indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di Muaro Jambi Dimulai Polda Jambi Benarkan Kendaraan Sat PJR Alami Kecelakaan Danrem 042/Gapu : Tugas Operasi Adalah Kehormatan dan Kebanggaan Bagi Prajurit Kades Talang Duku Bersama Kasubsektor Taman Rajo Gelar Vaksinasi Serbu Desa Fasha dan Maulana Bagikan Paket 500 Paket Sembako

Home / Nasional

Minggu, 4 Juli 2021 - 11:27 WIB

Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Jamin Ketersediaan Tabung Oksigen

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiya. FOTO : dpr.go.id

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiya. FOTO : dpr.go.id

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiya mendesak pemerintah agar memastikan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19. Hal itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

Pasalnya, beberapa hari lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan kejadian kelangkaan tabung oksigen medis di pasaran.

“Informasi kelangkaan membuat panic buying di tengah masyarakat. Meskipun kasus ini sudah dapat diatasi oleh kepolisian, saya minta pemerintah memastikan ketersediaan tabung oksigen secara memadai, baik untuk kebutuhan faskes maupun di pasaran,” kata Netty dalam keterangan tertulis seperti dikutip kompas.tv, Minggu (4/07/2021).

Politikus PKS ini menambahkan, lonjakan tabung oksigen ini disebabkan karena permintaan RS yang menangani kasus aktif dengan gejala sedang hingga berat, juga warga bergejala ringan atau sedang yang melakukan isolasi mandiri.

BACA JUGA :  PN Sengeti Vonis Pelaku Pembunuhan Majikan 18 Tahun Penjara

Pasien kasus positif dengan gejala semakin meningkat, sementara ketersediaan ruang isolasi di faskes rujukan di beberapa daerah penuh.

“Pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang terpaksa isolasi mandiri di rumah dengan menyiapkan keperluan perawatannya, termasuk tabung oksigen. Di beberapa daerah terjadi antrean pasien di IGD. Kondisi ini mengkhawatirkan jika tidak segera diantisipasi dengan persiapan rumah sakit darurat,” kata Netty.

Selain itu, kata dia, kelangkaan tabung oksigen juga terjadi karena status tabung oksigen sebagai barang impor yang dikelola oleh segelintir perusahaan saja.

“Bagaimana bisa alkes penting seperti tabung oksigen bisa langka dan ternyata hanya dikelola oleh segelintir perusahaan. Jangan sampai ini jadi monopoli,” katanya.

BACA JUGA :  Polda Jambi Benarkan Kendaraan Sat PJR Alami Kecelakaan

Ia menyebut, Fraksi PKS mendorong pemerintah agar segera memastikan bahwa tidak ada permainan menimbun barang untuk kepentingan sepihak.

“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi sulit untuk kepentingan bisnis atau politik dengan mengorbankan nyawa rakyat,” katanya.

Netty juga meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi dengan menambah armada distribusi ke rumah sakit, jika perlu dengan penjagaan aparat.

“Pemerintah harus memastikan ketersediaan pasokan tabung oksigen di pasaran dengan harga wajar. Kendalikan harga tabung gas dan isi ulangnya kembali ke harga normal. Pemerintah harus menolong rakyatnya yang sudah bersedia melakukan isolasi dan perawatan mandiri dengan ketersediaan alkes dan obat-obatan di pasaran. Jangan membuat rakyat makin sulit,” kata dia.(Edt)

Print Friendly, PDF & Email

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Tetapkan Tanggal 22 Mei, PNS dan Pegawai BUMN Tetap Masuk

Nasional

KPK Akan Panggil Ibunda dan Mantan Istri Zola sebagai Saksi Kasus Apif

Nasional

Kasad Andika Perkasa Pimpin Sertijab 7 Jabatan dan Penyerahan 2 Jabatan di Jajajaran TNI AD

Nasional

Jokowi Lantik Gubernur dan Wagub Sulut Olly-Steven

Nasional

Bertepatan Dengan Hari Pahlawan, Vaksinasi Berhadiah Sepeda Motor Resmi Dibuka

Berita

Pasca Tes SKD, Pelamar CPNS di Tanjabbar Cemas, Ini Masalahnya

Nasional

Postingan Instagram Bupati Banjarnegara Pasca Ditahan Buat Geger KPK

Nasional

Ini 18 Kabupaten/Kota Terapkan PPKM Level 1