by

Tutup Tenda Biru, Camat Tebing Tinggi Tawarkan Solusi Ini Penganti Usaha

= 1739

LINTASTUNGKAL.COM.P, TEBING TINGGI – Pemkab Tanjab Barat sepertinya serius akan menutup lokalisasi ilegal Tenda Biru yang berada di RT 15, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat mulai hari ini Selasa (15/05/18).

Namun sebelum menutup lokalisasi tersebut Pemkab Tanjab Barat melalui Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi telah mengambil langkah-langkah strategis sebagai solusi bagi para penghuninya.

“Penutupana lokalisasi Tenda Biru, kita telah carikan langkah strategis dengan membangun Pasar Modren di tanah TKD yang lokasinya dekat dengan lokalisasi itu,” ungkap Muhammad Ardiansyah dikinfirmasi, Selasa (15/05/18)

Menurut Camat Tebing Tinggi, rencananya pasar moderen akan dibangun sebanyak 200 kios/lapak. Dengan adanya Pasar Modren nantinya dihrapkan mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari lokalisasi bisa berubah lebih baik dengan usaha yang halal.

“Pasar Moderen nanti menjadi lapangan pekerjaan yang bisa menggantikan pekerjaan para pekerja seks komersial (PSK). Sehingga, lanjutnya, paskalokalisasi tersebut ditutup, mereka tidak pindah ke tempat lain,” katanya.

Dian mengakui, dari dulu akan menutup lokalisasi tersebut, namun solusi penganti usaha warga di lokalisasi tersebut yang strategis belum ketemu. Yang dikhawatirkan jangan sampai setelah satu lokalisasi ditutup, akan muncul lokalisasi di tempat lain.

Ia juga menambahkan, akan memberikan perioritas bagi 20 yang ada di lokalisasi itu untuk membuka usaha di Pasar Moderen tersebut.

“Saya akan prioritaskan mereka nanti membuka usaha di kios-kios pasar modren yang akan dibangun nanti,” bebernya.

Kembali ia tegaskan, dirinya tidak pernah mendukung praktek prostitusi, menyetujui dan melegalkannya. Menurutnya semua agama juga senada, jika praktek prostitusi hukumnya haram.

Belajar dari pengalaman, kata dia, kebijakan penutupan lokalisasi justru para pekerja seks komersial berpindah tempat liar, karena tidak dilakukan langkah-langkah konkrit yang bisa membuat lapangan pekerjaan pengganti.

“Mereka para pekerja sek yang ingin menetap silahkan demikian pula yang ingin kembali ke daerahnya. Bila disediakan pekerjaan mereka pasti berhenti menjadi PSK dan tentu akan menjauhkan mereka dari stereotip diskriminatif dan kekerasan di dunia prostitusi yang selama ini mereka alami,” ujar Dian.

Editor : Tim Redaksi

Print Friendly, PDF & Email