YTUBE
Kapolsek Muara Tembesi Terima Penyerahan Senpi Rakitan dari Warga Melalui Pokir, Jamal Wujudkan Penantian KUB Sapat Jaya Seberang Kota Miliki Pompong Didukung Penuh Bea Cukai Jambi, PT CLB Ekspor Madu ke Singapura dan Malaysia Bupati Tanjabbar Sebut Penetapan UMK Perlu Mempertimbangkan Keberlangsungan Usaha Polres Merangin Amankan 13 Pelaku PETI dan 1 Unit Excavator

Home / Pendidikan

Rabu, 19 Desember 2018 - 15:46 WIB

297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019 Dilantik

FOTO : Dokumentasi Pelantikkan 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (19/12/18)

FOTO : Dokumentasi Pelantikkan 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (19/12/18)

LINTASTUNGKAL.COM, JAKARTA – Sebanyak 297 Taruna Baru STP Angkatan 54 Tahun Akademik 2018/2019 Dilantik oleh Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) KP Bambang Suprakto mewakili Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja di Kampus STP Jakarta, Rabu (19/12/18).

297 taruna-taruni yang dilantik terdiri Program studi (prodi) Teknologi Penangkapan Ikan 37 orang; prodi Permesinan Perikanan 50 orang; prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 67 orang; prodi Teknologi Akuakultur 71 orang; prodi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan 36 orang; dan prodi Penyuluhan Perikanan 36 orang. Di mana 135 orang diantaranya berasal dari keluarga pelaku utama perikanan (PUMAKAN).

Dalam sambutannya Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, mengatakan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke segenap bidang kerja serta adanya faktor eksternal yang terus berkembang, maka kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan harus senantiasa ditingkatkan.

Lanjut dia, terdapat tiga aspek yang harus diperhatikan agar tujuan pendidikan tercapai dengan baik yaitu aspek pengetahuan (kognitif), aspek keterampilan (psikomotorik) dan aspek sikap (afektif).
“Ketiga aspek pendidikan dan pengajaran tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang harus dikembangkan dan diberikan secara proporsional untuk menghasilkan lulusan Sekolah Tinggi Perikanan yang handal sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kepsek SMAN 1 Bantah Tidak Lunas Uang Komite Tidak Ikut Ujian 

Dalam arahannya, turut disampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan 4 pilar utama, yakni learning to know, to do, to life togetherdan to be.

Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas, dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building).

Sistem pendidikan BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yaitu 70 persen teori dan 30 persen praktik.

Hal tersebut kata dia dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan memiliki kompetensi sehingga menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan.

“Pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang melalui STP hendaknya diarahkan pada pembentukan tenaga profesional yang mandiri, beretos kerja tinggi, produktif, inovatif, berjiwa wirausaha dan berjiwa bahari serta berwawasan Iingkungan. Dengan demikian saya berharap, kelak jika para taruna yang berada dihadapan kita ini lulus menjadi seorang sarjana terapan perikanan, pada mereka telah melekat lima unsur kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yaitu Kualitas moral atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK); kualitas yang bercirikan kerja keras, mandiri, cermat, disiplin dan bertanggung jawab; kualitas hubungan sosial yang terwujud dalam sikap ramah dan akhlak yang terpuji; dan kualitas jasmaniah yang prima,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tak Lunas Uang Komite Pelajar SMK di Muaro Jambi Ujian di Luar Kelas, Edi Purwanto ; Kita Akan Panggil Disdik

Sebelum dilantik seluruh calon taruna, taruni mengikuti Masa Orientasi Studi dan Ketarunaan (MOSTAR) di kampus STP tanggal 5 sd 7 September 2018.

Mostar ditujukan untuk mengenal sarana, prasarana, organisasi STP dan organisasi Ketarunaan, Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler dan Sistem Pembinaan karakter Taruna.

Setelah mengikuti Mostar Calon Taruna/i mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan Taruna (LATDASLINTAR) dari tanggal 10-19 September 2018, Latdaslintar untuk melatih Fisik, Mental dan Kedisiplinan taruna serta berlatih tentang tata kehidupan kampus.

Setelah Latdaslintar taruna diwajibkan mengikuti kegiatan Masa Basis selama kurang lebih 3 bulan yang dimulai dari tanggal 24 September s.d 19 Desember 2019.

Kegiatan Masa Basis merupakan bentuk literasi untuk membiasakan tata kehidupan kampus dan tanggung jawab sosial termasuk kegiatan kurikuler dan kokurikuler serta ekstrakurikuler.

Editor : Tim Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Rektor UIN STS Jambi Minta Dosen Penceramah Sampaikan Imbauan dan Penyuluhan Tentang Covid-19 dari Perspektif Keagamaan

Pendidikan

GTT SMKN 1 Tiga Bulan Tidak Gajian, Pengurus Ambil Alih Pengelolaan Komite dari Sekolah

Pendidikan

Nyaris 4 Bulan Guru Honorer Belum Gajian Begini Penjelasan Dikbud Tanjab Barat

Pendidikan

Sejumlah Kepsek Pensiun, Dikbud Muaro Jambi Tunjuk Plt

Pendidikan

Cegah Kekerasan, SMAN 1 Tanjab Barat Ikhtiar Bersama Wujudkan SRA 

Pendidikan

Majukan Sekolah, K3S Muara Tembesi Gelar Diseminasi MBS

Pendidikan

Terkait SKB 4 Menteri Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran 2020/2021, Sekda Tanjabbar Akan Koordinasi dengan Pusat dan Pemprov

Pendidikan

Ini 6 Poin Aturan Sekolah Selama Libur Nataru