indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Bupati Masnah Lantik Ketua dan Pengurus PKK Desa se Kecamatan Sungai Gelam Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya Bupati Muaro Jambi Pengukuhan Adat 8 Kepala Desa se Kecamatan Sungai Gelam Gudang Pengolahan Sabut Kelapa Bahan Industri Kerajinan Desa Karya Maju Terbakar UMi Bantu Akses Pembiayaan Kelompok Rentang di Balik Usaha Mikro

Home / Pendidikan

Selasa, 10 September 2019 - 08:28 WIB

Cerita Para Dosen dan Guru di Jambi Belajar Membuat Big Book, Mengaku Awalnya Sulit

FOTO : Dok. Istimewa Humas Tanoto

FOTO : Dok. Istimewa Humas Tanoto

JAMBI – Kemampuan memahami bacaan bagi siswa kelas awal sekolah dasar yang rendah harus menjadi perhatian semua pihak. Guru dan dosen perlu membuat media yang murah dan mudah dibuat agar siswa di kelas awal sekolah dasar memahami makna isi bacaan.

Hal tersebut diungkapkan fasilitator nasional kelas awal Sekolah Dasar Program PINTAR Tanoto Foundation, Dr. Yeti Heryati yang mengatakan rendahnya kemampuan membaca siswa sangat dipengaruhi metode pembelajaran yang dijalankan guru. Pada umumnya siswa kelas rendah di sekolah dasar diajar membaca dengan cara menghafal.

“Anak-anak kita tidak begitu kesulitan mengenali huruf, tapi kalau diminta memaknai isi bacaan, anak-anak kita biasanya lemah,” tutur Yeti, di Jambi, beberapa waktu lalu.

Yeti mengatakan dibutuhkan perubahan metode agar bisa meningkatkan kemampuan membaca. Siswa harus diajar mengenali huruf, mampu membaca kalimat dan mengetahui maknanya sekaligus.

“Guru harus merancang media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Salah satunya dengan pembuatan Big Book,” tegasnya.

Disebut Big Book karena ukurannya jauh lebih besar dari buku umumnya. Big Book berisi kalimat-kalimat sederhana dan gambar-gambar yang mengilustrasikan isi kalimat.

“Karena tulisannya besar-besar dan standar untuk kelas awal, maka siswa jauh lebih gampang mengenali abjad, huruf dan kata,” tukas Yeti.

Share :

Baca Juga

Covid-19

Dampak Covid-19 Guru di Jambi Saling Berbagi RPP Daring

Pendidikan

Mulai Besok, SMA Negeri 1 Tanjab Barat Laksanakan KBM Tatap Muka

Pendidikan

SMPN 2 Kuala Tungkal Menangkan Beberapa Lomba di Perlombaan Dinas Parpora 2019

Daerah

Beragam Cara Bikin Siswa di Tanjab Barat Bahagia Selama Pandemi, Dari Bikin Saku Belajar Sampai Bercita-Cita Jadi Youtuber

Pendidikan

Pauzan Najri Harapkan Ini Usai Deklarasi dan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di SMPN 2 Kuala Tungkal

Pendidikan

Tanoto Foundation Buka Beasiswa TELADAN

Pendidikan

Kemendikbud-Ristek Keluarkan Surat Edaran Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan

FKIP Siap Cetak Guru Handal, Begini Strateginya