indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Damkar Cepat Datang, Rumah Warga di Kelapa Gading yang Terbakar Berhasil Dipadamkan Waspada PMK, Polres Bungo Bersama Dinas Peternakan Suntik Vitamin ke Hewan Ternak Bupati Masnah Resmikan Gedung Pelayanan Administrasi Terpadu Kantor Camat Sungai Gelam Bupati Masnah Lantik Ketua dan Pengurus PKK Desa se Kecamatan Sungai Gelam Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya

Home / Advetorial

Selasa, 29 Januari 2019 - 16:11 WIB

Bersama 7 Bupati, Safrial Tandatangani Deklarasi Kawasan Konservasi

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr Ir H Safrial, MS bersama 7 Kepala Daerah yang masuk dalam Daerah Kawasan Konservasi menandatangani Deklarasi Kaukus Kabupaten Konservasi di Bone Bolongo, Selasa (29/01/19).

Ketujuh kepala daerah tersebut ialah Bupati Tanjab Barat DR. Ir. H. Safrial, MS, Bupati Bone Bolango, Bupati Halmahera Timur Muhammad Din, Bupati Manokwari Selatan, Wempi Rengkung, Wabup Tojounauna, Admis A.S Lasimpala, Wabup Sumba Tengah, Danial Landa, Wabup Luwu Utara, Muh Thahar Rum dan Sekretaris Kabupaten Bolaang Mogondow, Tahlis Galang.

Penandatangan kesepakatan bersama ini merupakan bagian dari tindak lanjut isu tentang kabupaten konservasi yang telah dimulai sejak tahun 2004 lalu.

BACA JUGA :  Korban Kebakaran di Senyerang Menerima Bantuan

Dijelaskan pula komitmen berasama antara daerah ini muncul menyusul adanya kebijakan otonomi penyelenggaraan sektor kehutanan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Urgensi pembentukan Kabupaten konservasi tersebut mulai terasa dibutuhkan disebabkan oleh lemahnya kemampuan daerah dan pusat dalam mengendalikan kerusakan sumber daya alam (SDA).

Dimana selama ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerja secara parsial dalam pengelolaan SDA pemerintah daerah yang mempunyai kawasan konservasi dimana merasa terbebani dengan keberadaan kawasan konservasi yang berada di wilayah administrasi sementara setiap tahunnya kawasan konservasi yang berada di wilayah kabupaten mengalami degradasi.

“Berdasarkan hal tersebut kami mewakili wilayah yang mempunyai sumber daya hutan dan seluruh Indonesia mendeklarasikan satu pendorong kebijakan Kabupaten Konservask dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN Periode 2020-2025). Sehingga kedepannya bisa menjadi program Nasional,” ujar Bupati Tanjabbar Safrial bersama 7 Kepala Daerah, Selasa (29/1/2019).

BACA JUGA :  Gudang Pengolahan Sabut Kelapa Bahan Industri Kerajinan Desa Karya Maju Terbakar

Tahapan berikutnya, mendorong isu kebijakan Kabupaten konservasi bukan menjadi sebatas isu sektoral dan mendorong reformasi instrumen kebijakan Kabupaten konservasi di daerah berdasarkan karakteristik sumber daya alam yg dimiliki.

“Karena Pemerintah Daerah yang mempunyai kawasan konservasi sekaligus berkomitmen untuk menjadi bagian dari pembangunan kawasan konservasi daerah,” tandas Safrial secara bersama kemarin.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Advetorial

Al Haris-Abdullah Sani Resmi Dilantik Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Terima Audiensi Persatuan Anggota BPDSI Tanjab Barat

Advetorial

Bupati Safrial Jadi Irup Serah Terima Tonting YWPJ Etape Ke 6 Di Merlung

Advetorial

Persit Korem 042/Gapu Gelar Tatap Muka dan Siraman Rohani

Advetorial

Sosialisasi P4GN ke ASN dan Kades se Kecamatan Muara Papalik, Ini Kata Kepala BNNK Tanjab Timur

Advetorial

Pimpin Apel Gelar Pasukan, Kapolres Tanjabbar Sampaikan Beberapa Poin Penting Kesiapan Penanggulangan Bencana

Advetorial

Buka Rakorda MUI; Sekda, MUI Dapat Rumuskan Program Kerja Realistis Dan Implementatif

Advetorial

Jumat Berkah, Ibu Hetty Andika Perkasa bersama Persit KCK di Jambi Bagikan Paket Sembako