LIVETV
Lakalantas, Kepala Penumpang Motor Fino Remuk Terlindas Truk Gelar Vaksinasi, Polres Tanjab Barat Datangi Warkop Tempat Tongkrongan Warga Tim Gabungan Polda Jambi Sita Ribu Liter Solar Olahan Tampa Izin DPRD Tanjab Barat Memfasilitasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal Dosis 2 536 Warga Vaksinasi Dosis 2, Dandim : Kita Maksimalkan Wilayah Terkonfirmasi Covid-19




Home / Pendidikan / Pilihan Editor

Selasa, 19 Maret 2019 - 05:39 WIB

Aplikasikan Mapel IPA, Siswa SMPN di Batang Hari ini Praktik Membuat Roket Air

LINTASTUNGKAL.COM, JAMBI – Siswa kelas VIII SMPN 11 Batang Hari Jambi mengikuti kegiatan praktik baik pembelajaran tentang pembuatan roket air di sekolah setempat, Selasa, (19/03/19).

Setelah roket air tersebut selesai dibuat, kemudian diluncurkan. Menurut guru pendamping, Titien Suprihatien, kegiatan tersebut merupakan bentuk aplikasi dari mata pelajaran IPA.

Masih menurut Titien, pembuatan roket air tersebut siswa membawa botol bekas air mineral dan dan untuk ujung serta sayap roketnya dari karton.

”Ini merupakan kegiatan pembelajaran MIKiR yang dilakukan di luar kelas,” ujar Titien.

Dia menambahkan, MIKiR sendiri merupakan singkatan dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation. Siswa mendapatkan pembelajaran MIKiR.
”Tujuan agar siswa dapat memahami konsep tekanan pada zat cair dan gas serta tentang hukum III Newton atau hukum aksi reaksi,” tambahnya.

Teori peluncuran roket air umumnya sama dengan teori melepaskan balon ke atas, roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar pada udara dengan mendorong udara keluar dari dalam botol dan mendorong air keluar. Jumlah Air yang paling ideal untuk dimasukkan ke dalam roket adalah 1/3 botol agar menghasilkan luncuran paling jauh. Tekanan udara yg diberikan ke botol air mineral berasal dari pompa sepeda

”Sehingga tekanan di luar botol sangat besar dan dapat melontarkan roket air meluncur ke atas melawan gaya gravitasi, luncuran roket merupakan konsep gerak parabola” tukasnya. Kemudian tutup botol dipasangkan klep ban.

Dirinya berharap, siswa semakin aktif dengan pembelajaran aktif tersebut,
”Saya mendapatkan banyak inspirasi tentang pembelajaran aktif setelah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation,” pungkasnya.

Selain itu, Titien juga mengingatkan percobaan ini harus hati-hati, “karena tiba-tiba saja roket langsung meluncur, perlu kehati-hatian,” tukasnya.

Salah seorang siswa, Muhammad Syaifullah mengaku senang dengan pembelajaran tersebut, “Belajarnya menyenangkan, tidak sulit dan mudah difahami,” ungkapnya.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Pilihan Editor

Mulai Hari Ini Polres Tanjabbar Larang Mandi dan Berenang di Pelabuhan

Pilihan Editor

Polres Tanjab Barat Selidiki Akun Medsos Palsu Meresahkan Selama Pilkada

Pilihan Editor

Polres Tanjabbar Berdayakan Tersangka Pembakar Lahan Sebagai Agen Vaksin Cegah Api Olah Limbah Lahan Jadi Kompos

Covid-19

Cegah Corona, Libur Sekolah Di Tanjabbar Diperpanjang Sampai Lebaran Idul Fitri 2020

Pendidikan

Pendaftaran Catar STTD Jalur Leguler Polbid 2021 Diperpanjang Hingga 4 Mei

Pilihan Editor

Komisi III Akan Layangkan Surat Pemberhentian Pengerjaan Kanal PT PWS

Pendidikan

Guru Aktif, Pembelajaran di Madrasah Semakin Kreatif

Advetorial

26 Calon Taruna STTD Polbit Tanjab Barat Ikuti Pembekalan