by

Pemkab Tanjab Barat Gelar Apel Siaga Bencana Banjir 2017

= 1181

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Pemkab Tanjab Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Gelar Apel Pasukan dan Peralatan Siaga Bencana Banjir 2017 di Alun-alun kota Kuala Tungkal, Kamis (28/12/17).

Apel besar ini dipimpin Bupati Tanjab Barat DR. Ir. H. Safrial, MS selaku inspektur upacara. Sementara Kabag Ops Polres Tanjabbar KOMPOL Ronal P. Nainggolan bertindak sebagai Perwira Upacara dan Pasiopsdim 0419/Tanjab Kapten Inf Adil Tarigan selaku Komandan Upacara.

Turut hadiri dalam gelar apel Wakil Bupati Drs. H. Amir Sakib, Dandim 0419/Tanjab Letkol Arh Hary Sassono Utomo, SH, Kapolres Tanjab Barat AKBP A.D.G Sinaga, S.IK.

Selain itu hadir juga Sekretaris Daerah Drs. H. Ambok Tuo, MM selaku Kepala BPDB Tanjab Barat, Perwakilan Kepala Basarnas Jambi, Kalaksa BPDB Tanjab Barat Ir. H. Erwin, Kadis Sosial Drs. H. Syarifuddin, MM, Kasat Pol PP Syamsul Juhari, S.Sos, Kadis Pemadam Iswardi, SE, kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Tanjab Barat dan perwakilan pimpinan perusahaan dan organisasi/relawan pendukung.

Dalam sambutannya Bupati H. Safrial menginginkan dengan apel siaga ini dapat meningkatkan kesiagaan dan koordinasi terhadap kemungkinan bencana yang terjadi, seiring tingginya curah hujan yang tinggi. Ini kata Bupati dapat berpotensi menimbulkan ancaman seperti bencana banjir, longsor dan angin puting beliung di wilayah Kabupaten Tanjab Barat.

“Melalui sinergi instansi terkait, diharapkan bilasaja terjadi bencana dapat diantisipasi dengan kesiagaan terpadu tersebut,” ujar Bupati.

Melalui apel ini pula kita semua berupaya meminimalisir dampak bencana/mitigasi bencana, khususnya daerah rawan bencana. Elemen yang ada harus selalu siaga. BPBD harus siap, sigap dan cepat apabila terjadi bencana, timpalnya.

Berdasarkan Road Map pemetaan rawan bencana dari Pusdatin BPBD Tanjab Barat menyebutkan ada sejumlah wilayah memiliki potensi rawan banjir dan lonsor di beberapa kecamatan wilayah Ulu. Seperti Kecamatan Merlung, Muara Papalik, Batang Asam dan Tungkal Ulu.

Menurut Kalaksa BPBD Ir. H. Erwin, ada sekitar 16 desa rawan banjir yang tersebar di 5 kecamatan tersebut yang perlu diwaspadai. Ini belum untuk Kecamatan Kuala Betara, Pengabuan dan Tungkal Ilir,” terang Erwin.

Lanjutnya, daerah lain yang juga menjadi perhatian adalah Kecamatan Betara yang kerap menjadi langganan banjir seperti Desa Mandala Jaya, Desa Serdang Jaya, Desa Mntialo, Pematang Lumut dan Terjun Jaya.

Sedangkan bencana puting beliung terang H. Hrwin lagi, pihaknya tidak bisa memperediksi di daerah mana. Sebab bencana puting beliung ini bisa terjadi kapan saja, hampir dapat dikatakan di seluruh wilayah Tanjab Barat, seperti Kecamatan Pengabuan, Senyerang, Bram Itam, Kuala Betara, Tungkal Ulu.

“Itu jika kita mengacu pada beberapa kejadian bencana putting beliung sepanjang 2016 hingga 2017 ini,” tukasnya.

Usai gelar apel didampingi Forkompimda dan kepala SKPD terkait Bupati H. Safrial mengecek peralatan dan kendaraan operasional yang disiapkan oleh masing-masing intansi terkait sebagai sarana transportasi tanggap bencana.

Editor : Tim Redaksi 

Comments on Facebook

Berita Terbaru