Published On: Sat, Sep 23rd, 2017

Respons Masyarakat Tanjabbar Cukup Tinggi Nonton Film G30S/PKI

Share This
Tags
= 656

FOTO : Suasana Nobar Film G-30S/PKI Di Koramil 03-419/Tungkal Ilir, Sabtu (23/9/17)

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Respon masyarakat Kuala Tungkal Kabupaten Tanjabbar menonton film G30S/PKI sukup tinggi. padahal beberapa tahun ini filem tersebut seakan sudah dilupakan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat menyaksikan pemutaran filem berdurasi 4 jam menceritakan peristiwa seputar 30 September tahun 1965 oleh Kodim 0419/Tanjab jajaran pada Kamis malam (21/9) di kawasan Kelurahan Tungkal IV kota, meski gerimis masyarakat tetap memadati depan layar lebar.

Demikian pula Nobar yang kedua Sabtu malam (23/9/17) di Makoramil 03-419/Tungkal Ilir. Tak hanya orang tua muda mudi dan anggota pramuka turut menyaksikan gelaran nobar.

“Tujuan pemutaran film G-30S/PKI agar masyarakat mengetahui sejarah sebenarnya tentang pergerakan PKI yang merongrong keutuhan NKRI saat itu. Saat ini terdapat oknum-oknum yang mencoba memutar balikkan sejarah,” ujar Dandim 0419/Tanjab Letkol Arh Hary Sassono Utomo, SH melalui Kasdim Mayor Inf Firdaus di Koramil 03-419/ Tungkal Ilir, Sabtu (23/9/17).

Jadi inilah yang memggugah Panglima Jenderal TNI Gatot Normantio mengagas ide ke Pemerintar agag filem tersebut di tayangkan kembali, tambah Kasdim.

Ya bagi kita kan itu (G30S/PKI) bagian dari sejarah dan sejarah itu tidak boleh dilupakan. Dituangkan dalam film sebagai sarana pembelajaran kita. Agar peristiwa itu tak terulang kembali,” ujarnya.

Peristiwa G30S/PKI, kata dia, memang bergulir dengan banyak versi. Namun, walau begitu TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 telah menyatakan dengan syah bahwa PKI adalah partai terlarang.

Terlihat hadir nobar Kasdim 0419/Tanjab Mayor Inf Firdaus, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Tanjab Barat, Drs. Kosasih, anggota Polres, Ketua PIS Tanjab Barat, Ustadz Zakaria, Perwira Staf Kodim 0419/Tanjab, Mahasiswa STAI An-Nadwah Kuala Tungkal, PPI Tanjab Barat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan masyarakat umum.

Editor : Tim Redaksi

About the Author

-

Comments on Facebook

Skip to toolbar