LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Nasional

Senin, 4 Mei 2020 - 19:28 WIB

Ini Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

FOTO : Presiden Joko Widodo Menyampaikan Sejumlah Arahan Terbaru Terkait Pandemi Virus Korona atau Covid-19 Dalam Rapat Terbatas Melalui Telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 4 Mei 2020

FOTO : Presiden Joko Widodo Menyampaikan Sejumlah Arahan Terbaru Terkait Pandemi Virus Korona atau Covid-19 Dalam Rapat Terbatas Melalui Telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 4 Mei 2020

“Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia, laporan yang saya terima, sudah 89 ribu (pekerja) yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu (pekerja), ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua. Yang lain juga klaster industri, kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi itu yang mana, harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” ungkapnya.

Keempat, yang berkaitan dengan program jaring pengaman sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Dana Desa yang semuanya telah berjalan. Meski demikian, Presiden ingin agar seluruh program tersebut bisa sampai di tangan keluarga penerima secepatnya pada pekan ini.

BACA JUGA :  Kembali ke Zona Merah, Wabup Hairan Gelar Rapat Bersama Satgas Covid-19

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri Sosial Juliari P. Batubara, para gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk turun langsung menyisir ke lapangan. Di samping itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah bisa fleksibel dalam mencari solusi bagi warga miskin yang belum mendapatkan bansos.

BACA JUGA :  KPK Kembali Tahan 4 Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi

“Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera, koreksi di lapangan. Tadi sudah saya sampaikan mengenai persoalan timing, betul-betul harus di-manage secara baik karena ada bantuan dari pusat, dari daerah, kemudian juga dari desa,” ujarnya.

“Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat,” tandasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Amir Sakib Hadiri Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani Di Banjar Baru

Berita

Jadwal Tes SKD CPNS Tanjab Barat Dikabarkan Diundur

Nasional

Resmi, Pemerintah Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji Tahun 2020

Nasional

KPK Dikabarkan OTT Bupati Nganjuk

Nasional

Siap-Siap! Tahapan SKD Peserta Seleksi Sekolah Kedinasan Dimulai 13 Juli

Berita

Ini Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Tanjab Barat 2019

Nasional

Pelaksanaan PPKM Mikro Dapat Diatur di Peraturan Desa

Berita

Peserta Tes SKD CPNS 9 Kabupaten/Kota di Jambi Resah, Ini Penyebabnya