LIVE
Video Siswa Pulang Sekolah Seberangi Sungai Naik Kotak Styrofoam Viral di Medsoa, di mana Sebenarnya? Buka TC Tahap Kelima, Bupati Tanjab Barat Ingatkan Kafilah Jaga Kesehatan Wakil Bupati Tanjab Barat hadiri Acara Puncak Festival Candi Muaro Jambi Buat Kaget Pelanggan Warung, Kapolres Bungo Mendadak Jadi Karyawan Racik Teh Telur Buat Pengunjung Pangdam I/BB Kunjungi Satgas Pamtas Yonif 131/Brs di Papua

Home / Pendidikan

Rabu, 19 Desember 2018 - 15:46 WIB

297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019 Dilantik

FOTO : Dokumentasi Pelantikkan 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (19/12/18)

FOTO : Dokumentasi Pelantikkan 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (19/12/18)

LINTASTUNGKAL.COM, JAKARTA – Sebanyak 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019 Dilantik oleh Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) KP Bambang Suprakto mewakili Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja di Kampus STP Jakarta, Rabu (19/12/18).

297 taruna-taruni yang dilantik terdiri Program studi (prodi) Teknologi Penangkapan Ikan 37 orang; prodi Permesinan Perikanan 50 orang; prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 67 orang; prodi Teknologi Akuakultur 71 orang; prodi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan 36 orang; dan prodi Penyuluhan Perikanan 36 orang. Di mana 135 orang diantaranya berasal dari keluarga pelaku utama perikanan (PUMAKAN).

Dalam sambutannya Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, mengatakan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke segenap bidang kerja serta adanya faktor eksternal yang terus berkembang, maka kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan harus senantiasa ditingkatkan.

BACA JUGA :  Video Siswa Pulang Sekolah Seberangi Sungai Naik Kotak Styrofoam Viral di Medsoa, di mana Sebenarnya?

Lanjut dia, terdapat tiga aspek yang harus diperhatikan agar tujuan pendidikan tercapai dengan baik yaitu aspek pengetahuan (kognitif), aspek keterampilan (psikomotorik) dan aspek sikap (afektif).
“Ketiga aspek pendidikan dan pengajaran tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang harus dikembangkan dan diberikan secara proporsional untuk menghasilkan lulusan Sekolah Tinggi Perikanan yang handal sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

Dalam arahannya, turut disampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan 4 pilar utama, yakni learning to know, to do, to life togetherdan to be.

Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas, dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building).

Sistem pendidikan BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yaitu 70 persen teori dan 30 persen praktik.

Hal tersebut kata dia dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

BACA JUGA :  Video Siswa Pulang Sekolah Seberangi Sungai Naik Kotak Styrofoam Viral di Medsoa, di mana Sebenarnya?

“Pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang melalui STP hendaknya diarahkan pada pembentukan tenaga profesional yang mandiri, beretos kerja tinggi, produktif, inovatif, berjiwa wirausaha dan berjiwa bahari serta berwawasan Iingkungan. Dengan demikian saya berharap, kelak jika para taruna yang berada dihadapan kita ini lulus menjadi seorang sarjana terapan perikanan, pada mereka telah melekat lima unsur kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yaitu Kualitas moral atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK); kualitas yang bercirikan kerja keras, mandiri, cermat, disiplin dan bertanggung jawab; kualitas hubungan sosial yang terwujud dalam sikap ramah dan akhlak yang terpuji; dan kualitas jasmaniah yang prima,” tuturnya.

BACA JUGA :  Video Siswa Pulang Sekolah Seberangi Sungai Naik Kotak Styrofoam Viral di Medsoa, di mana Sebenarnya?

Sebelum dilantik seluruh calon taruna, taruni mengikuti Masa Orientasi Studi dan Ketarunaan (MOSTAR) di kampus STP tanggal 5 sd 7 September 2018.

Mostar ditujukan untuk mengenal sarana, prasarana, organisasi STP dan organisasi Ketarunaan, Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler dan Sistem Pembinaan karakter Taruna.

Setelah mengikuti Mostar Calon Taruna/i mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan Taruna (LATDASLINTAR) dari tanggal 10-19 September 2018, Latdaslintar untuk melatih Fisik, Mental dan Kedisiplinan taruna serta berlatih tentang tata kehidupan kampus.

Setelah Latdaslintar taruna diwajibkan mengikuti kegiatan Masa Basis selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari tanggal 24 September s.d 19 Desember 2019.

Kegiatan Masa Basis merupakan bentuk literasi untuk membiasakan tata kehidupan kampus dan tanggung jawab sosial termasuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler serta ekstrakurikuler.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Begini Cara Babinsa Ramil 419-02/Tungkal Ulu Berikan Wasbang Anak Sekoah Dasar

Advetorial

Mahasiswa KKN STAIA Posko 19 Berikan Santunan Sembako Pada Warga Lansia

Pendidikan

SMPN 2 Kuala Tungkal Fasilitasi Temu Alumni Lintas Generasi

Pendidikan

Mulai 2021 Penerimaan Guru Hanya Sebagai PPPK, Bukan Lagi PNS

Pendidikan

Mendikbud Resmi Lantik Prof Sutrisno Sebagai Rektor UNJA

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran di Kampus, Tanoto Foundation Bekali MIKIR Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

Pendidikan

Ini 3 Putra Puti Tanjab Barat Yang Dilantik Jadi Taruna STP Jakarta

Pendidikan

Ingin Berdakwah Lewat Tulisan, Ratusan Santri Al-Baqiyatush Shalihat Belajar Jurnalistik