LIVE TV
Danrem 042 Gapu Minta Perusahaan Perkebunan Sinergi Dalam Pengendalian Karhutla Kapolres Tanjabtim : Identitas Mayat Tinggal Tulang Dalam Pick Up di Kanal WKS Tunggu Hasil Forensik Ketua TP PKK Tanjab Barat Kunjungi Anak Menderita Gizi Buruk di RSUD KH Daud Arif Bupati Anwar Sadat Apresiasi Polres Tanjab Barat Dalam Penanganan Karhutla 87 Personil Kodim 0419/Tanjab Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

Home / Berita

Selasa, 15 Desember 2020 - 13:38 WIB

Gerhana Matahari Total Akan Muncul di Indonesia, Berikut Kata BMKG dan Lapan

FOTO : Ilustrasi Gerhana Matahari/Ist

FOTO : Ilustrasi Gerhana Matahari/Ist

KUALA TUNGKAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan Gerhana Matahari Total tidak terjadi setiap tahun.

Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Hendra Suwarta Suprihatin menuturkan GMT tergantung pada posisi Bulan, Bumi, dan Matahari.

“Di seluruh dunia, tidak bisa dikatakan terjadi setiap tahun karena tergantung posisi Bulan, Bumi, dan Matahari,” ujar Hendra seperti dilangsir dari laman CNNIndonesia.com, Senin (14/12/20).

Hendra menyampaikan GMT terdekat akan terjadi pada 2021.

Kemudian juga akan terjadi pada 2023, 2024, dan 2026. Namun, dia mengatakan GMT tidak terjadi di lokasi yang sama. Di lokasi yang sama, dia berkata akan berulang sekitar 350 tahun.

BACA JUGA :  Sumut Tuan Rumah Munas XIII BKPRMI

Di Indonesia, Hendra menuturkan GMT akan bisa disaksikan lagi pada 20 April 2023. Namun, dia mengatakan lokasinya berbeda dengan GMT di Indonesia pada Maret 2016.

Berdasarkan data, dia mencatat GMT pada 2023 terjadi saat berlangsungnya Gerhana Matahari Hibrida (GMH).

Lokasi GMT dan GMH pada tahun 2023 adalah di Nusa Tenggara Timur dan Papua.

“GMH adalah terlihatnya Gerhana Matahari Cincin di suatu daerah, yang di saat yang sama puncak gerhananya adalah Gerhana Matahari Total (GMT) di daerah atau lokasi lain di Bumi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kebun Terendam Banjir, Warga Sebrang Kota Minta Ganti Rugi ke PT PWS

Hendra menambahkan alasan warga Indonesia tidak bisa menyaksikan GMT hari ini. Dia menyebut hal itu terjadi karena lintasan GMT kali ini tidak melintasi Indonesia.

“Selain itu, Indonesia sudah malam atau matahari sudah terbenam saat terjadi GMT kali ini,” sebutnya.

Sementara melansir dari LAPAN, GMH akan terjadi pada 20 April 2023. Lokasi menyaksikan GMH adakah NTT dan Papua. Sedangkan GMT bisa disaksikan kembali di Indonesia pada 20 April 2042. Lokasi untuk menyaksikan GMT di Indonesia saat itu adalah di Sumatera dan Kalimantan.

BACA JUGA :  Hadiri Pencanangan WBBM Polres Tanjabbar, Wabup Hairan: Ini Sejalan dengan Keinginan Kita

Lapan menjelaskan bahwa GMT terjadi ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga membuat korona Matahari bisa dilihat saat puncak GMT.

Sedangkan GMH adalah gerhana yang oleh sebagian pengamat dapat dilihat sebagai antara GMT dan sebagian yang lain sebagai GMC.

“Gerhana campuran seperti ini cukup langka,” tulis Lapan.(Edt*)

Share :

Baca Juga

Berita

Yuk! Daftar PPS, KPU Lagi Perpanjang Masa Pendaftaran

Berita

Dahsyat! Tiga Srigala Goyang Pentas Muhibah Maritim Di Kota Kuala Tungkal

Berita

Bupati Safrial Ajak IKA SPG Jambi Jaga Silaturhami

Berita

Kapolres Tanjabbar Sambut dan Apresiasi Silaturahmi dan Audiensi PWI Tanjab Barat

Berita

Kabar Duka, Ayah Cek Endra, Bupati Sarolangun Tutup Usia

Berita

Jadwal Tes SKD CPNS Tanjab Barat Dikabarkan Diundur

Berita

HUT Satpam Ke 39, Waka Polres Tanjabbar Sampaikan Enam Himbauan Untuk Satpam

Berita

14 Hari Kedepan Polres Tanjab Barat Gelar Operasi Keselamatan 2019