LIVETV
Kunjungi RS DKT Jambi, Ini yang Disampaikan Menko PMK Muhajir Makmurkan Masjid, BKPRMI Jambi Luar Kota Gelar Yasinan Bulanan Rutin Danrem 042/Gapu Dampingi Menko PMK Sambangi RS Dr. Bratanata Jambi Ulil Amri, Anggota DPRD Muaro Jambi Aktif Kunjungi Kegiatan Vaksinasi PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Jaluko Periode 2020-2023 Dikukuhkan

Home / Advetorial / Nasional

Selasa, 18 Juni 2019 - 09:52 WIB

Bupati Safrial Jadi Nasasumber FGD Revitalisasi Kemitraan Program Prukades di Jakarta

JAKARTA – Bupati Safrial menjadi narasumber di Focus Group Discussion Revitalisasi Kemitraan Program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) di Aula Grand Sahid Jaya – Jakarta, Selasa (18/6/2019)

SafrIal menjadi Narasumber dalam Peran kepala daerah dalam mensukseskan kemitraan program desa Makmur peduli api dengan mengembangkan potensi kompos sebagai produk unggulan kawasan pedesaan.

Pada kesempatan tersebut bupati menyampaikan gambaran umum kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terletak di pesisir pantai timur Provinsi Jambi.

“Potensi wilayah kabupaten Tanjab Barat merupakan kawasan strategis dari sudut ekonomi, kepentingan sosial dan budaya, serta lingkungan,” terangnya.

BACA JUGA :  MK Nyatakan UU Cipta Kerja Bertentangan dengan UUD 1945

Potensi lain seperti perkebunan seperti kelapa dalam (54.737 ha), kelapa sawit (63.554 ha), kopi (2.873 ha) dan potensi alam berupa bakau dan gambut.

Safrial menyampaikan program peduli api dengan menggalakkan kelompok-kelompok masyarakat.

“Kita buat kelompok masyarakat peduli api, seperti Satgas KARHUTLA di tiap Kecamatan (Terdiri dari Unsur Muspika), Pos Pemadam Kebakaran di dua Kecamatan Tungkal Ilir dan Pengabuan,  DESTANA (Desa Tangguh Bencana), SIGAHKAR (Siaga Pencegahan Kebakaran),” katanya.

Sementara untuk potensi produk unggulan kawasan pedesaan (Purkades) seperti Pupuk Kompos dari Limbah Sawit, memenuhi kebutuhan kompos dari Perusahaan HTI sebesar 15.000 s.d 18.000 ton per bulan.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenkumham Jambi Jelaskan Terkait Nama Aplikasi SABU yang Viral

Lokasi yang menjadi Prukades dengan produk unggulan terdiri dari Kompos berada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Dari sembilan desa yang berada di Tebing Tinggi yang ditetapkan tiga desa sebagai kawasan kompos, yaitu Desa Dataran Kempas, Desa Delima, dan Desa Purwodadi,” terangnya.

Kedepannya kompos akan dibuat dalam bentuk granular lebih (butiran / biji) memudahkan pemasaran karena lebih diminati. Membuat kemasan standar untuk dijual di pasar umum atau pasar rakyat.

Produksi perbulan 3.200 ton, harga dasar Rp1.135, – per kilo maka omset perbulan dari prukades kompos adalah 3,6 Milyar per bulan atau 43,2 Milyar Pertahun PAD (Pendapatan Asli Desa) di APBDes Tahun 2018, Desa Dataran Kempas sebesar Rp. 73 Juta, Sementara desa Delima sebesar Rp. 135 Juta

BACA JUGA :  Jumlah PTT Capai 6.100, Pemkab Batanghari Bentuk Pansel Evaluasi Kebutuhan Tiap OPD

Dengan Prukades Kompos berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dengan menurunnya angka kemiskinan.

Sejak dimulainya usaha produksi kompos 6 oktober 2016) lalu memiliki dampak sosial terhadap angka kriminal pencurian tandan sawit  di kawasan prukades menjadi berkurang bahkan tidak ada. (Hms)

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Advetorial

TNI-Polri Bersama Nelayan di Tanjabbar Peringati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 75 di Atas Laut

Advetorial

Pembukaan MTQ Ke-21 Kelurahan Tungkal Harapan Berlangsung Meriah

Tanjab Barat

Syukuran HUT Polwan ke 72, Kapolres Tanjab Barat Potong Nasi Tumpeng

Advetorial

Kapolres Tanjab Barat yang Baru Disambut dengan Tradisi Adat dan Pedang Pora

Advetorial

Wabup Hadiri Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal

Berita

Waspada, BMKG Sebut Jambi Masih Berpotensi Hujan Lebat

Advetorial

Fachrori Ajak Wiusdawan UNBARI Terus Tingkatkan Kompetensi

Nasional

Kominfo Masih Dalami Dugaan Kebocoran Data 279 Juta Penduduk RI