indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Mendagri : Nama Tak Boleh Lagi Hanya 1 Kata dan Maksimal 60 Huruf Polda Jambi dan RS Bhayangkara Adakan Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Gratis Seorang Ibu Warga Desa Senaung Melahirkan Kembar Tiga Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Pj Bupati Muaro Jambi, Tebo dan Sarolangun Bachyuni Deliansyah Resmi Dilantik Gubernur Jambi Jadi Pj bupati Muaro Jambi

Home / Berita

Senin, 23 September 2019 - 20:56 WIB

Hingga September, Lahan Terbakar di Tanjab Barat Mencapai 247,82 Hektare

FOTO : Drs. H. Kosasih Kalaksa BPBD Tanjab Barat

FOTO : Drs. H. Kosasih Kalaksa BPBD Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL – Luas lahan yang terbakar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat selama Juli hingga September 2019 tercatat lebih dari ratusan hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat Drs. H. Kosasih mengatakan, karhutla yang terjadi rata-rata di lahan Area Pengguna Lahan (APL).

“Dari catatan kami, sampai per 13 September 2019 lalu ada sekitar 247,82 hektare lahan yang terbakar. Jumlahnya terbilang cukup tinggi,” ungkap Kosasih, Senin (24/09/19).

Dikatakannya, sebaran lahan yang terbakar berada di Kecamatan Betara, Batang Asam, Bram Itam dan sebagian di Kuala Betara, Senyerang dan Pengabuan.

“Daerah-daerah itu memiliki lahan gambut yang luas dan mudah terbakar saat musim kemarau,” tambahnya.

Guna menindaklanjuti terjadinya Karhutla sebut Kosasih, posko Karhutla yang tersebar di Desa Desa maupun Posko terpadu tetap siap siaga.

“Posko Karhutla kita tetap jalan. Baik yang di Desa maupun posko terpadu di Muntialo Kecamatan Betara,” katanya.

Kosasih mangakui jika dalam penanggulangan Karhutla pihaknya bersama tim gabungan TNI Polri sempat menemui kendala saat menuju titik kebakaran.

“Armada masih terkendala jika menuju titik api yang sulit terjangkau. Maka dari itu kita minta bantu BPBD Provinsi Jambi maupun pihak perusahaan untuk melakukan pemadaman menggunakan Water Boombing,” jelasnya.

Kosasih menambahkan, kondisi sulitnya sumber air, juga menjadi kendala sehingga water boombing sangat diperlukan jika terjadinya kebakaran hutan dan lahan.(bs).

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Mulai Esok, Pemkab Tanjabbar Mulai Gelar Safari Ramadhan Ke Kecamatan

Berita

Cegah Karhutla, Begini Himbauan Dandim 0419 Tanjab

Berita

HNSI Tanjab Barat Apresiasi Pelatihan Oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai

Berita

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, KH Abd Halim Kasim Meninggal Dunia

Berita

Guntur; Antisipasi Karhutla Masyarakat Diminta Tidak Bakar Lahan

Berita

Kapolres Tanjabbar Harapkan Desa Betara Kanan Tetap Zona Hijau

Berita

Kenang Jasa Pahlawan, Pemkab Tanjab Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Berita

Muhammadiyah : 1 Ramadan 1443 H Jatuh 2 April 2022