LIVETV
SMPN 2 Kuala Tungkal Lolos Sebagai Peserta KSN MTK Nasional Penyelundupan Part Mobil Tua Jenis Land Rover Digagalka Petugas Perbatasan Ivan Wirata Angkat Bicara Terkait Kelangkaan BBM Ini Motif dan Desain Seragam Batik KORPRI Terbaru Yonif Raider Khusus 732/Banau Laksanakan Vaksinasi Covid-19




Home / Covid-19

Rabu, 8 April 2020 - 23:43 WIB

Dukung Kebijakan PSBB, Safrial Himbau Warganya Tunda Mudik Ditengah Pandemi Covid-19

FOTO : Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial, MS

FOTO : Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial, MS

KUALA TUNGKAL – Presiden Joko Widodo tetapkan Corona Virus Disease atau Covid 19 sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedaruratan kesehatan dan harus dilakukan upaya penanggulangan, hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus disease covid-19.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo membolehkan kepala daerah untuk melakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus Corona seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB yang ditandatangani Jokowi.

Sebagai langkah mendukung kebijakan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial MS melalui rekamam video, menghimbau masyarakat untuk menunda pelaksanaan mudik dan bepergian ke luar daerah sampai wabah covid-19 benar-benar dinyatakan selesai.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk menunda pelaksanaan mudik dan bepergian sampai situasi normal kembali” ujar Bupati dalam video.

“Semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, dan kita semua diberikan kesehatan dan keselamata oleh Allah SWT,” Harap Bupati.

“Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19,” seperti dikutip dari PP yang mulai berlaku pada Selasa, 31 Maret 2020.

PP tersebut mengatur pembatasan sosial harus dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemologis, besarnya ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Pembatasan sosial itu paling sedikit meliputi tindakan berupa peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan kegiatan di tempat umum. Kebijakan meliburkan sekolah dan tempat kerja harus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan, produktivitas dan ibadah penduduk. Sementara pembatasan kegiatan di tempat umum harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.(hms)

Share :

Baca Juga

Covid-19

Pemprov Jambi Kembali Tambah 3 Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19

Covid-19

4 Kasus Positif Corona, Tanjabbar Jadi Kabupaten Terbanyak Kedua Setelah Kota Jambi

Covid-19

Keliling, RAPI Imbau Warga Pakai Masker dan di Rumah Saja

Covid-19

Makin Mengerikan, Hari Ini Pasien Positif Covid-19 di Jambi Kembali Bertambah 10 Orang

Covid-19

Mulai 1 April, Pelabuhan Roro Kuala Tungkal Resmi Ditutup Untuk Orang

Covid-19

Jelang Pelaksanaan Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Polres Tanjabbar Razia Kepatuhan Pakai Masker

Covid-19

Lagi, 3 Warga Kota Jambi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Covid-19

Pegawai KPP Pratama Kuala Tugkal Terpapar Covid-19, Wajib Pajak di Anjurkan Akses Pelayanan Pajak via Online