by

Aplikasikan Mapel IPA, Siswa SMPN di Batang Hari ini Praktik Membuat Roket Air

LINTASTUNGKAL.COM, JAMBI – Siswa kelas VIII SMPN 11 Batang Hari Jambi mengikuti kegiatan praktik baik pembelajaran tentang pembuatan roket air di sekolah setempat, Selasa, (19/03/19).

Setelah roket air tersebut selesai dibuat, kemudian diluncurkan. Menurut guru pendamping, Titien Suprihatien, kegiatan tersebut merupakan bentuk aplikasi dari mata pelajaran IPA.

Masih menurut Titien, pembuatan roket air tersebut siswa membawa botol bekas air mineral dan dan untuk ujung serta sayap roketnya dari karton.

”Ini merupakan kegiatan pembelajaran MIKiR yang dilakukan di luar kelas,” ujar Titien.

Dia menambahkan, MIKiR sendiri merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation. Siswa mendapatkan pembelajaran MIKiR.
”Tujuan agar siswa dapat memahami konsep tekanan pada zat cair dan gas serta tentang hukum III Newton atau hukum aksi reaksi,” tambahnya.

Teori peluncuran roket air umumnya sama dengan teori melepaskan balon ke atas, roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar pada udara dengan mendorong udara keluar dari dalam botol dan mendorong air keluar. Jumlah Air yang paling ideal untuk dimasukkan ke dalam roket adalah 1/3 botol agar menghasilkan luncuran paling jauh. Tekanan udara yg diberikan ke botol air mineral berasal dari pompa sepeda

”Sehingga tekanan di luar botol sangat besar dan dapat melontarkan roket air meluncur ke atas melawan gaya gravitasi, luncuran roket merupakan konsep gerak parabola” tukasnya. Kemudian tutup botol dipasangkan klep ban.

Dirinya berharap, siswa semakin aktif dengan pembelajaran aktif tersebut,
”Saya mendapatkan banyak inspirasi tentang pembelajaran aktif setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation,” pungkasnya.

Selain itu, Titien juga mengingatkan percobaan ini harus hati-hati, “karena tiba-tiba saja roket langsung meluncur, perlu kehati-hatian,” tukasnya.

Salah seorang siswa, Muhammad Syaifullah mengaku senang dengan pembelajaran tersebut, “Belajarnya menyenangkan, tidak sulit dan mudah difahami,” ungkapnya.

Editor : Tim Redaksi