YTUBE
Senkom Tanjabbar Jambi Kunjungan Studi ke Senkom Kota Batam Terjatuh, ABK TugBoat PT KBPC Tenggelam di Sungai Batanghari Sekda Lantik 26 Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Nama-Namanya Hadiri HPN 2023, Gelombang Kedua Delegasi SMSI Jambi Bertolak Menuju Medan Kapolsek Tungkal Ilir Pergi ke Sekolah MAS Radiyatul Jannah Menyampaikan Pesan Kamtibmas

Home / Kesehatan

Kamis, 19 September 2019 - 13:12 WIB

Dari Agustus, 478 Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA

KUALA TUNGKAL – Dari Laporan Bulanan Program Dengendalian ISPA dari 16 pukesmas se Tanjab Barat, per bulan Agustus 2019. Dinas Kesehatan Tanjab Barat mencatat sebanyak 478 balita terserang ISPA.

Dihawatirkan, dengan makin pekatnya kabut asap yang melanda wilayah Tanjab Barat dan sekitarnya selama sebulan terahir, jumlah penderita ispa husuanya balita akan terus bertambah.

Kabid P2PL Dinas Kesehatan Tanjab Barat dr. Johannes didampingi tim ahli Junaidi, SKM memaparkan, jumlah penduduk balita se Tanjab Barat banyak 32.834 jiwa. Data itu diambil dari bulan Agustus.

“Di bulan Agustus memang penderita ISPA hususnya balita mencapai 478 jiwa. Dan semua sudah mendapat penanganan dari Pukesmas terdekat,” paparnya.

Disebutkan untuk penderita ISPA bayi urang dari 1 tahun sebanyak 55 berjenis kelamin laki laki, dan perempuan 66 bayi. Sedangkan balita berusia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun sebanyak 164 laki laki dan perempuan 193 dengan total keseluruhan mencapai 478 orang.

“Untuk usia diatas 5 tahun, laki laki 401 perempuan 425 total 826. Dan kemungkinan jumlah ini akan bertambah mengingat kondisi kabut asap makin hari makin pekat,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk bulan September 2019 pihaknya baru menerima laporan mingguan pengendalian ISPA. Dan data rinci akan diserahkan pada ahir bulan.

“Untuk laporan bulan September minggu pertama sebanyak 913 dan minggu ke dua 894 , dengan total 1.807 penderita ISPA. Untuk rincianya belum kita terima,” tambahnya.

Ia menghimbau, kesadaran masyarakat husuanya orang tua sangat berperan penting mencegah ISPA terhadap anak. Dengan membatasi aktifitas anak di luar ruangan, selaku mengunakan masker, dan mengkonsumsi makanan bergizi.

“Pencegahan bisa dilakukan. Melalui kesadaran dan pengawasan masyarakat hususnya orang tua sangat berperan dalam mengantisipasi kondisi ini,” tutupnya. (Her)

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Dinkes Tanjab Barat Tetap Waspada dengan Kasus DBD 

Investigasi

Empat Wilayah Ini Masuk dalam Kategori Rawan Endemis Demam Berdarah

Kesehatan

5 Tips Merawat Wajah Sebelum Tidur

Kesehatan

Kadis Naker, Belum Ditemukan TKA di Tanjabbar Terjangkit Virus Corona

Covid-19

Kondisi Terkini Wali Kota Jambi yang Positif COVID-19

Kesehatan

Petugas Posyandu Matahari Akan Visitasi ke Rumah Balita Ini

Kesehatan

Waspada Cacar Monyet, Dinkes Minta Warga Terapkan PHBS

Kesehatan

HKN Ke 54, Pemkab Tanjab Barat Berikan Penghargaan Kepada Tenaga Kesehatan Teladan