YTUBE
Ditinggal Pergi Jualan, Rumah Warga di Tebing Tinggi Terbakar Bupati Tanjabbar Pimpin Upacara HUT Pramuka Ke-61 Kurang dari 24 Jam Pelaku Pembacokan Sesama Supir di Lingkar Selatan Diringkus Polisi Kapolsek ; Motif Pembacokan Sesama Sopir di Lingkar Selatan Masalah Pribadi Kajari : Kami Berharap PWI Memberikan Informasi Juga Edukasi

Home / Advetorial / Nasional

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:52 WIB

Bupati Safrial Jadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta

JAKARTA – Bupati Safrial menjadi narasumber di Focus Group Discussion Revitalisasi Kemitraan Program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) di Aula Grand Sahid Jaya – Jakarta, Selasa (18/6/2019)

SafrIal menjadi Narasumber dalam Peran kepala daerah dalam mensukseskan kemitraan program desa Makmur peduli api dengan mengembangkan potensi kompos sebagai produk unggulan kawasan pedesaan.

Pada kesempatan tersebut bupati menyampaikan gambaran umum kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Jambi.

“Potensi wilayah kabupaten Tanjab Barat merupakan kawasan strategis dari sudut ekonomi, kepentingan sosial dan budaya, serta lingkungan,” terangnya.

Potensi lain seperti perkebunan seperti kelapa dalam (54.737 ha), kelapa sawit (63.554 ha), kopi (2.873 ha) dan potensi alam berupa bakau dan gambut.

Safrial menyampaikan program peduli api dengan menggalakkan kelompok-kelompok masyarakat.

BACA JUGA :  Hairan Pastikan Jalan dan Jembatan di Lubuk Bernai Bisa Dilalui

“Kita buat kelompok masyarakat peduli api, seperti Satgas KARHUTLA di tiap Kecamatan (Terdiri dari Unsur Muspika), Pos Pemadam Kebakaran di dua Kecamatan Tungkal Ilir dan Pengabuan,  DESTANA (Desa Tangguh Bencana), SIGAHKAR (Siaga Pencegahan Kebakaran),” katanya.

Sementara untuk potensi produk unggulan kawasan pedesaan (Purkades) seperti Pupuk Kompos dari Limbah Sawit, memenuhi kebutuhan kompos dari Perusahaan HTI sebesar 15.000 s.d 18.000 ton per bulan.

Lokasi yang menjadi Prukades dengan produk unggulan terdiri dari Kompos berada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Dari sembilan desa yang berada di Tebing Tinggi yang ditetapkan tiga desa sebagai kawasan kompos, yaitu Desa Dataran Kempas, Desa Delima, dan Desa Purwodadi,” terangnya.

BACA JUGA :  Sekda Himbau Jangan Percaya Oknum dan Memberikan Uang Untuk Kelulusan Rekrutmen PPPK

Kedepannya kompos akan dibuat dalam bentuk granular lebih (butiran / biji) memudahkan pemasaran karena lebih diminati. Membuat kemasan standar untuk dijual di pasar umum atau pasar rakyat.

Produksi perbulan 3.200 ton, harga dasar Rp1.135, – per kilo maka omset perbulan dari prukades kompos adalah 3,6 Milyar per bulan atau 43,2 Milyar Pertahun PAD (Pendapatan Asli Desa) di APBDes Tahun 2018, Desa Dataran Kempas sebesar Rp. 73 Juta, Sementara desa Delima sebesar Rp. 135 Juta

Dengan Prukades Kompos berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan.

Sejak dimulainya usaha produksi kompos 6 oktober 2016) lalu memiliki dampak sosial terhadap angka kriminal pencurian tandan sawit  di kawasan prukades menjadi berkurang bahkan tidak ada. (Hms)

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemkab Tanjab Barat Gelar Upacara HUT Kabupaten ke 56

Nasional

BPS Buka Lowongan 247 Ribu Petugas Sensus

Nasional

Ini Formasi CPNS 2019 Jambi, Riau, Sumbar dan Sumsel

Advetorial

Dandim 0419/Tanjab Serahkan Penghargaan Pangdam II/Sriwijaya kepada Bupati Tanjabbar

Advetorial

Sekda Ambok Tuo Serahkan Bantuan Untuk Korban Musibah Kebakaran Kampung Nelayan

Nasional

Tujuh Kepala Daerah Habis Masa Jabatan Tahun Ini

Nasional

Oknum Gunakan Identitas Ketum PWI Pusat untuk Lakukan Penipuan

Pilihan Editor

Pangdam Sriwijaya Sambut Kepulangan 400 Pasukan Yonif Raider 142/KJ dari Pamtas RI-RDTL ST