by

Kasat Pol PP, Lokalisasi Tenda Biru Sudah Tutup

= 600

LINTASTUNGKAL.COM, TEBING TINGGI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tanjab Barat Syamsul Juhari, S.Sos memastikan tidak ada aktifitas lokalisasi Tenda Biru di Tebing Tinggi sejak penutupan oleh pihak Kecamatan Tebing Tinggi pada 15 Mei 2018 lalu.

Bahkan kata dia jauh hari sekitar dua bulan sebelumnya sebagian mereka sudah tutup dan tidak beroperasi lagi. Sebagian pengelola kafen karaoke dan pekerjanya ada yang pulang kampung.

“Hasil monitoring kita kemarin malam Selasa (15/05/18)malam sudah tidak ada aktifitas tenda biru seperti sebelumnya, mereka sudah tutup semua,” terang Syamsul Juhari, disela menghadiri acara Festival Arakan Sahur, Rabu malam (15/05/18)

Dari monitoring kemarin dibeberkan Kasat Pol PP, beberapa kafe-kafe yang telah tutup tersebu diantaranya kafe milik Reka, Atun, Mancek pemilik 2 buah kafe, Fitri, Izal, Midi, Tobong dan Ela.

“Jadi dipastikan selama ramadhan tidak ada aktifitas remang-remang disana. Para PSK juga sudah mulai pulang ke kampung halamannya,” kata Syamsul.

Kita juga apresiasi dengan pihak kecamatan Tebing Tinggi dan kepolisian khususnys Subsektor Tebing Tinggi Polsek Tungkal Ulu Polres Tanjab Barat yang sering memantau dan memberikan himbauan untuk menutuf aktifitas terlarang tersebut.

“Info dari warga sekitar dari pihak kepolisian setempat Ipda Pol Jatmiko (Kasub sektor Tebing Tinggi) sejak bertugas disana sering memantau dan menghimbau pemilik kafe utk menutup dengan kesadaran sendiri tidak perlu dipaksa oleh aparat pemerintah dan warga setempat,” beber Kasat.

Ditambahkan Syamsul Juhari tujuan dilakukan monitoring selain memastikan tidak ada lagi kafe buka selama bulan puasa ramadan 1439 H. Pihaknya juga menyampaikan himbau Bupati selama bulan puasa Ramadan 1439 H agar warga mengetahui dan mematuhi himbauan tesebut

“Sehingga diharapkan terciptanya situasi yang kondusf, aman dan nyaman di wilayah tesebut,” tukasnya.

Sebelumnya, Camat Tebing Tinggi Muhammad Ardiansyah, SE menegaskan bahwa penutupan Tenda Biru bersifat permanen.

“Penutupan tidak hanya selama ramadhan tetapi selamanya,” tegas Adriansyah, Selasa.

Ia mengungkapkan selain ilegal selama ini kontribusi yang diberikan usaha Tenda Biru terhadap juga tidak ada kontribusinya bagi daerah. Justru sebaliknya merugikan daerah dan mada depan generasi sekitar.

Editor : Tim Redaksi

Print Friendly, PDF & Email