by

Polisi Tangkap Pembawa Sabu Cair Dari Malaysia

-Kriminal-641 views
= 991

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Jajaran Polres Tanjung Jabung Barat bersama Anggota KP Anis Madu-3009 Dit Polair Baharkam Polri berhasil mengamankan tersangka kurir narkotika jenis sabu cair dari Malaysia.

Tersangka berinisial RAP alias MS (36) warga Jalan Pulo Piun No 09-A RT 003 RW 004 Desa Cideng Jakarta. Pelaku dari Jakarta mengambil barang tersebut di Malaysia.

Menurut catatan Polres Tanjab Barat pengungkapan kasus modus sabu cair tersebut merupakan kasus pertama.

Kapolres Tanjab Barat AKBP. ADG Sinaga, S.IK mengungkapkan tersangka Ronal ditangkap di Pelabuhan Pelindo Marina Kuala Tungkal, Senin (15/10/18) sekira pukul 17.30 WIB.

“Tersangka dari Batam ke Kuala Tungkal mengguakan transportasi laut SB Kurnia 2,” beber Kapolres AKBP. ADG Sinaga didampingi Wakapolres Kompol Hendry A Batubara, Kabag Ops Kompol RP Nainggolan dan Komandan KM Anis Madu-3009 Dit Polair Baharkam Polri AKP Ambar Marwanto, Kasat Narkoba IPTU David A Yudhitira, S.IK di Mapolres, Jumat (19/10/18).

Kapolres menceritakan awal mula pengungkapan dari kecurigaan anggota BRIPKA Ronal dan BARATU Yasin terhadapĀ  penumpang di Pelabuhan Marina. Petugas langsung menyetop dan melakukan pemeriksaan barang bawaan tersangka, mendapat 4 kaleng berbungkus plastik diduga berisi sabu.

Untuk mengelabui petugas, tersangka menyimpan cairan yang mengandung zat psikotropika metamphetamine tersebut dimasukan dalam kaleng Minute Maid Pulpy O’Mango.

“Sabu cair atau MDMA seberat Ā± 960 MI tersebut dikemas dalam kaleng Minute Maid Pulpy O’Mango dan plastik berwarna bening dalam 4 kaleng,” kata Kapolres.

Dari uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel bahwa cairan tersebut setelah dikristalkan menjadi kristal seberat 1,6 Kg dengan kualitas sabu terbaik (blue ice).

“Efek sabu jenis cair ini sama dengan sabu zat padat, hanya saja lebih cepat terasa efeknya,” katanya.

Saat ini tersangka telah mendekam di tahanan Polres Tanjab Barat.

Tersangka diancam UU Narkotika pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Editor : Tim Redaksi