena jalan alternatif yang dibuat pihak pekerja hanya tanah kuning, akibat musim hujan seperti saat jalan menjadi becek dan licin sehingga menghawatirkan bagi para sopir dan pengguna jalan.

Selain sering membuat pengguna jalan terjatuh, hususnya pengguna sepeda Motor, mobil bermuatan berat juga sering terlihat kualahan melewati jalan alternatif yang sedikit mendaki.

Iwin, salah satu Supir truk yang biasa menyuplai bahan sembako dan manisan dari Jambi ke Tungkal mengeluhkan kondisi jalan alternatif. Apa lagi saat hujan melanda, kondisi badan jalan yang hanya ditimmbun tanah kuning membuat jalan licin dan berlumpur.

“Banyak mobil mundur lagi karna slip akibat jalan licin, bukan masalah muatan, karna ban mobil tak berpungsing dengan baik. Dan banyak juga terjadi antrian kalau sudah hari hujan. Wajar mobil takut karna akibatnya bisa merugikan berbagai pihak, terutama kami sebagai sopir, waktu, minyak dan waktu pengiriman juga terhambat,” keluhnya Minggu (14/10/18)‎.

Ia juga mengaku, sejak mulai dibangunnya jembatan perbatasan, ia dan rekan-rekanya selalu memilih hari untuk melakukan aktifitas pengantaran barang.

Tak ayal, para distributor dan konsumen di Kota Kuala Tungkal sering mengeluh akibat keterlambatan pengiriman barang.

“Mau tak mau, dari pada terjadi apa-apa di jalan kita juga yang rugi, itu masih untung ada jalan lintas melingkar lewat dalam,” timpanya.

Ia berharap baik pemerintah maupun pihak terkait untuk tidak menyepelekan kondisi ini, soalnya, selain dapat menghambat aktivitas, kondisi ini juga dapat membahayakan jiwa pengendara atau pengguna jalan.

“Setidaknya timbunan tanah dicampur batu lah, biar tidak licin kayak ini. Kasian pengguna jalan lain, kalau sempat terbalik atau tergelincir ke rawa siapa juga yang rugi. Ini harus diperhatikan pemerintah,” harapnya.

Ia pun menilai pembangunan infrastruktur di jalan nasional penghubung dua daratan Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur tersebut lamban.

Sayangnya tak satupun pihak yang bertanggung jawab bisa dimintai keterangan terkairt keluhan penguna jalan.

Editor : Tim Redaksi