YTUBE
Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Jambi Launching ‘NasDem Memanggil’ Polsek Bangko Amankan Pelaku Pencurian Sepeda BMX Clarion Dalam 2 Pekan, Satnarkoba Polres Tanjab Timur Ungkap 3 Kasus Narkoba dengan 4 Tersangka PN Jambi Tolak Praperadilan Kasus BBM PT. Jambi Tulo Tiga Pemuda Kota Jambi Diamankan Polisi Atas Kepemilikan 1.925 Gram Ganja

Home / Advetorial / Nasional

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:52 WIB

Bupati Safrial Jadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta

JAKARTA – Bupati Safrial menjadi narasumber di Focus Group Discussion Revitalisasi Kemitraan Program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) di Aula Grand Sahid Jaya – Jakarta, Selasa (18/6/2019)

SafrIal menjadi Narasumber dalam Peran kepala daerah dalam mensukseskan kemitraan program desa Makmur peduli api dengan mengembangkan potensi kompos sebagai produk unggulan kawasan pedesaan.

Pada kesempatan tersebut bupati menyampaikan gambaran umum kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Jambi.

“Potensi wilayah kabupaten Tanjab Barat merupakan kawasan strategis dari sudut ekonomi, kepentingan sosial dan budaya, serta lingkungan,” terangnya.

Potensi lain seperti perkebunan seperti kelapa dalam (54.737 ha), kelapa sawit (63.554 ha), kopi (2.873 ha) dan potensi alam berupa bakau dan gambut.

Safrial menyampaikan program peduli api dengan menggalakkan kelompok-kelompok masyarakat.

BACA JUGA :  Kata Djasman Pandjaitan Terkait Tuntutan JPU Kepada Para Terdakwa Pembunuhan Brigadir J

“Kita buat kelompok masyarakat peduli api, seperti Satgas KARHUTLA di tiap Kecamatan (Terdiri dari Unsur Muspika), Pos Pemadam Kebakaran di dua Kecamatan Tungkal Ilir dan Pengabuan,  DESTANA (Desa Tangguh Bencana), SIGAHKAR (Siaga Pencegahan Kebakaran),” katanya.

Sementara untuk potensi produk unggulan kawasan pedesaan (Purkades) seperti Pupuk Kompos dari Limbah Sawit, memenuhi kebutuhan kompos dari Perusahaan HTI sebesar 15.000 s.d 18.000 ton per bulan.

Lokasi yang menjadi Prukades dengan produk unggulan terdiri dari Kompos berada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Dari sembilan desa yang berada di Tebing Tinggi yang ditetapkan tiga desa sebagai kawasan kompos, yaitu Desa Dataran Kempas, Desa Delima, dan Desa Purwodadi,” terangnya.

BACA JUGA :  Terendam Banjir, Lapas Kelas IIA Manado Evakuasi Warga Binaan

Kedepannya kompos akan dibuat dalam bentuk granular lebih (butiran / biji) memudahkan pemasaran karena lebih diminati. Membuat kemasan standar untuk dijual di pasar umum atau pasar rakyat.

Produksi perbulan 3.200 ton, harga dasar Rp1.135, – per kilo maka omset perbulan dari prukades kompos adalah 3,6 Milyar per bulan atau 43,2 Milyar Pertahun PAD (Pendapatan Asli Desa) di APBDes Tahun 2018, Desa Dataran Kempas sebesar Rp. 73 Juta, Sementara desa Delima sebesar Rp. 135 Juta

Dengan Prukades Kompos berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan.

Sejak dimulainya usaha produksi kompos 6 oktober 2016) lalu memiliki dampak sosial terhadap angka kriminal pencurian tandan sawit  di kawasan prukades menjadi berkurang bahkan tidak ada. (Hms)

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Tetapkan Tanggal 22 Mei, PNS dan Pegawai BUMN Tetap Masuk

Advetorial

Apresiasi Program Gas Poll Cegah Karhutla Polres Tanjabbar, Bupati; Akan Kita Lombakan Antar Desa

Nasional

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J di Dua Lokasi, Seluruh Tersangka Dihadirkan

Advetorial

Bupati Tanjabbar Terima 35 Sertifikat Tanah Aset Pemda dari BPN

Advetorial

Didapuk sebagai Mitra Pendukung KKN Kebangsaan dan Bersama Tahun 2021, PetroChina Raih Penghargaan

Advetorial

Bupati Anwar Sadat Serahkan 146 SK Pengangkatan PNS Pemkab Tanjab Barat

Advetorial

Danrem 042/Gapu Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-75 di Polda Jambi

Advetorial

Kecamatan Bram Itam Raih Juara Umum Lomba PKK pada Jambore Kader PKK