by

81 Karyawan WKS Distrik IV Diberikan Perlindungan oleh Polres Tanjab Barat di Asrama Polsek Merlung.

-Advetorial, Peristiwa-1,949 KALI DIBACA

KUALA TUNGKAL – Sebanyak 81 orang karyawan Distrik IV PT. WKS terdiri dari Pria dewasa, Ibu-ibu dan anak-anak mendadak mendatangi Mapolsek Merlung meminta perlindungan pengamanan pada Kamis (18/07/19) sekira pukul 21.00 WIB.

Informasi dihimpun mengatakan kedatangan mereka ke Polsek Merlung untuk meminta perlindungan karena dipicu oleh rasa tidak aman karena adanya isu penyerangan oleh kelompok SMB ke Distrik IV.

Setibanya di Polsek Merlung mereka diterima langsung oleh Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG. Sinaga, S. IK beserta anggota.

Kapolres AKBP. ADG Sinaga dikonfirmasi mengatakan membenarkan hal itu. Mereka terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak untuk meminta perlindungan keamanan akibat adanya isu penyerangan oleh Kelompok SBM pimpinan Muslim CS.

“Akibat isu tersebut sehingga mereka meninggalkan Distrik IV menuju Polsek Merlung guna meminta perlindungan. Kedatangan mereka menggunakan kendaraan berupa motor dan mobil,” terang Kapolres ADG Sinaga, Jumat (19/07/19).

Lanjut Kapolres, seluruh karyawan setelah dilakukan pendataan selanjutnya mereka ditempatkan di asrama Mapolsek Merlung demi keamanan.

Selanjutnya sekira pukul 01.15 WIB, tiba pasukan Raider Yonif 142/KJ dari Jambi ke Polsek Merlung yang disambut Kapolres Tanjab Barat dan Dandim 0419 Tanjab dengan tujuan Distrik IV PT. WKS. Dilakukan penyisiran lokasi.

“Selanjutnya setelah situasi aman dan isu tersebut tidak benar, 81 orang karyawan tersebut kembali ke Distrik IV PT. WKS dikawal dengan 1 Kompi Raider Yonif 142/KJ,” tukasnya.

Meskin demikian, tambah Kapolres sejumlah angggota Korem 042 Gapu masih disiagakan di wilayah Distrik IV guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan diluar dugaan.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang berkembang usai insiden penyerangan Kelompok SMB Muslim CS di Distrik VIII dan penangkapan kelompok tersebut pada Kamis (17/07/19) kemarin.

“Kami berharap semua pihak menahan diri, tidak terprovokasi, tidak cepat percaya isu yang beredar yang belum dipastikan kebenarannya, dan jangan lupa untuk berkoordinasi dengan aparat agar bisa diatasi sedini mungkin,” imbau Kapolres.

Editor : Tim Redaksi