Dituntut 8 Tahun Penjara Kuat Ma’ruf  Menangis

- Redaksi

Selasa, 17 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J saat Sidang Tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/23). FOTO : Kompas.com

Terdakwa Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J saat Sidang Tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/23). FOTO : Kompas.com

JAKARTA – Terdakwa Kuat Ma’ruf, dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Sopir keluarga Ferdy Sambo diyakini jaksa bersama-sama dengan Ferdy Sambo dkk melakukan pembunuhan berencana Brigadir N Yosua Hutabarat.

“Menuntut agar supaya majelis hakim yang mengadili terdakwa Kuat Ma’ruf bersalah melakukan tindak pidana,” ujar jaksa penuntut umum saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/1/23).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” imbuh jaksa.

Kuat diyakini jaksa melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Jaksa juga menyatakan tak ada alasan pemaaf bagi Kuat Ma’ruf.

Mendengar tuntutan itu, Kuat Ma’ruf terlihat beberapa kali menyeka bagian mata, lalu memakai maskernya.

Jaksa mengatakan hal memberatkan bagi Kuat adalah perbuatannya menghilangkan nyawa Yosua, berbelit-belit dan tidak menyesali perbuatan.

Hal meringankan adalah Kuat sopan di persidangan, belum pernah dihukum, dan hanya mengikuti kehendak jahat pelaku lain.

Jaksa mengatakan Kuat Ma’ruf sudah mengetahui rencana penembakan Yosua. Hal itu terbukti dengan inisiatif dan kehendak sendiri membawa pisau di dalam tas selempangnya.

Brigadir N Yosua Hutabarat merupakan ajudan Ferdy Sambo yang kala itu menjabat Kadiv Propam Polri. Yosua dibunuh pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo.

Pembunuhan ini awalnya coba ditutupi dengan skenario ‘tembak menembak’ antara Yosua dan Bharada Eliezer karena diawali pelecehan terhadap istri Sambo, Putri Candrawathi.

Belakangan, polisi menyatakan tak ada pelecehan di rumah dinas Ferdy Sambo.(red)

Apa Penadapat Anda Terkait Berita Ini?

Berita Terkait

Program Makan Siang Gratis yang Bergizi Membuat Warga Masyarakat Jadi Tidak Mandiri
PN Bandung Nayatakan Pegi Setiawan tak Bersalah, Begini Respon Polda Jabar
Pengadilan Nyatakan Status Tersangka Pegi Setiawan Tidak Sah, Hakim Perintahkan Polda Jabar Bebaskan Pegi
Adhyaksa Award 2024, Wujud Apresiasi Kinerja Kejaksaan RI oleh Masyarakat Indonesia
Menteri Pertanian Puji Dedikasi Arie Triyono dalam Pengembangan Peternakan Lokal demi Wujudkan Swasembada Daging dan Susu
Jokowi Perintahkan BPKP Audit Tata Kelola PDN Imbas Seragan Ransomware
Perang Melawan Bandar, Satgas ‘Judi Online’ Libatkan Interpol
Uang Titipan BI Sebesar Rp 1,5 Miliar Raib Diagasak Pegawai Bank untuk Judi Online
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 17:43 WIB

Program Makan Siang Gratis yang Bergizi Membuat Warga Masyarakat Jadi Tidak Mandiri

Senin, 8 Juli 2024 - 12:44 WIB

PN Bandung Nayatakan Pegi Setiawan tak Bersalah, Begini Respon Polda Jabar

Senin, 8 Juli 2024 - 10:59 WIB

Pengadilan Nyatakan Status Tersangka Pegi Setiawan Tidak Sah, Hakim Perintahkan Polda Jabar Bebaskan Pegi

Sabtu, 6 Juli 2024 - 09:54 WIB

Adhyaksa Award 2024, Wujud Apresiasi Kinerja Kejaksaan RI oleh Masyarakat Indonesia

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:34 WIB

Menteri Pertanian Puji Dedikasi Arie Triyono dalam Pengembangan Peternakan Lokal demi Wujudkan Swasembada Daging dan Susu

Berita Terbaru

Bupati Tanjab Barat Drs H Anwar Sadat, M. Ag jenguk Pasien di RSUD KH Daud Arif. FOTO : Ist

Berita

Masyarakat Tanjabbar Yang Ingin Berobat Cukup Bawa KTP

Senin, 22 Jul 2024 - 09:21 WIB