LIVETV
Danrem 042/Gapu Pimpin Sertijab Dandim 0415/Jambi Peringatan Maulid Nabi, Dandim 1002/HST : Teladani Sifat Rasulullah SAW Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Seluruh Penumpang Kijang LGX di Bungo Kemenag Hadiah untuk NU, Haedar Nashir : Narasi Radikal Personil Gabungan Polres Tanjab Barat Lakukan Pemeriksaan Penumpang Antar Pulau




Home / Kesehatan

Minggu, 25 November 2018 - 08:11 WIB

Penderita DBD Di Tanjab Barat Meningkat

FOTO : Zainal Mutaqin Kepru Rekam Medis BLUD RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal

FOTO : Zainal Mutaqin Kepru Rekam Medis BLUD RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, mengalami peningkatan di Tanjab Barat.

Dibandingkan dengan data ditahun 2017 dari Dinas Kesehatan 115 kasus, untuk tahun 2018, per tanggal 22 November 2018 jumlah penderita positif DBD yang ditangani pihak BLUD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal mencapai 233 kasus.

Dirut BLUD RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal melalui Zainal Mutaqin Kepala Ruangan Rekam Medis Rumah Sakit tersebut mengungkapkan, dari data yang mereka miliki kasus DBD cenderung memperlihatkan peningkatan dibulan oktober 2018 yang mencapai 36 kasus.

BACA JUGA :  Maksimalkan Capaian Vaksinasi, Polsek Betara Bersinergi ‘Sapu Bersih Desa’

“Dari catatan kita bulan Januari 7, Februari 8, Maret 8, April 12, Mei 34, Juni 33, Juli 23, Agustus 28, September 19. Untuk bulan oktober ini naik lagi 36, kemudian bukan November saat ini  petanggal hari ini 25 kasus,” beber Zainal diruangannya, Kamis (22/11/18).

BACA JUGA :  40 Persen Lebih Masyarakat Umum Hingga Nakes di Tanjab Barat Sudah di Vaksinasi

Dari banyaknya pasien yang menderita DBD yang ditangani sebut Zainal, kesemuanya rata-rata diluar Kecamatan Tungkal Ilir.

“Ada juga pasien meninggal satu orang saat dirujuk ke Jambi. Karena sudah memasuki stadium Dengue Shock Syndrome (DSS),” katanya.

Zainal menambahkan, dari banyaknya kasus DBD yang masuk dalam data Rekam Medis, yang mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) 35 kasus dan 11 kasus di Rujuk ke Jambi dikarenakan pasien perlu penanganan lebih Intensif.

BACA JUGA :  40 Persen Lebih Masyarakat Umum Hingga Nakes di Tanjab Barat Sudah di Vaksinasi

Sementara itu, dari keterangan pihak Dinas Kesehatan, langkah yang dilakukan pihak Dinkes sebagai upaya menekan angka kasus DBD itu, mereka sudah mensosialisasikan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan pemberian bubuk abate Perkecamatan. Bahkan Bubuk abate bisa dioeroleh secara gratis di Puskesmas terdekat.*

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Investigasi

Empat Wilayah Ini Masuk dalam Kategori Rawan Endemis Demam Berdarah

Kesehatan

47 Warga Sudah Dirawat Akibat DBD, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Kesehatan

Gubernur Apresiasi Kerjasama IDI dan Polda Jambi di Bidang Pelayanan Kesehatan

Kesehatan

Dari Agustus, 478 Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA

Kesehatan

Kunjungi Balita Gizi Buruk di RS Daud Arif, Kapolres Tanjabbar Berikan Tali Asih Bhayangkara

Kesehatan

HUT TNI Ke 75, Puluhan Prajurit Kodim 0419/Tanjab Lakukan Donor Darah

Kesehatan

Dua WNI Positif Corona, Bupati Safrial Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Kesehatan

696 Karyawan dan Subcontraktor PetroChina Int Jabung Ltd Ikuti Vaksinasi