indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Damkar Cepat Datang, Rumah Warga di Kelapa Gading yang Terbakar Berhasil Dipadamkan Waspada PMK, Polres Bungo Bersama Dinas Peternakan Suntik Vitamin ke Hewan Ternak Bupati Masnah Resmikan Gedung Pelayanan Administrasi Terpadu Kantor Camat Sungai Gelam Bupati Masnah Lantik Ketua dan Pengurus PKK Desa se Kecamatan Sungai Gelam Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya

Home / Advetorial / Peristiwa

Jumat, 19 Juli 2019 - 08:53 WIB

81 Karyawan WKS Distrik IV Diberikan Perlindungan oleh Polres Tanjab Barat di Asrama Polsek Merlung.

apolres Tanjab Barat AKBP A.D.G. SINAGA, S. IK

apolres Tanjab Barat AKBP A.D.G. SINAGA, S. IK

KUALA TUNGKAL – Sebanyak 81 orang karyawan Distrik IV PT. WKS terdiri dari Pria dewasa, Ibu-ibu dan anak-anak mendadak mendatangi Mapolsek Merlung meminta perlindungan pengamanan pada Kamis (18/07/19) sekira pukul 21.00 WIB.

Informasi dihimpun mengatakan kedatangan mereka ke Polsek Merlung untuk meminta perlindungan karena dipicu oleh rasa tidak aman karena adanya isu penyerangan oleh kelompok SMB ke Distrik IV.

Setibanya di Polsek Merlung mereka diterima langsung oleh Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG. Sinaga, S. IK beserta anggota.

Kapolres AKBP. ADG Sinaga dikonfirmasi mengatakan membenarkan hal itu. Mereka terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak untuk meminta perlindungan keamanan akibat adanya isu penyerangan oleh Kelompok SBM pimpinan Muslim CS.

BACA JUGA :  Damkar Cepat Datang, Rumah Warga di Kelapa Gading yang Terbakar Berhasil Dipadamkan

“Akibat isu tersebut sehingga mereka meninggalkan Distrik IV menuju Polsek Merlung guna meminta perlindungan. Kedatangan mereka menggunakan kendaraan berupa motor dan mobil,” terang Kapolres ADG Sinaga, Jumat (19/07/19).

Lanjut Kapolres, seluruh karyawan setelah dilakukan pendataan selanjutnya mereka ditempatkan di asrama Mapolsek Merlung demi keamanan.

Selanjutnya sekira pukul 01.15 WIB, tiba pasukan Raider Yonif 142/KJ dari Jambi ke Polsek Merlung yang disambut Kapolres Tanjab Barat dan Dandim 0419 Tanjab dengan tujuan Distrik IV PT. WKS. Dilakukan penyisiran lokasi.

“Selanjutnya setelah situasi aman dan isu tersebut tidak benar, 81 orang karyawan tersebut kembali ke Distrik IV PT. WKS dikawal dengan 1 Kompi Raider Yonif 142/KJ,” tukasnya.

BACA JUGA :  Identitas dan Kronologis Laka Maut 2 Pengendara Sepeda Motor di Jalan lintas Jambi-Muara Sabak

Meskin demikian, tambah Kapolres sejumlah angggota Korem 042 Gapu masih disiagakan di wilayah Distrik IV guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan diluar dugaan.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang berkembang usai insiden penyerangan Kelompok SMB Muslim CS di Distrik VIII dan penangkapan kelompok tersebut pada Kamis (17/07/19) kemarin.

“Kami berharap semua pihak menahan diri, tidak terprovokasi, tidak cepat percaya isu yang beredar yang belum dipastikan kebenarannya, dan jangan lupa untuk berkoordinasi dengan aparat agar bisa diatasi sedini mungkin,” imbau Kapolres.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Tim INAFIS Polres Tanjabbar Berhasil Ungkap Identitas Mayat Di Betara, Berikut Deretan Faktanya!

Peristiwa

Pencarian Korban Tenggelam Terkendala Pasang Dalam dan Arus Deras Sungai Pengabuan

Advetorial

Ribuan Jamaah Hadiri Takbir Akbar dan Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani Di Tebing Tinggi

Advetorial

Wabup Hairan Hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid Nurul Iman

Peristiwa

Seorang IRT dari Kuala Indah Jadi Korban Jambret di Kuala Tungkal

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Kunjungi Pondok Tahfidz Qur’an Siti Aisyah Ismail Desa Kelagian

Advetorial

Begini Keakraban Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga dan AKBP Guntur Saputro

Advetorial

Gubernur Jambi Ikuti Peringatan Hari Nusantara Tahun 2020