indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Dinkes Provinsi Jambi Ungkap Penyebab Kasus Stunting Masih Tinggi 4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB Sebanyak 46 Jamaah Calon Haji Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air 212 Peserta Meriahkan Lomba Mancing Polres Muaro Jambi, Hadiah Utama 100 Juta SKK Migas-PetroChina Launching Wisata Embung Bina Lestari di Betara

Home / Nasional

Minggu, 14 Februari 2021 - 01:00 WIB

Mahfud MD : Pemerintah Tidak Akan Memproses Laporan Terkait Din Syamsuddin

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pemerintah tidak akan menindaklanjuti laporan terkait Din Syamsuddin, apalagi memprosesnya.

Hal itu diutarakannya lewat akun Twitter akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Sabtu (13/02/21).

“Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti apalagi memroses laporan itu,” tulis, Sabtu (13/02/21).

Twit sebelumnya, Mahfud menegaskan bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bukanlah seoarang radikal.

BACA JUGA :  Danrem 042/Gapu Terima PIN dan Keris Sebagai Pembina Adat Melayu Jambi

“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah. Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adala “Darul Ahdi Wassyahadah“. Beliau kritis, bukan radikalis,” terang Mahfud.

BACA JUGA :  4 Nama Ini Berpeluang Gantikan Posisi Tjahjo Kumolo Sebagai Menpan-RB

Jelas Mahfud, Muhammadiyah dan NU kompak mengkampanyekan bahwa NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam. NU menyebut “Darul Mietsaq”, sedangkan Muhammadiyah menyebut “Darul Ahdi Wassyahadah“.

“Pak Din Syamsuddin dikenal sebagai salah satu penguat konsep ini. Saya sering berdiskusi dengan dia, terkadang di rumah JK,” ujar Mahfud.

Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Share :

Baca Juga

Nasional

Sri Mulyani: ASN Golongan I-III Masih Dapat THR dan Gaji ke-13

Berita

Ini yang Perlu Diketahui dan Disiapkan Menghadapi Tes SKD CPNS 2019

Nasional

Kejaksaan Tuntut 20 Tahun Bui Terdakwa Kasus Rudapaksa Belasan Santri

Nasional

Razia Indekos Jelang Ramadan, 20 Orang Diamankan

Berita

Besok Ujian SKD CPNS Tanjabbar Dimulai, Harap Perhatikan Petunjuk Ini

Nasional

MenPANRB Gelar Rakornis Sosialisasi PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2020

Nasional

MenPAN RB, ASN Terlibat Narkoba Berhentikan Tidak Hormat

Nasional

Muhammadiyah Tanggapai Wacana Menag Sertifikasi Wasbang Dai