YTUBE
Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kementrian ATR/BPN Atas Penyelesaian Konflik Lahan Warga SAD 113 Satreskrim Polres Merangin Amankan Terduga Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Bawaslu Ingatkan Peserta Pemilu Pahami Aturan dan Tidak Melakukan Pelanggaran Ditangkap Lantaran Curi 53 Jenjang Buah Sawit Dandim 0419 Tanjab : Menwa Jadilah Pelopor Kebaikan di Lingkungan Masyarakat

Home / Nasional

Minggu, 4 Juli 2021 - 11:27 WIB

Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Jamin Ketersediaan Tabung Oksigen

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiya. FOTO : dpr.go.id

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiya. FOTO : dpr.go.id

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiya mendesak pemerintah agar memastikan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19. Hal itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

Pasalnya, beberapa hari lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan kejadian kelangkaan tabung oksigen medis di pasaran.

“Informasi kelangkaan membuat panic buying di tengah masyarakat. Meskipun kasus ini sudah dapat diatasi oleh kepolisian, saya minta pemerintah memastikan ketersediaan tabung oksigen secara memadai, baik untuk kebutuhan faskes maupun di pasaran,” kata Netty dalam keterangan tertulis seperti dikutip kompas.tv, Minggu (4/07/2021).

Politikus PKS ini menambahkan, lonjakan tabung oksigen ini disebabkan karena permintaan RS yang menangani kasus aktif dengan gejala sedang hingga berat, juga warga bergejala ringan atau sedang yang melakukan isolasi mandiri.

BACA JUGA :  Jual Beli Jabatan Jadi Proyek Manis Kepala Daerah, Bupati Bangkalan Ditangkap KPK Atas Dugaan Kasus Tersebut!

Pasien kasus positif dengan gejala semakin meningkat, sementara ketersediaan ruang isolasi di faskes rujukan di beberapa daerah penuh.

“Pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang terpaksa isolasi mandiri di rumah dengan menyiapkan keperluan perawatannya, termasuk tabung oksigen. Di beberapa daerah terjadi antrean pasien di IGD. Kondisi ini mengkhawatirkan jika tidak segera diantisipasi dengan persiapan rumah sakit darurat,” kata Netty.

Selain itu, kata dia, kelangkaan tabung oksigen juga terjadi karena status tabung oksigen sebagai barang impor yang dikelola oleh segelintir perusahaan saja.

“Bagaimana bisa alkes penting seperti tabung oksigen bisa langka dan ternyata hanya dikelola oleh segelintir perusahaan. Jangan sampai ini jadi monopoli,” katanya.

BACA JUGA :  3 Polisi Terluka dalam Insiden Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung

Ia menyebut, Fraksi PKS mendorong pemerintah agar segera memastikan bahwa tidak ada permainan menimbun barang untuk kepentingan sepihak.

“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi sulit untuk kepentingan bisnis atau politik dengan mengorbankan nyawa rakyat,” katanya.

Netty juga meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan menambah armada distribusi ke rumah sakit, jika perlu dengan penjagaan aparat.

“Pemerintah harus memastikan ketersediaan pasokan tabung oksigen di pasaran dengan harga wajar. Kendalikan harga tabung gas dan isi ulangnya kembali ke harga normal. Pemerintah harus menolong rakyatnya yang sudah bersedia melakukan isolasi dan perawatan mandiri dengan ketersediaan alkes dan obat-obatan di pasaran. Jangan membuat rakyat makin sulit,” kata dia.(Edt)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Harga BBM Kembali Naik di 1 November 2022, Segini Rinciannya

Nasional

22 Ribu Kendaraan di Diputar Balik Selama 2 Hari Larangan Mudik

Nasional

Dewan Pers Imbau Kepala Desa dan Sekolah Tolak Permintaan THR Media dan Organisasi Wartawan

Nasional

Jokowi Lantik Gubernur dan Wagub Sulut Olly-Steven

Nasional

Internet Mati 6 Hari karena Perbaikan Kabel Bawah Laut HOAKS

Nasional

Kasus Positif COVID-19 Sentuh Angka 10.118, Pasien Sembuh Naik 1.522 Orang

Nasional

Tegas! Beri Waktu 10 Hari, Deolipa Yumara Minta Komnas HAM Tarik Pernyataan Soal Dugaan Kekerasan Seksual oleh Brigadir J

Nasional

3 Pengeroyok Ketua KNPI Ditangkap Polisi, 2 Eksekutor DPO