MUARA SABAK – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) / Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi. Kunjungan spesifik ini berfokus pada peninjauan taktis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penguatan tata air di bentang lahan gambut yang rawan terbakar.
Dalam peninjauannya di kawasan Parit Culum, Wamen LH menyoroti pentingnya adopsi best practice manajemen air guna mencegah lahan gambut agar tidak membara selama musim kemarau. Beliau mengapresiasi sekaligus mendorong replikasi metode pembasahan lahan melalui sistem water intake dan sekat kanal secara estafet demi menjaga ketersediaan volume air secara berkelanjutan.
“Kami melihat langsung bagaimana upaya pemadaman dan patroli darat dilakukan. Kementerian LH berkomitmen penuh untuk terus mendukung wilayah rawan seperti Jambi, baik dari sisi penguatan regulasi, penyediaan peralatan, hingga pelibatan masyarakat dan sektor swasta demi mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” tegas Diaz Hendropriyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda strategis berskala nasional ini mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur. Kesiapsiagaan penuh ditunjukkan oleh Wakapolres Tanjab Timur, Kompol Muhammad Ridha, M.M., bersama Kapolsek Muara Sabak Barat, Iptu Nurhadi Sutrisno, yang memimpin langsung jalannya pengamanan melekat di seluruh titik lokasi kegiatan.
Kompol Muhammad Ridha menegaskan, seluruh kekuatan personel dikerahkan secara humanis dan situasional guna menjamin rangkaian kunjungan kerja Wamen LH berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan. Sinergi lintas sektoral ini dipastikan tetap menjaga kelancaran aktivitas harian warga di sekitar area peninjauan.
Kehadiran Wamen LH di Jambi menjadi momentum krusial yang memperkuat kolaborasi tiga pilar utama—pemerintah pusat, aparat keamanan, dan dunia usaha—dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut serta memitigasi dampak bencana polusi asap secara jangka panjang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.*
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal













Komentar