indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Damkar Cepat Datang, Rumah Warga di Kelapa Gading yang Terbakar Berhasil Dipadamkan Waspada PMK, Polres Bungo Bersama Dinas Peternakan Suntik Vitamin ke Hewan Ternak Bupati Masnah Resmikan Gedung Pelayanan Administrasi Terpadu Kantor Camat Sungai Gelam Bupati Masnah Lantik Ketua dan Pengurus PKK Desa se Kecamatan Sungai Gelam Kemenag Bantu Pembangunan Masjid dan Mushala Melalui SIMAS, Ini Syaratnya

Home / Berita / Tanjab Barat

Minggu, 9 Agustus 2020 - 19:46 WIB

Mengisi Libur, Kapolres dan Kades Makmur Jaya Olah Pupuk Kompos

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH Tengah Menggiling Bahan Yang Dijadikan Kompos, Minggu (09/08/20)

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH Tengah Menggiling Bahan Yang Dijadikan Kompos, Minggu (09/08/20)

KUALA TUNGKAL – Gerakan Pembuatan Kompos dari bahan limbah organik Program GAS POLL Polres Tanjab Barat di tengah situasi Pandemi Covid-19 tetap berjalan.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH mengutarakan melalui program ini pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pemilik lahan dan petani tentang pengolahan pupuk kompos yang bahan bakunya tersedia dilahan itu sendiri yakni sampah atau rumput.

“Ini merupakan salah satu langkah konkrit dalam menekan biaya produksi pertanian dengan memanfaatkan sumber daya yang ada yang selama tak pernah kita manfaatkan,” ujarnya di sela-sela mengolah Kompos di Mapolres, Minggu (09/08/20) bersama Kades Makmur Jaya Ali Sadikin.

BACA JUGA :  Gudang Pengolahan Sabut Kelapa Bahan Industri Kerajinan Desa Karya Maju Terbakar

Menurutnya bahan organik yang selama ini selalu dikategorikan sebagai sampah. Ketika diolah dengan baik dan benar akan memberi nilai manfaat dan bahkan memberi nilai ekonomis.

“Barang terlihat sebagai sampah ketika tidak memberi nilai manfaat sedikitpun, ya kan,” ujarnya.

Kemudian Program GAS POLL ini merupakan transfer teknologi tentang pembuatan kompos sebagai upaya memanfaatkan potensi lingkungan sekitar berupa sisa sampah organik.

“Transfer teknologi pembuatan pupuk kompos ini memberikan manfaat yang besar yaitu adanya peningkatan pengetahuan warga tentang manfaat bahan sisa sampah organik sebagi bahan baku pembuatan pupuk kompos. Dan nantinya bisa di gunakan di lahan pertanian masyarakat sendiri,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Korban Kebakaran di Senyerang Menerima Bantuan

Sisi lain Program GAS POLL tersebut merupakan realisasi terobosan Polres Tanjab Barat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Berawal dari upaya pengecagan karhutla itu dengan menciptakan vaksi karhutla berupa kompos organik yakni memgedukasi masyarakat dengan tidak membakar ketika membuka lahan.

Sementara itu, Ali Sadikin, Kades Mamkur Jaya mengatakan rumput atau bahan limbahyang telah dibusukan digiling guna mempercepat penghancurannya agar proeses menjadikan pupuk lebih cepat.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Menyentuh, Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Ajarkan Ilmu Dasar Komputer di Perbatasan RI-RDTL

Tanjab Barat

Pria Terekam CCTV saat Mencuri Tas Pemilik Toko, Siapa Dia?

Tanjab Barat

ASRI Media Grup Berikan Bantuan ke Pusat Pengajian Al-Qur’an As-Syaatibi Kuala Tungkal

Berita

Operasi Diduga Bocor, Polada Jambi Gagal Temukan Pemilik Kayu Ilegal

Berita

Dua Speed Boat Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Tanjab Barat

Gunakan Trail, Dandim 0419/Tanjab Pimpin Sebar Bantuan Sembako ke Pelosok Desa Sulit Dijangkau

Berita

LAM Jambi Kabupaten Tanjab Barat Gelar Pembekalan Pengurus

Berita

Danrem 042/Gapu Pantau Tes Kesamaptaan Jasmani Calon Tamtama PK TNI-AD 2021