LIVE TV
Tidak Terawat, Akses Jembatan Hutan Mangrove Pangkal Babu pada Ambrol Segera Hadir HP Samsung M62 Usung Batre 7000 mAh Warga Bahar Selatan Serahkan Senpi Rakitan ke Polisi Imbas Penundaan Haji, Sejumlah JCH Tanjab Barat Tarik Setoran BPIH Terjaring Razia Prokes, Puluhan Warga Didenda

Home / Covid-19

Rabu, 8 April 2020 - 23:43 WIB

Dukung Kebijakan PSBB, Safrial Himbau Warganya Tunda Mudik Ditengah Pandemi Covid-19

FOTO : Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial, MS

FOTO : Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial, MS

KUALA TUNGKAL – Presiden Joko Widodo tetapkan Corona Virus Disease atau Covid 19 sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedaruratan kesehatan dan harus dilakukan upaya penanggulangan, hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden nomor 11 tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus disease covid-19.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo membolehkan kepala daerah untuk melakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus Corona seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB yang ditandatangani Jokowi.

Sebagai langkah mendukung kebijakan tersebut, Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial MS melalui rekamam video, menghimbau masyarakat untuk menunda pelaksanaan mudik dan bepergian ke luar daerah sampai wabah covid-19 benar-benar dinyatakan selesai.

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk menunda pelaksanaan mudik dan bepergian sampai situasi normal kembali” ujar Bupati dalam video.

“Semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu, dan kita semua diberikan kesehatan dan keselamata oleh Allah SWT,” Harap Bupati.

“Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19,” seperti dikutip dari PP yang mulai berlaku pada Selasa, 31 Maret 2020.

PP tersebut mengatur pembatasan sosial harus dilakukan berdasarkan pertimbangan epidemologis, besarnya ancaman, efektivitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Pembatasan sosial itu paling sedikit meliputi tindakan berupa peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan kegiatan di tempat umum. Kebijakan meliburkan sekolah dan tempat kerja harus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan, produktivitas dan ibadah penduduk. Sementara pembatasan kegiatan di tempat umum harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.(hms)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bagikan Sembako dan Masker, Kapolres dan Dandim Tanjab Sambangi Warga Ke Rumah-Rumah

Covid-19

Danrem 042 Gapu Dampingi Gubernur Jambi Serahkan Bantuan JPS Covid-19

Covid-19

Update Hari Ini : 2 Orang Meninggal dan 2 Orang Positif Virus Corona di Jambi

Covid-19

Tiga Daerah Jambi Berstatus Zona Merah Covid-19, Warga Diminta Disiplin Prokes

Covid-19

Ini 6 Butir Imbauan Resmi Perhimpunan Dokter Paru Soal Penularan Corona Lewat Udara

Covid-19

Terus Meningkat, Positif Covid-19 di Jambi Kembali Bertambah 3 Orang

Covid-19

1 Lagi Orang di Jambi Dinyatakan Positif Terkonfirmasi Covid-19

Covid-19

Kasrem 042/Gapu; 2000 APD dari Kemenkes Untuk Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi