KUALA TUNGKAL – Hari ini, Minggu, 24 Mei 2026, operasi pencarian terhadap dua pekerja yang hilang akibat runtuhnya jembatan dermaga di Sungai Limau, Desa Sungai Landak ,Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), resmi memasuki hari kelima. Sejak tragedi nahas yang terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 11.15 WIB lalu, keberadaan dua korban bernama Iyan (35) dan Nur Antoni (42) masih nihil.
Evaluasi menyeluruh kini mendesak dilakukan, mengingat waktu penyelamatan krusial (golden time) telah lewat, sementara manajemen evakuasi dinilai gagap dalam mengantisipasi material berat di dasar air merespons petunjuk kunci dari saksi hidup serta kondisi material di dasar sungai.
Kesaksian Rekan Kerja Korban Selamat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi SAR ini seharusnya bisa berjalan lebih taktis jika manajemen evakuasi bergerak cepat mendalami kesaksian dari pekerja yang selamat. Berdasarkan informasi dari lapangan, salah satu korban (pekerja) selamat mengungkapkan detik-detik mengerikan saat runtuhnya konstruksi dermaga. Ia mengaku sama sekali tidak melihat satu korban saat jembatan mulai ambles ke air, memicu dugaan kuat bahwa korban langsung terperangkap di titik jatuhnya material.
Sementara itu, saksi selamat hanya sempat melihat satu korban lainnya melompat ke dalam sungai demi menyelamatkan diri. Tragisnya, akibat arus bawah air Sungai Pengabuan yang sangat deras, korban yang melompat tersebut tidak sempat diselamatkan dan langsung hilang tersapu aliran sungai.
Kesaksian krusial ini mengindikasikan dua pola sebaran korban yang berbeda: satu korban hanyut terseret arus, sedangkan satu korban lainnya diduga kuat tertahan di titik nol jembatan dermaga roboh.

Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya












Komentar