indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Workshop Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Audit Puskesmas dan Rumkit Cerita Pilu Tindaz Baraza Mendengar Anakanya Pratu Tuppal Gugur di Papua Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau Unit Reskrim Polsek Sungai Gelam Tangkap 5 Pelaku Terlibat Pencurian Bobol Rumah Kanim Kelas II TPI Kuala Tungkal Peringati HBI, Yasonna : Usia 72 Tahun Waktu yang Tepat Untuk Introspeksi

Home / Nasional

Minggu, 14 Februari 2021 - 01:00 WIB

Mahfud MD : Pemerintah Tidak Akan Memproses Laporan Terkait Din Syamsuddin

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

Menko Polhukam Mahfud MD. FOTO : Ist

JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan pemerintah tidak akan menindaklanjuti laporan terkait Din Syamsuddin, apalagi memprosesnya.

Hal itu diutarakannya lewat akun Twitter akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Sabtu (13/02/21).

“Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti apalagi memroses laporan itu,” tulis, Sabtu (13/02/21).

Twit sebelumnya, Mahfud menegaskan bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bukanlah seoarang radikal.

BACA JUGA :  Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau

“Pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yang juga diusung oleh pemerintah. Dia juga penguat sikap Muhammadiyah bahwa Indonesia adala “Darul Ahdi Wassyahadah“. Beliau kritis, bukan radikalis,” terang Mahfud.

BACA JUGA :  Gadang Seorang Mustahik di Pembengis Menerima Bantuan dari Baznas

Jelas Mahfud, Muhammadiyah dan NU kompak mengkampanyekan bahwa NKRI berdasar Pancasila sejalan dengan Islam. NU menyebut “Darul Mietsaq”, sedangkan Muhammadiyah menyebut “Darul Ahdi Wassyahadah“.

“Pak Din Syamsuddin dikenal sebagai salah satu penguat konsep ini. Saya sering berdiskusi dengan dia, terkadang di rumah JK,” ujar Mahfud.

Sekelompok orang yang mengatasnamakan diri Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Share :

Baca Juga

Nasional

KPK Kembali Tahan 4 Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi

Nasional

Pilkada 2020 Tetap Digelar agar Tak Ada Plt Kepala Daerah

Nasional

Tim Advokasi Supremasi Hukum Gugat Aturan Harga Tes PCR ke MA

Nasional

MenPANRB Gelar Rakornis Sosialisasi PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2020

Nasional

Adik Mantan Kapolda Jambi Ini, Naik Pangkat Mayor Jenderal TNI

Nasional

BMKG Keluarkan Data Terkait Hilal Awal Bulan Syawal 1442 H

Nasional

Lapas Terbakar, 41 Napi Meninggal Terkurung dalam Sel Bergembok

Nasional

Penembakan Terhadap Tokoh Agama Kembali Terjadi di Tangerang