Published On: Sun, Jan 29th, 2017

Kopi Leberica Di Betara Terancam Musnah

= 1125
Lokasi Kebun Kopi Liberika Tungkal Komposit di Kecamatan Betara

Lokasi Kebun Kopi Liberika Tungkal Komposit di Kecamatan Betara

LINTASTUNGKAL.COM, BETARA – Puluhan hektar tanaman Komoditi kopi Leberica Tungkal Komposit yang menjadi produk andalan Ekspor Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujua DI Kecamatan Betara ini nampaknya terancam punah. Pasalnya, akibat luapan Sungai Pengabuhan, tanaman kopi mulai mengering dan mati.

BACA JUGA : 60 Persen Tanaman Kopi Di Tiga Desa Kecamatan Betara Mati

Hal ini membuat Angota Dewan DPRD Tanjab Barat namppak beraang. Bahkan secara khusus Komisi II DPRD melakukan Sidak di beberapa lokasi matinya ratusan batang tanaman kopi yang sempat membuat para petani hawatir.

BACA JUGA : Kebuh Terendam, Warga Tiga Desa Kecamatan Betara Ngadu Kedewan

Ketua Komisi II DPRD Dedi Hadi, SH mengaku, hasil tinjauannya di Kecamatan Betara jelas ditemukan banyak tanamanan kopi di perkebunan kopi mulai menguning bahkan nyaris mati. Kondisi ini, menurutnya akibat luapan anak Sungai Pengabuhan.

BACA JUGA : Disbun Belum Bisa Pastikan, Penyebab Matinya Tanaman Kopi di Betara

“Berkat laporan warga sekitar dan para petani, kematian lebih diakibatkan luapan air Dari Sungai Pengabuhan,” tegasnya.

Dipaparkanya, pihaknya juga akan segera mengusulkan ke Pimpinan DPRD untuk membentuk Pansus demi mencari tau penyebab meluapnya air sungai ke kebun warga. Sebab diketahui, kejadian ini terjadi sejak 2016 akhir.

BACA JUGA : Bupati Perintahkan PU Cek Tanggul dan Kanal Perusahaan

“Kita akan cari tau lebih dalam, apakah akibat tanggul, apakah kondisi alam, atau ada kelalainyan pihak tertentu. Kita akan bentuk Pansus untuk mencari tau,” tegasnya.

Sementara salah satu petani kopi di wilaya itu mengeluhkan matinya ribuan batang tanaman kopi miliknya. Bahkan ia mengaku merugi ratusan juta akibat musibah ini. Dihadapan angota Dewean ia dan petani lainnya berharap musibah ini dapat segara diatasi oleh Pemkab Tanjab Barat.

BACA JUGA : DEWAN : WKS Harus Kembalikan Sungai Alam

“Sejak puluhan tahun silam, banjir yang merendam kebun kami memang baru pertama terjadi, tapi akibatnya hampir ratusan hektar kebun kopi di sekitar sini nyaris mati. Peristiwa ini terjadi sejak adanya proyek normalisasi  tanggul di anak sungai pengabuhan tahun 2016 lalu,” keluhnya diamini warga lain.

Ia menambahkan, bukan hanya tanaman kopi, pinang dan jenis tanaman lain juga mulai menguning akibat luapan banjir yang berlangsung beberapa hari itu.

“Banjirnya akhir tahun kemarin tapi imbasnya tanaman mati semua, kalau semua mati kami mau kerja apa,” tukasnya. (her)

Editor : Tim Redakasi

VIDEO LIPSUS KOPI LIBTUKOM 2 LT

VIDEO LIPSUS KOPI LIBTUKOM 3 LT

About the Author

-

Comments on Facebook

Skip to toolbar