indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Pengendara Sepeda Motor Meninggal Setelah Tabrakan dengan Truk di Muara Pijoan Camat Betara Resmikan Soft Opening Wisata Embung Bina Lestari Desa Muntialo Dua Kecelakaan di Jambi, Rengut Nyawa Pengendara Sepeda Motor Jadi Paket Termahal, Harga Cabai di Bungo Tembus 150 Ribu Perkilogram BREAKIG NEWS : Satu Unit Rumah Tingkat Dua di Teluk Lancang Terbakar

Home / Berita

Selasa, 7 Juli 2020 - 23:23 WIB

Pemerintah Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Tes 150 Ribu

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mewajibkan seluruh awak dan calon penumpang angkutan laut maupun udara melampirkan surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan rapid test antibodi saat membeli tiket perjalanan.

Aturan ini dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Menkes Nomor HK.02.01/Menkes/382/2020 Tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pada saat pembelian tiket pesawat dan atau kapal, penumpang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negatif atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibodi nonreaktif kepada pihak maskapai/operator pelayaran/agen perjalanan secara elektronik maupun non elektronik,” bunyi salah satu aturan yang tertulis dalam Surat Edaran itu.

BACA JUGA :  Pengurus DPD PWRI Provinsi Jambi Audiensi dengan Kapolda Jambi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengeluhkan mahalnya biaya rapid test. Dia meminta Kementerian Keuangan memberikan subsidi kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, tidak adanya pengaturan harga maksimal rapid test membuat layanan ini kerap sulit diakses masyarakat.

“Kami sungguh menyesalkan banyak orang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini, dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung,” imbuhnya dalam rapat bersama Panja Pemulihan Pariwisata DPR, Selasa (7/7).

“Hari ini ada yang mengatakan (biaya) sudah Rp120 ribu, tapi ada yang bilang Rp 80 ribu. Jadi, ini yang perlu terus menerus kami cari kenapa masih ada yang Rp 350 ribu-Rp 500 ribu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pengurus DPD PWRI Provinsi Jambi Audiensi dengan Kapolda Jambi

Sementara Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo pernah mengatakan tes kesehatan terkait virus corona dengan metode rapid test tidak efektif dan tak akurat. Rapid test ini ditempuh pemerintah karena dinilai lebih murah.

“Ternyata juga rapid test ini tidak semuanya efektif. Oleh karenanya ke depan kita lebih banyak mendatangkan PCR test,” kata Doni dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB melalui siaran langsung di akun Youtube DPR RI, Senin (6/4).(edt)

 

 

*Artikel ini telah terbit di CNNIndonesia dengan judul : Kemenkes Tetapkan Tarif Maksimal Rapid Test Corona Rp150 Ribu

Share :

Baca Juga

Berita

Satu Jam Lebih Jaringan Telkomsel di Kuala Tungkal Mati Total

Berita

Berikut Peringatan BKN Agar Tak Gugur Tes SKD

Berita

Operasi Diduga Bocor, Polada Jambi Gagal Temukan Pemilik Kayu Ilegal

Berita

Danrem 042/Gapu Hadiri Syukuran Penyalaan Perdana Listrik PLN 19 Desa di Tanjabbar

Berita

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Pengumuman Kelulusan SMA, TNI-Polri di Jambi Gelar Patroli Bersama

Berita

Partisan ASN Salah Satu Pemicu IKP Pilkada Serentak 2020

Berita

Aksi Maling Ayam Kepergok Warga, Teduga Pelaku Kabur Tinggalkan Sepeda Motor

Berita

Kapolda Jambi Sampaikan Belasungkawa pada Keluarga Almarhum Siswa SPN Jambi di Papua