LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Produk Kristal Jahe “Nabila Krisja” rumah tangga yang diproduksi oleh ibu Rohayani, S.Pd di Desa Sungai Gebar Barat, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjab Barat cukup menjanjikan, namun sayangnya hingga saat ini usaha tersebut belum megantongi lebel atau sertifikat Halal dari LPPOM MUI.
Pasalnya, sertifikat halal wajib dimiliki bagi pelaku usaha UMKM atau Industri Kecil Menengah (IKM) makanan dan minuman. Hal itu sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang nomor 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.
Karena sertifikat halal merupakan salah satu lembar pengesahan yang mampu membuktikan kompetensi dan kualitas produk. Selain itu pemerintah memastikan wajib halal di 2019.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu pihaknya melalui Camata Kuala Betara meminta bantuan Pemkab Tanjab Barat melalui instansi terkait untuk membantu memperoleh lebel halal atau sertifikat halal dari MUI tersebut.
“Dengan memiliki sertifikat halal agar produk kristal jahe di Sungai Gebar Barat memiliki nilai lebih dan dapat meningkatkan daya saing produk IKM,” ungkap Herry Putra Syam, SE, Camat Kuala Betara kepada lintastungkal kemarin.
Menurutnya jika perusahaan maupun IKM atau home industri yang memegang label halal LPPOM MUI tentu lebih memiliki keunggulan dibandingkan produk yang tidak mempunyai label halal.
“Dengan sertifikat halal ini mampu menghilangkan keragu-raguan masyarakat. Selain itu kepercayaan publik mengkonsumsi produk juga semakin meningkat,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas KUKM Perindag Syafriwan, SE mengungkapkan pihaknya memberikan apresiasi kepada IKM Kristal Jahe untuk mendapatkan lebel halal MUI.
Pihaknya kata Syafriwan siap membantu untuk mendapatkan sertifikat lebel halal tersebut.
“Silahkan ke Bidang Industri perindag untuk dipersiapkan segala admiistrasinya,” kata Syafriwan.
Editor : Tim Redaksi