LIVETV
Ditabrak dari Belakang, Supir Truk Batu Bara yang Lagi Istirahat Meninggal Tergilas Truk Sendiri Yok! Berbagi Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2021 Terkait Hasil Assessment Pejabat Eselon II Pemprov Jambi, Al Haris Bilang Begini Wujudkan Herd Immunity, Polres Muaro Jambi Lakukan Akselarasi Vaksinasi Massal Danrem 042/Gapu Vicon dengan Kasum TNI Bahas Pencapaian Dosis Vaksinasi




Home / Berita / Tanjab Barat

Minggu, 9 Agustus 2020 - 19:46 WIB

Mengisi Libur, Kapolres dan Kades Makmur Jaya Olah Pupuk Kompos

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH Tengah Menggiling Bahan Yang Dijadikan Kompos, Minggu (09/08/20)

FOTO : Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH Tengah Menggiling Bahan Yang Dijadikan Kompos, Minggu (09/08/20)

KUALA TUNGKAL – Gerakan Pembuatan Kompos dari bahan limbah organik Program GAS POLL Polres Tanjab Barat di tengah situasi Pandemi Covid-19 tetap berjalan.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputo, SIK, MH mengutarakan melalui program ini pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya pemilik lahan dan petani tentang pengolahan pupuk kompos yang bahan bakunya tersedia dilahan itu sendiri yakni sampah atau rumput.

“Ini merupakan salah satu langkah konkrit dalam menekan biaya produksi pertanian dengan memanfaatkan sumber daya yang ada yang selama tak pernah kita manfaatkan,” ujarnya di sela-sela mengolah Kompos di Mapolres, Minggu (09/08/20) bersama Kades Makmur Jaya Ali Sadikin.

BACA JUGA :  Remaja di Kampung Nelayan Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Menurutnya bahan organik yang selama ini selalu dikategorikan sebagai sampah. Ketika diolah dengan baik dan benar akan memberi nilai manfaat dan bahkan memberi nilai ekonomis.

“Barang terlihat sebagai sampah ketika tidak memberi nilai manfaat sedikitpun, ya kan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Nelayan Keluhkan Langkanya Solar, Ketua HNSI Tanjabbar : Pertamina Harus Ambil Sikap

Kemudian Program GAS POLL ini merupakan transfer teknologi tentang pembuatan kompos sebagai upaya memanfaatkan potensi lingkungan sekitar berupa sisa sampah organik.

“Transfer teknologi pembuatan pupuk kompos ini memberikan manfaat yang besar yaitu adanya peningkatan pengetahuan warga tentang manfaat bahan sisa sampah organik sebagi bahan baku pembuatan pupuk kompos. Dan nantinya bisa di gunakan di lahan pertanian masyarakat sendiri,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sosok yang Disebut-sebut Genderuwo Hamili Cewek di Madiun Terkuak

Sisi lain Program GAS POLL tersebut merupakan realisasi terobosan Polres Tanjab Barat dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Berawal dari upaya pengecagan karhutla itu dengan menciptakan vaksi karhutla berupa kompos organik yakni memgedukasi masyarakat dengan tidak membakar ketika membuka lahan.

Sementara itu, Ali Sadikin, Kades Mamkur Jaya mengatakan rumput atau bahan limbahyang telah dibusukan digiling guna mempercepat penghancurannya agar proeses menjadikan pupuk lebih cepat.(*)

Share :

Baca Juga

Advetorial

Awal Tahun 2020, Bupati Safrial Lantik dan Ganti Enam Camat

Berita

Hingga Juni 2020 Polres Tanjabbar Temukan 23 Kasus Lakalantas, 2 Meninggal

Berita

Tindak Lanjut Pertanggung Jawaban Perusahaan PT SMGP di Mandailing Natal

Berita

Bahaya, Jangan Dibuka Pesan Berantai BLT BPJS di WhatsApp

Berita

Gerhana Matahari Besok Bisa Diamati di 31 Provinsi, Termasuk Jambi

Tanjab Barat

Dirazia, Warga Binaan Lapas Kelas II B Kuala Tungkal Kedapatan Simpan HP dan Sajam

Tanjab Barat

Rangking Juara MTQ KE-50 Tingkat Provinsi Jambi di Tanjabbar

Tanjab Barat

Bupati Safrial Serahkan Hewan Qurban Keluarga ke LKS Lansia Sakinah Kampung Nelayan