indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Wali Kota Jambi Pimpin Tabur Bunga di Makan Pahlawan HUT Legian Veteran Ke 65 dan HUT PPM ke 41 Putra Mantan Wapres Try Sutrisno Jabat Pangdam III/Siliwangi Wali Kota Jambi Pimpin Kegiatan Outbound Pejabat Eselon II dan III di Hutan Kota Tim Gabungan Polda Jambi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Angso Duo Pimpin Musyawarah Ranting PAN se Kecamatan Sekernan, Aidi Hatta Tekankan Ini

Home / Nasional

Rabu, 2 Juni 2021 - 15:22 WIB

Muhammadiyah Tanggapai Wacana Menag Sertifikasi Wasbang Dai

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad

JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad mempertanyakan siapa target dari sertifikasi ini dan apa manfaat yang diterima oleh penceramah dan dai yang disertifikasi yang sempat diucapkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

“Kalau sertifikasi ini untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), bolehlah. Tapi, kalau untuk yang lain, seperti penceramah dari ormas atau freelance, apa jangkauannya? Itu tidak ada hubungan kerja dengan Kemenag,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (02/06/21).

Prof. Dadang mempertanyakan manfaat lebih lanjut yang bisa diterima penceramah yang memiliki sertifikat wawasan kebangsaan ini.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Muaro Jambi Hadiri Peresmian Pabrik AMDK dan Air Rasa PT Afresh Indonesia

Jika sertifikasi ini bisa menjamin gaji para penceramah, ia pun mempersilakan Kementerian Agama (Kemenag) melanjutkan agenda ini.

Dadang pun menyebut selama ini para penceramah di luar lingkungan PNS atau Kemenag bekerja secara mandiri tanpa campur tangan dari pemerintah.

“Kalau sertifikasi ini untuk penceramah yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) atau penyuluh resmi di bawah pemerintah, silakan sertifikasi. Itu hak pemerintah,” katanya.

BACA JUGA :  Wawako Jambi Resmikan Masjid Al Muhajirin Eka Jaya

Terkait sertifikasi wawasan kebangsaan ini, ia juga mewanti-wanti jangan sampai pertanyaan yang dikeluarkan menimbulkan polemik seperti yang terjadi di instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR menyebut akan melakukan sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para dai dan penceramah. Sertifikasi ini dilakukan dalam rangka penguatan moderasi beragama.

Menag juga menyebut akan menggandeng ormas Islam, seperti PBNU dan Muhammadiyah, dalam memberikan bimbingan kepada para dai dan penceramah.

Share :

Baca Juga

Nasional

Satu Warga Jambi Positif Virus Corona Covid-19

Nasional

MenPANRB Gelar Rakornis Sosialisasi PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2020

Nasional

Pelaksanaan PPKM Mikro Dapat Diatur di Peraturan Desa

Nasional

Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jadi Wakasad

Nasional

Danrem 092/MRL Pimpin Upacara Alih Kodal Satgas Pamtas RI – MLY Yonif Raider 200/BN ke Yonif 614/RJP

Nasional

KPK Tetapkan 3 Orang Tersangka Suap Bersama Bupati Musi Banyuasin

Nasional

Satgas Pamtas YONIF R 142/KJ dan Jajaran Pos di Perbatasan RI-Timor Leste Silaturrahmi Idul Fitri via Vicon

Nasional

214 Orang Perwira Eks Secapa AD Telah Donorkan Plasma Darah untuk Pasien Covid-19