by

Zola Bantu Program Safrial Perjuangkan Rute Roro Kuala Tungkal Ke Batam

= 2530

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli tegaskan sikap membantu program Bupati Tanjab Barat untuk mendapatkan rute pelayaran dari pelabuhan Roro ke Batam. Gubernur akan bicarakan hal tersebut dengan pihak Kementrian Perhubungan.

Tentunya itu sesuai dengan rencana Bupati Tanjab Barat Dr Safrial MS sejak sebelum beroperasinya kapal Roro sudah merencanakan adanya pelayaran dari Roro Kuala Tungkal ke Batam.

Namun ternyata rute pelayaran yang diberikan hanya dari Tungkal-Dabo Singkep. Untuk sampai ke Batam harus transit dulu ke Dabo baru ke Batam. Padahal keinginannya adalah langsung dari Tungkal-Batam tanpa transit.

Demikian itu diungkakan Gubernur Jambi Zumi Zola saat hadi di acara Pencanangan Kelurahan Tebing Tinggi sebagai Kampung Pancasila di Gedung Serba Guna PT LPPPI, Rabu (20/03/18).

Gubernur juga menegaskan usai acara pencanangan akan terbang ke Jakarta menemui pihak Kementrian Perhubungan.

“Saya akan minta satu rute dan kapal untuk ke Batam. Agar kita bisa mengangkut hasil pertanian dari Kerinci melalui Pelabuhan Roro diangkut ke Batam. Saya mohon do’a masyarakat Tanjab Barat agar usaha ini berhasil,” beber Zola.

Dikatakan Zola, dirinya ingin pelabuhan roro yang sudah menghabiskan dana tak sedikit itu bisa mendorong meningkatnya mobilitas ekonomi sehingga berdampak positif bagi keuntungan ekonomi masyarakat maupun pebisnis khususnya di Kabupaten Tanjab Barat dan Jambi umumnya.

Terkait itu, Bupati Tanjab Barat, Safrial menyambut gembira upaya Gubernur Zumi Zola melobi pemerintah pusat.

Dikatakannya, hubungan kerja sama ekonomi antarprovinsi Jambi khususnya Tanjung jabung Barat dengan Kepulauan Riau terutama Batam dan Lingga dan Kerinci akan meningkat dengan keberadaan pelabuhan Roro.

Beberapa waktu lalu Bupati Tanjab Barat, Dr Safrial MS mengharapkan adanya pembukaan rute khusus dari Pelabuhan Roro Kuala Tungkal langsung ke Batam. Menurutnya, keinginan tersebut sudah disampaikan melalui surat resmi. Akan tetapi sampai kemarin surat tersebut belum mendapatkan balasan dari pihak Kementrian Perhubungan.

“Kita sudah mengirimkan surat. Belum ada jawaban. Barangkali akan saya susul lagi,”ungkap Bupati, Safrial.

Sambil menunggu balasan dari pihak Kementrian Perhubungan pihaknya pun akan mempersiapkan semua kebutuhan yang bisa menunjang. Sebab, pembangunan jalan untuk menuju ke Pelabuhan Roro pun masih belum rampung seluruhnya. Khususnya dari Semau ke Pelabuhan Roro. Sehingga angkutan yang ingin menyeberang tidak lagi harus masuk melalui Kota Kuala Tungkal.

“Jalan kita juga belum selesai. Akan kita kerjakan bertahap sambil menunggu,” ungkap Bupati.

Diakui Bupati bahwa pihak Kerinci sudah berkeinginan untuk bisa mengirimkan langsung sayur mayor mereka ke Batam. Akan tetapi, karena tidak adanya rute langsung dari Pelabuhan Roro ke Batam hal itu pun urung dilakukan. Sebab, rute yang disetujui oleh pihak Kementrian adalah Pelabuhan Roro Kuala Tungkal ke Dabo Singkep. Sehingga dikhawatirkan bila harus menginap sayur yang dibawa menjadi rusak dijalan.

Pelabuhan Roro Kuala Tungkal sendiri merupakan pelabuhan perintis Kuala Tungkal-Dabo Singkep. Telah beroperasi sejak bulan Maret 2017 lalu. Yakni setiap hari Selasa dan Sabtu. Namun, yang khusus terkoneksi ke Batam hanya hari Selasa. Sementara pelayaran hari Sabtu terkoneksi ke Tanjung Pinang.

Editor : Tim Redaksi