YTUBE
Dalam 2 Pekan, Satnarkoba Polres Tanjab Timur Ungkap 3 Kasus Narkoba dengan 4 Tersangka PN Jambi Tolak Praperadilan Kasus BBM PT. Jambi Tulo Tiga Pemuda Kota Jambi Diamankan Polisi Atas Kepemilikan 1.925 Gram Ganja Siaga On Call, Personel Polres Tanjab Barat Sisir Delapan Titik Keramaian Tiga Pangkalan Gas Elpiji di Kuala Tungkal di Jaga Polisi

Home / Berita

Senin, 23 September 2019 - 20:56 WIB

Hingga September, Lahan Terbakar di Tanjab Barat Mencapai 247,82 Hektare

FOTO : Drs. H. Kosasih Kalaksa BPBD Tanjab Barat

FOTO : Drs. H. Kosasih Kalaksa BPBD Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Luas lahan yang terbakar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama Juli hingga September 2019 tercatat lebih dari ratusan hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat Drs. H. Kosasih mengatakan, karhutla yang terjadi rata-rata di lahan Area Pengguna Lahan (APL).

“Dari catatan kami, sampai per 13 September 2019 lalu ada sekitar 247,82 hektare lahan yang terbakar. Jumlahnya terbilang cukup tinggi,” ungkap Kosasih, Senin (24/09/19).

BACA JUGA :  PPBI Tanjab Barat Tampilkan 14 Jensi Bonsai Terbaik Diperesmian Masjid As-Syarif Kodim 0419/Tanjab

Dikatakannya, sebaran lahan yang terbakar berada di Kecamatan Betara, Batang Asam, Bram Itam dan sebagian di Kuala Betara, Senyerang dan Pengabuan.

“Daerah-daerah itu memiliki lahan gambut yang luas dan mudah terbakar saat musim kemarau,” tambahnya.

Guna menindaklanjuti terjadinya Karhutla sebut Kosasih, posko Karhutla yang tersebar di Desa Desa maupun Posko terpadu tetap siap siaga.

“Posko Karhutla kita tetap jalan. Baik yang di Desa maupun posko terpadu di Muntialo Kecamatan Betara,” katanya.

BACA JUGA :  Ngopi Bersama Masyarakat dan Politisi, Bupati Romi Sebut Siap Maju di Pilgub Jambi

Kosasih mangakui jika dalam penanggulangan Karhutla pihaknya bersama tim gabungan TNI Polri sempat menemui kendala saat menuju titik kebakaran.

“Armada masih terkendala jika menuju titik api yang sulit terjangkau. Maka dari itu kita minta bantu BPBD Provinsi Jambi maupun pihak perusahaan untuk melakukan pemadaman menggunakan Water Boombing,” jelasnya.

Kosasih menambahkan, kondisi sulitnya sumber air, juga menjadi kendala sehingga water boombing sangat diperlukan jika terjadinya kebakaran hutan dan lahan.(bs).

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Kodim 0419/Tanjab Akan Rekrut Komcad Matra Darat Tahun 2020

Berita

Kapolres Cek Kesiapan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Balai Adat

Berita

Korem 042/Gapu Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Berita

Anak Pembunuh Orang Tua di Teluk Nilau Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSJ Jambi

Berita

Akibat Supir Truk Tronton Memaksakan Diri, Ini yang Terjadi

Berita

Danrem 042/Gapu Patroli Udara Pantau Wilayah Karhutla

Berita

Pemeliharaan Jaringan, PLN Sampaikan Besok Ada Pemadaman Total

Berita

Kapolda Siap Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Provinsi Jambi