LIVETV
15 Link Twibbon Hari KORPRI 2021 Pilihan Keren dan Menarik Kunjungi RS DKT Jambi, Ini yang Disampaikan Menko PMK Muhajir Makmurkan Masjid, BKPRMI Jambi Luar Kota Gelar Yasinan Bulanan Rutin Danrem 042/Gapu Dampingi Menko PMK Sambangi RS Dr. Bratanata Jambi Ulil Amri, Anggota DPRD Muaro Jambi Aktif Kunjungi Kegiatan Vaksinasi

Home / Nasional / Pilihan Editor

Selasa, 19 Mei 2020 - 19:17 WIB

Pendemi Covid-19, Polri Perpanjang Pelaksanaan Operasi Ketupat

FOTO : Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono

FOTO : Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono

JAKARTA – Polri memperpanjang masa pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona. Operasi kemanusiaan ini direncanakan hanya selama 16 hari. Tetapi kini diperpanjang masanya menjadi 37 hari.

“Ya, diperpanjang sampai 37 hari, berlaku untuk Polda Metro, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono, Jakarta, Selasa (19/05/20).

BACA JUGA :  Pemkab Tanjab Barat Tuntut Hal Ini ke SKK Migas

Dalam operasi ketupat ini, Argo mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan personel sebanyak 172.038 orang. Argo menyatakan dalam operasi ini, Polri akan menyiapkan 56 Pos Penyekatan yang meliputi Polda Metro 18, Jabar 17, Banten 6, Jateng 5, DIY 2, Jatim 8, dengan sasaran prioritas larangan mudik.

BACA JUGA :  MK Nyatakan UU Cipta Kerja Bertentangan dengan UUD 1945

“Dalam operasi ini, kami mengupayaka cara preventif humanis melalui imbauan, teguran dalam upaya pencegahan mudik,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Selain menyiapkan penyekatan, tambahnya, Polri juga mengoptimalkan satgas-satgas bantuan operasi seperti, Satgas Antisipasi Terorisme selama bulan Maret 2020 sampai dengan sekarang telah melakukan penangkapan sebanyak 49 tersangka terorisme.

BACA JUGA :  MK Nyatakan UU Cipta Kerja Bertentangan dengan UUD 1945

Lalu, Satgas Pangan Polri periode tahun 2020 telah melakukan penegakan hukum sebanyak 17 perkara, Satgas BBM secara intens bekerja sama dengan Pertamina dan BP Migas. Dan Satgas Anti Hoax sampai sekarang telah dilakukan penegakan hukum sebanyak 104 perkara.

“Seluruh Satgas kita optimalkan,” tutup Argo.(*)

Share :

Baca Juga

Nasional

HNSI Jateng Desak KKP Revisi Kebijakan Kenaikan Pajak dan Pungutan bagi Nelayan

Pilihan Editor

Polres dan Pemkab Tanjab Barat Tanam 1000 Pohon Penghijauan di Area Persiapan Lokasi MTQ 2021

Pilihan Editor

Pantauan ISPU, Kualitas Udara di Tanjab Barat Tidak Sehat

Pilihan Editor

Polres Tanjabbar Uji Ulang Rapid Antigen Penumpang di Pelabuhan LASDP

Nasional

Mantan Kasad, Jenderal TNI Purn Pramono Edhie Wibowo Berpulang

Nasional

Diperpanjang atau Tidak, Pemerintah Umumkan Keputusan soal PPKM Level 4 Hari Ini

Pilihan Editor

Komandan Lanal Palembang dan Bupati Tanjab Barat Resmikan Pos TNI AL Kuala Tungkal

Nasional

Wartawan Jangan Terlena Dengan Istilah Kemerdekaan Pers