LIVE TV
Turut Memajukan Cabor Taekwondo Tanjab Timur, PetroChina Bantu Peralatan Latihan PWI Sumut Kecam Penembakan Pemred Media Lokal Medan Bikin Resah Warga, Polisi Akan Bidik Pinjol Ilegal Pembelajaran Tatap Muka di Tebing Tinggi Akan Dilaksanakan Dengan Aturan Ketat Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Home / Pemerintahan / Profil

Senin, 6 Januari 2020 - 10:35 WIB

Pemkab Tanjab Barat Berikan Penghargaan Kepada Almarhum KH. Abd. Halim Kasim, SH

FOTO : Bupati Tanjab Barat Dr. H. Safrial Menyerahkan Piagam Penghargaan almarhun KH. Abdul Halim Kasim, SH kepada Perwakilan Keluarga, ibu Siti Halilah, SH pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke 63 di Halaman Kantor Bupati Tanjab Barat, Senin (06/01/20)

FOTO : Bupati Tanjab Barat Dr. H. Safrial Menyerahkan Piagam Penghargaan almarhun KH. Abdul Halim Kasim, SH kepada Perwakilan Keluarga, ibu Siti Halilah, SH pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke 63 di Halaman Kantor Bupati Tanjab Barat, Senin (06/01/20)

Diambil dari laman tanjabtempodoeloe, KH. Abdul Halim Kasim, SH lahir di Kota Kuala Tungkal, 4 Juni Tahun 1937 anak keempat dari lima bersaudara, dari putra Almarhum KH. Kasim Saleh dengan AlmarhummahHj. Masitoh. Dan beliau meninggal pada hari Sabtu, 21 September 2019 pukul 11.40 WIB

Berlatar belakang dari keluarga Ulama, beliaupun berkecimpung sebagai pigur ulama, diawali sebagai Nadzir Am Masjid Agung Al-Istiqomah Kuala Tungkal yang merupakan Masjid yang termegah di Kota Pantai Timur Propinsi Jambi ini, ditambah lagi beliau juga sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, makanya jangan heran beliau dipercaya sebagai Penasehat Utama Bapak Bupati Achmad Sugeng yang menjabat Periode 1996-2001.

Beliau tidak saja berprofesi sebagai Ulama, tetapi juga sebagai Pendidik, beliau mentransfer ilmunya kepada ribuan Manusia, sejak tahun 1957-1960 menjagi guru SD I, bersamaan pula diangkat menjadi guru PGAA Muhammadiyah Yogyakarta, Tahun 1960-1965 Dosen Institut Jurnalistik Solo, Tahun 1965-1978 Guru SMA Muhammadiyah Jambi, Tahun 1978-1981 Dosen Fakultas Ilmu Dakwah Muhammadiyah Jambi, berselang satu tahun, pada tahun 1982 diangkat menjadi dosen luar biasa IAIN STS Jambi di Jambi, empat tahun kemudian, tepatnya th 1986 hingga saat ini, beliau mengetuai Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nadwah, dengan kampus megahnya di jalan Bangkinang Ujung Kota Kuala Tungkal, di tahun 1997 dipercaya sebagai Kepala Sekolah/Mudir Madrasah Aliyah PHI Kuala Tungkal hingga sekarang ini. Tidak bisa .dihitung dengan angka berapa besarnya pengorbanan beliau dalam mencetak manusia manusia yang berkualitas yang sekaran telah banyak menjadi pemimpin Pemimpin di Negeri ini.

Berpendidikan tinggi, Ahli Ilmu falak, Ilmu Tafsir dan Ahli Hukum, sehingga jangan heran, jika Tahun 1969 hanya beliau saja Putra Daerah Kota Kuala Tungkal yang menamatkan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jebolan UII Yogyakarta, dapat penulis jelaskan Pendidikan Beliau dengan diawali tahun 1953 tamat Sekolah Rakyat (SD sekarang) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), kemudian beliau meneruskan ke Pondok Pesantren Tawalid Parabek di Bukit Tinggi selesai tahun 1957, Tahun1962 menamatkan Akademi Tablig Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian dari tahun 1962 1969 menyelesaikan Kuliah beliau di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bersamaan pula beliau menyelesaikan Doktoral IKIP Muhammadiyah di Yogyakarta.

BACA JUGA :  Kembali ke Zona Merah, Wabup Hairan Gelar Rapat Bersama Satgas Covid-19

Akhir setelah menyelesaikan pendidikan, beliau tidak saja mengabdi di dunia kependidikan, tetapi juga dibidang sosial, ekonomi dan Politik, di bidang Politik ditahun 1970-an 1973 beliau mengetuai Partai PARMUSI yang saat itu Pemerintah masih pada sistem Orde Lama yaitu Multi Partai, karena perubahan Sistem Pemilu pada Era Orde Baru, yang hanya diperoleh dua partai yaitu PPP dan PDI serta dari Birokrasi/Pemerintah yaitu GOLKAR, beliau memimpin PPP, yang langsung ditunjuk sebagai ketua PPP Periode Tahun 1974-1977, di tahun 1978 bersamaan beliau diangkat menjadi pejabat di Bangku Birokrasi/Pemerintahan beliaupun pindah ke GOLKAR yang saat ini di pemilu 1999 telah berubah menjadi partai GOLKAR.

Kepindahan ke Bangku Birokrasi, tidak membuat karirnya’ berhenti, ditahun 1984 dipercaya sebagai kepala Bidang di Departemen Penerangan Daerah Tk. I Propinsi Jambi (sekarang Tk. I-nya dibuang), karena disiplin, punya dedikasi, serta loyalitas yang tinggi kepada Pemerintah berselang waktu yang tidak terlalu lama, di tahun 1992 dipercaya beliau sebagai Kepala Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Daerah Tk. II Tanjung Jabung. Bersamaan pula beliau diangkat sebagai ketua Dewan Pakar ICMI Kab. Tanjung Jabung dan Ketua Dewan Penasehat Organisasi Masyarakat (ORMAS) di Bumi Kota bersama ini. Kemudian setelah kepensiunan beliau dari Pegawai Negeri Sipil/Birokrasi tiada berhenti begitu saja, ditahun 1997 bukan Penasehat para Pejabat saja, tetapi juga semua orang yang membutuhkan pertolongan beliau, dengan tangan terbuka beliau menerima siapa saja.

BACA JUGA :  Tanjabbar Kembali Berlakukan Jam Malam, Prokes Diperketat

Kepercayaan Pejabat/Pemerintah dan masyarakat Tanjung Jabung tidak sampai disitu saja, akhir tahun 2000 tepatnya awal tahun 2001 beliau diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOP) Kab. Tanjung Jabung Barat hingga sekarang ini pada Rapat Paripurna DPRD Kab. Tanjung Jabung. Pada Pemilu 1999 ketika jatuhnya Suharto, Banyak tokoh tokoh Politik di Tanjung Jagung ingin menarik beliau sebagai Calon Anggota DPR Pusat, karena beliau mempunyai massa yang banyak ditambah lagi kharisma/kepercayaan beliau di mata masyarakat yang sedemikian tinggi, namun beliau tolak dengan halus, beliau hanya berkata berkata bahwa beliau ingin yang Muda-muda, bahkan boleh dikatakan Murid-muridnya sajalah.

Berbagai Pengalaman yang beliau ikuti di even even Daerah, Propinsi maupun Nasional disaat masih mengabdi di Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Politik dan Birokrasi tempo dulu hingga sekarang, dapat penulis sebutkan disini, yaitu di Tahun 1989 mengikuti Penataran Manggala BP 7 Pusat di Jakarta, tahun 1993 mengikuti Penataran Wajib Belajar 9 tahun di Bali, berselang beberapa hari beliau mengikuti Penyuluhan Hukum di Jambi, kemudian di tahun 1995 mengikuti Musyawarah ICMI se-Indonesia di Bandung berselang beberapa bulan sesudah itu beliau mengikuti Musyawarah Perguruan Tinggi se-Indoesia di Yogyakarta, di tahun 1997 beliau mengikuti kembali Penataran Perguruan Tinggi se-Indonesia di Yogyakarta Kemudian tahun 1999 mengikuti Penataran Hukum Perkawinan di Jambi dan berselang beberapa bulan beliau mengikuti Penataran Pondok Pesantren se-Indonesia di Bandung.

Demikian perjalanan serta pengorbanannya bagi masyarakat, bangsa dan negara tercinta ini, kita berdo’a dan mengharap kehadirat Allah SWT, semoga beliau diberikan tempat yang layak di Sisi Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Buka Forum RKPD, Safrial Tekankan Pendekatan Partisipatif dan Teknokratis

Pemerintahan

Pesan Safrial Kepada 56 Kepala Desa Yang Baru Dilantik

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Hadiri Sertijab Kepala BPK RI Perwakilan Jambi

Berita OPD

Pemkab Tanjabbar Gelar Sosialisasi Pelaksanaan dan SOP Kerjasama Daerah

Advetorial

Buka Rakorda, Bupati Safrial Minta Satpol PP dan Satlinmas Miliki Peran Sukseskan Pemilu 2019

Pemerintahan

Sinergi Perekonomian, Pemkab Tanjab Barat Lanjutkan Kerjasama dengan Kerinci

Pemerintahan

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Wabup Temukan Banyak Absen ASN Bolong

Pemerintahan

Kunker Pangdam II Sriwijaya ke Tanjab Barat Disambut Hangat Bupati Safrial dan Jajaran