LIVE TV
DPD PKS Tanjab Barat Bagikan 1.000 Takjil pada Warga Kuala Tungkal Pandemi, Kemenag Imbau Masyarakat Segerakan Bayar Zakat Fitrah Berikut Pengurus DPD PAN Tanjab Barat Periode 2020-2025 Jual Nomor Togel Lewat Whatsapp, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi Nekat Bawa Pemudik, Satu Bus Diputar Balik Arah di Pos Penyekatan Tanjab Barat ke Pekan Baru

Home / Nasional

Minggu, 14 Februari 2021 - 01:00 WIB

Mahfud MD : Pemerintah Tidak Akan Memproses Laporan Terkait Din Syamsuddin

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pemerintah tidak akan menindaklanjuti laporan terkait Din Syamsuddin, apalagi memprosesnya.

Hal itu diutarakannya lewat akun Twitter akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Sabtu (13/02/21).

“Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti apalagi memroses laporan itu,” tulis, Sabtu (13/02/21).

Twit sebelumnya, Mahfud menegaskan bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bukanlah seoarang radikal.

BACA JUGA :  Resahkan Warga, Penjual Nomor Judi Togel di Kuala Tungkal Ditangkap

“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah. Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adala “Darul Ahdi Wassyahadah“. Beliau kritis, bukan radikalis,” terang Mahfud.

BACA JUGA :  Ketua Yayasan Kartika Jaya Korem 042/Gapu Hadiri Paparan Aspers Kasdam II Sriwijaya

Jelas Mahfud, Muhammadiyah dan NU kompak mengkampanyekan bahwa NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam. NU menyebut “Darul Mietsaq”, sedangkan Muhammadiyah menyebut “Darul Ahdi Wassyahadah“.

BACA JUGA :  Nekat Bawa Pemudik, Satu Bus Diputar Balik Arah di Pos Penyekatan Tanjab Barat ke Pekan Baru

“Pak Din Syamsuddin dikenal sebagai salah satu penguat konsep ini. Saya sering berdiskusi dengan dia, terkadang di rumah JK,” ujar Mahfud.

Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Share :

Baca Juga

Nasional

Sedihnya, Menpan RB Sebut Tak Ada Penerimaan CPNS Tahun 2020 hingga 2021

Nasional

Pilkada 2020 Tetap Digelar agar Tak Ada Plt Kepala Daerah

Nasional

Panglima TNI Umumkan Seluruh Awak KRI Nanggala 402 Telah Gugur

Nasional

Sumut Tuan Rumah Munas XIII BKPRMI

Nasional

Peduli Palu dan Donggala, Bupati Tanjab Barat Himbau OPD dan ASN Galang Dana Bantuan

Advetorial

Kodim 0419/Tanjab Kirim Kontingen Panahah Kejuaraan Piala Panglima TNI Open 2019

Nasional

Pasca Insiden Di Minahasa, Kapolres Tanjab Barat Gelar Diskusi Dengan Forkompimda dan Tokoh Lintas Agama

Berita

Ini Jadwal dan Tilok Pelaksanaan SKD CPNS 2019 Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi