by

Awas!!! Rampok Mengaku Dabt Collector Leasing Motor Muncul di Tungkal, Bagini Modusnya

Ilisutrasi Diduga Rampok Mengaku Dabt Collector Leasing Motor Menghadang Pemilik Motor di Jalan
Ilisutrasi Diduga Rampok Mengaku Dabt Collector Leasing Motor Menghadang Pemilik Motor di Jalan

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Sepeda motor milik Romi (32), salah seorang jurnalis media cetak yang bertugas di Kabupaten Tanjab Barat, Jambi nyaris raib. Pasalnya roda dua jenis Yamaha Vega ZR warna hitam miliknya, hendak dirampas dua orang mengaku Debt Collector (penagih hutang) leasing kendaraan.

Peristiwa ini terjadi saat Romi melakukan tugas peliputan di Kawasan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanjab Barat, Kamis (24/11/16) siang.

Romi dicegat oleh dua pria berpostur tubuh tinggi besar dan kekar mengendarai sepeda motor gede tersebut.

“Saya didatangi oleh dua orang yang ngakunya dari eksternal (Debt Collector) mau narik motor. Tapi mereka tidak menunjukan identitas dan surat pengantar dari eksternalnya sendiri,” kata Romi.

Romi mengungkapkan, nomor rangka dan plat motornya yang dicek sesuai dengan catatan yang mereka miliki. Dua pria yang diduga perampok sepeda motor bermoduskan debt collector ini mengatakan, sepeda motor yang dimiliki Romi telah menununggak pembayaran alias terdapat catatan hutang.

“Mereka bertanya bahwa plat motor ini plat motor kau bukan, saya jawab iya. Dan mereka juga menceritakan kronologis bahwa motor saya nunggak, padahal motor saya ini baru saya bayar awal bulan ini (November 2016), dan motor saya pengambilan di Jambi, bukan Tungkal. Mereka mau narik motor saya,” ungkapnya.

Selain sepeda motor milik romi yang nyaris raib, ternyata kedua pria mengaku debt collector ini telah banyak menarik kendaraan roda dua milik warga Kuala Tungkal yang menunggak pembayaran.

Romi menduga mereka adalah kawanan Rampok sepeda motor dengan modus baru. Dia pun menghimbau kepada masyarakat agar jeli dan waspada supaya tidak tertipu dengan modus seperti ini.

“Mereka ngakunya sudah banyak narik di Tungkal ini, mereka tidak menunjukan surat dari pengadilan dana nama perusahaan. Mereka cuma nunjukan data di HP yang berisi nama-nama plat motor yang menunggak, bahkan mereka juga meminta uang seberapa ada saja dulu, karena tidak saya beri mereka pergi begitu saja,” terangnya.*EKO

Editor : Tim Redaksi