Published On: Sat, Sep 23rd, 2017

MUI Ingatkan Bahaya Laten PKI dan Fitnah Ujaran Kebencian Di Medsos

= 319

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tanjung Jabung Barat KH. Abdul Halim, SH

KUALA TUNGKAL, KUALA TUNGKAL – Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tanjung Jabung Barat KH. Abdul Halim, SH, menyebutkan bahwa 1 Muharram 1439 H, merupakan awal tahun dalam kalender Islam. Muharram menurut beliau merupakan salah satu bulan yang dihormati selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Rajab bulan Mudhar.

Sebuah pelajaran terbesar dari Allah SWT, 1 Muharam tahun ini adalah bahwa Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) secara menyeluruh.

BACA JUGA : Polres Tanjabbar Jajaran Ikut dan Amankan Tabligh Akbar Tahun Baru Islam

Mulai dari keimanan kita, keislaman kita, ibadah kita, akhlak kita, pergaulan kita, ilmu kita, kewajiban kita, tanggung jawab kita, manajemen waktu kita, gaya hidup kita, shadaqah kita, perhatian kita terhadap aqidah anak-anak kita, hingga kontribusi kita bagi perjuangan menegakkan kalimah Allah, dalam dakwah, tarbiyah dan jihad fi sabililah.

“Untuk itu marilah kita terus tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah dengan senantiasa istiqamah melaksanakan segala perintah Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharrah 1439 H di Masjid Agung Al-Istiqamah, Jum’at (22/9/17).

Karena kata beliau, sesungguhnya dengan muhasabah atau evaluasi itulah menjadi kunci utama dalam kehidupan kita untuk menyongsong tahun yang akan datang dengan lebih baik lagi dalam ridha Allah. Dengan muhasabah itu pula, kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan kita pada waktu yang lalu, perbaikan hari ini dan persiapan serta perencanaan waktu yang akan datang.

“Dengan muhasabah inilah kita dapat mengetahui hakikat dan persoalan diri kita secara pasti di hadapan Allah, amal apa yang sudah kita lakukan seiring bertambahnya kapasitas rezki yang Allah karuniakan kepada kita sebagai bekal menuju perjalanan hari esok, akhirat, yang amat panjang dan pasti,” jelasnya.

BACA JUGA : Ratusan Umat Muslim Kuala Tungkal Ikuti Tabligh Akbar Bersama Ustadz Subki Al Bughury

Kemudian beliau juga menyampaikan tantangan umat Islam saat ini semakin berat. Salah satunya maraknya pemanfaatan media sosial secara negatif di Tanah Air. Penyebaran fitnah dan berita Hoax dan ujaran kebencian. Fitnah tersebut lanjut beliau, perupa penyebar ujaran kebencian atau hate speech dan hoax atau yang lebih dikenal dengan saracen yang sengaja dibuat untuk menyerang suatu kelompok tertentu.

“Media sosial saat ini sudah mengarah ke kebencian, bernuansa SARA, suku, ras dan antar golongan hingga antar pribadi, sehingga dapat menimbulkan bahaya bagi umat,” kata Ustadz Halim dalam acara yang hadiri Wakil Bupati H. Amir Sakib dan Wakapolres KOMPOL Hendri Batubara serta ratusan umat islam tersebut.

Ia juga menyebut bahwa bulan Muharram ini menjadi momemtun tepat untuk intropeksi menggunakan medsos secara wajar.

Terkait kebangkitan isu PKI, Ketua STAI An-Nadwah Kuala Tungkal itu menyebutkan, sampai hari ini ancaman komunis bagi negara masih sangat kuat. Ia mengingatkan agar umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia tidak lengah dengan makar komunis. Sebab, jika komunis memiliki kesempatan maka umat Islam bisa disingkirkan dan negara bisa hancur.

Dia juga menyebut, saat ini banyak kelompok-kelompok yang menggelar even-even sebagai propaganda untuk kembali menghidupkan komunisme di Indonesia. “Inilah yag harus diwaspadi bersama,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri Ustaz H. M. Subki Al Bughury, S.Sos.i  dari Jakarta, Wakil Bupati Drs. H. Amir Sakib, Wakapolres KOMPOL Hendri Batubara mewakili Kapolres Tanjabbar AKBP ADG Sinaga, S.IK, Kasdim 0419/Tanjab Mayor Inf Firdaus, Sekdakab Drs. H. Ambok Tuo, MM, Kapolsek Tungkal Ilir IPTU Sumarno Berutu, SH serta yang jumlahnya lebih urang mencapai seribu orang.

Editor : Tim Redaksi

 

About the Author

-

Comments on Facebook

Skip to toolbar