MUARO JAMBI – Dua orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kabarnya diperiksa oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Kedua ASN tersebut diperiksa diduga terafiliasi masuk organisasi terlarang atau teroris.
Kapala Kantor Kesbangpol Kabupaten Muaro Jambi, Kemas Ismail mengakui adanya kedatangan Tim Densus 88 Anti Teror di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami dapat data dari Densus 88 ada dua oknum ASN yang diduga terafiliasi masuk dalam organisasi terlarang,” kata Kemas dilangsir sindonews.com, Rabu (17/7/24).
Kemas menjelaskan, berdasarkan informasi Densus 88 Dua oknum ASN terduga itu satu dibawah dinas kesehatan dan satunya lagi dibawah dinas pendidikan Kabupaten Muarojambi.
“Benar dua ASN tersebut berada di Muaro Jambi,” tegasnya.
Untuk memastikan informasi tersebut, kata Kemas pihaknya akanberkoordinasi dengan pihak Densus 88.
Diakuinya, Tim Densus 88 juga turun langsung mendatangi ke tempat dinas dua orang bekerja. Bahkan juga menemui kepala dinasnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga menemui dua wanita oknum ASN tersebut.
Dari hasil keterangan yang didapat, bahwa anaknya pernah sekolah di Pondok Pesantren Al Zaitun pimpinan Panji Gumilang.
”Tapi anaknya sudah selesai sekolah dari sana, sekarang lagi melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Namun begitu, dia menilai informasi masih belum pasti lantaran kasus ini masih dalam pendalaman Tim Densus 88.
”Kita selaku pemda tetap melakukan pembinaan-pembinaan serta pengawasan,” jelaslnya.**
Penulis : Angah
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lintastungkal