YTUBE
Warga Jambi Terus Dihantui Kemacetan Akibat Akngkutan Batu Bara Sempat Tertunda, Turnamen Bupati Cup 2022 Kembali Dilanjutkan Danrem 042/Gapu Berharap RS DKT Semakin Maju dan Berkembang Polresta Selidiki Pencurian Fasilitas PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Wakili Pemuda Seberang, Hafiz Alatas Apresiasi Respon Cepat Polda Jambi Salurkan 9 Ton Air Bersih

Home / Advetorial

Selasa, 29 Januari 2019 - 16:11 WIB

Bersama 7 Bupati, Safrial Tandatangani Deklarasi Kawasan Konservasi

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr Ir H Safrial, MS bersama 7 Kepala Daerah yang masuk dalam Daerah Kawasan Konservasi menandatangani Deklarasi Kaukus Kabupaten Konservasi di Bone Bolongo, Selasa (29/01/19).

Ketujuh kepala daerah tersebut ialah Bupati Tanjab Barat DR. Ir. H. Safrial, MS, Bupati Bone Bolango, Bupati Halmahera Timur Muhammad Din, Bupati Manokwari Selatan, Wempi Rengkung, Wabup Tojounauna, Admis A.S Lasimpala, Wabup Sumba Tengah, Danial Landa, Wabup Luwu Utara, Muh Thahar Rum dan Sekretaris Kabupaten Bolaang Mogondow, Tahlis Galang.

Penandatangan kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari tindak lanjut isu tentang kabupaten konservasi yang telah dimulai sejak tahun 2004 lalu.

BACA JUGA :  Satu Atlet FPTI Tanjabbar Wakili Jambi di Kejurnas KU di Situbondo Jatim

Dijelaskan pula komitmen berasama antara daerah ini muncul menyusul adanya kebijakan otonomi penyelenggaraan sektor kehutanan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Urgensi pembentukan Kabupaten konservasi tersebut mulai terasa dibutuhkan disebabkan oleh lemahnya kemampuan daerah dan pusat dalam mengendalikan kerusakan sumber daya alam (SDA).

Dimana selama ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerja secara parsial dalam pengelolaan SDA pemerintah daerah yang mempunyai kawasan konservasi dimana merasa terbebani dengan keberadaan kawasan konservasi yang berada di wilayah administrasi sementara setiap tahunnya kawasan konservasi yang berada di wilayah kabupaten mengalami degradasi.

“Berdasarkan hal tersebut kami mewakili wilayah yang mempunyai sumber daya hutan dan seluruh Indonesia mendeklarasikan satu pendorong kebijakan Kabupaten Konservask dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN Periode 2020-2025). Sehingga kedepannya bisa menjadi program Nasional,” ujar Bupati Tanjabbar Safrial bersama 7 Kepala Daerah, Selasa (29/1/2019).

BACA JUGA :  Bupati Tanjabbar Apresiasi SMAN 1 Expo 2022, Pelajar Kreatif Manfaatkan Produk Lokal

Tahapan berikutnya, mendorong isu kebijakan Kabupaten konservasi bukan menjadi sebatas isu sektoral dan mendorong reformasi instrumen kebijakan Kabupaten konservasi di daerah berdasarkan karakteristik sumber daya alam yg dimiliki.

“Karena Pemerintah Daerah yang mempunyai kawasan konservasi sekaligus berkomitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan kawasan konservasi daerah,” tandas Safrial secara bersama kemarin.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Advetorial

Fachrori Imbau Pengelola dan Santri Turut Mencegah Penyebaran Virus Corona Di Kingkungan Pesantren

Advetorial

Pastikan Perbaikan Jalan Lancar, Bupati Tanjab Barat Turun Langsung ke Lokasi

Advetorial

Bupati Tanjabbar Terima Penghargaan Tanda Jasa Bakti Koperasi dan UKM 2019

Advetorial

Sambut HUT Dispenad Ke-70 di Tengah Pandemi, Penrem Gapu Berbagi Sesamo

Advetorial

Sekda, Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) Harus Diawasi Dengan Ketat

Advetorial

Kapolres Tanjab Barat Hadiri Pelantikan Pimpinan DPRD Definitif

Advetorial

Bupati dan Jajaran Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 22 Tiba Di Kuala Tungkal

Advetorial

Wabup Bersama Dandim 0419/Tanjab Tinjau Lokasi Sasaran TMMD 113 Tahun 2022