LIVE TV
Danrem 042/Gapu Serahkan Koleksi Harimau Sumatera yang Sudah Diawetkan ke Museum Siginjei Jambi Rotasi Jabatan, Acep Vicky Rosnidar Jabat Kasi Datun Kejari Tanjabbar Di Addendum, Larangan Mudik 2021 Maju Mulai 22 April, Ini Peraturan Lengkapnya Bupati Ikuti Rakor Pembatasan Mudik Lebaran dengan Pj Gubernur dan Kapolda Jambi Pemkab Tanjab Barat Audensi dengan Bappenas RI

Home / Tanjab Barat / Pilkada

Senin, 12 Oktober 2020 - 11:19 WIB

Penyelenggara Pilkada di Tanjab Barat Akan di Rapid Test Covid-19

FOTO : Ketua KPU Tanjab Barat, Hairuddin, S.Sos

FOTO : Ketua KPU Tanjab Barat, Hairuddin, S.Sos

KUALA TUNGKAL – Seluruh penitia terlibat penyelenggara Pilkada Serentak 2020 di Tanjab Barat akan di rapid test.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam tahapan Pilkada.

Demikian dikatakan Komisioner KPU Tanjab Barat, Hairuddin saat dihubungi, Senin (12/10/20).

Penyelenggara yang akan di-rapid test mulai dari PPK dan sekretariat, PPS dan KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) dan PAM TPS.

“Sementata jadwal pelaksanaan rapid test ini yang belum final,” katanya.

Adapun aturan mengenai rapid test ini tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 yang terbit pada 7 Juli 2020.

BACA JUGA :  Sepekan Ramadhan, Pemudik Mulai Meningkat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal

Pasal 5 Ayat (2) huruf b PKPU tersebut menyebutkan bahwa, “Secara berkala dilakukan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) terhadap anggota dan Sekretariat Jenderal KPU, serta anggota dan sekretariat KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS dan/atau yang memiliki gejala atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)“.

BACA JUGA :  Pemkab Tanjabbar Batasi Gedung Balai Pertemuan Untuk Umum

Kemudian, dalam Pasal 5 Ayat (3) disebutkan, “Dalam hal terdapat wilayah yang tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan pemeriksaan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, dapat menggunakan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau otoritas kesehatan“.

PKPU tersebut juga mengatur kewajiban penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi para penyelenggara. APD yang dimaksud minimal berupa makser.

BACA JUGA :  Ini Bangunan yang Akan Diresmikan Jadi Rumah Singgah

Tetapi, jika PPS hendak melakukan verifikasi faktual dukungan calon kepala daerah perseorangan, PPDP hendak melaksanakan pencocokan dan penelitian, atau KPPS akan menggelar pemungutan suara, maka wajib menggunakan masker, sarung tangan sekali pakai, dan pelindung wajah (face shield).

Untuk diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sementara Pilkada di Provinsi Jambi antara lain, Kabupaten Batanghari, Bungo, Tanjab Barat, Tanjab Timur dan Kota Sungai Penuh. Serta Pilkada Gubernur Jambi.(*)

Share :

Baca Juga

Pilkada

Bawaslu; Ada Tiga Pilihan Partisipasi Mahasiswa Turut Sukseskan Pilkada 2020

Pilkada

Sidang Gugatan CE-Ratu di MK Berlanjut ke Agenda Pembuktian

Tanjab Barat

Bupati Safrial Ganti Plt Kadis Perkim

Berita

Coklit di Betara Terkendala Corona, KPU Tunggu Rekom Gugus Tugas

Tanjab Barat

Danrem 042 Gapu Ikut Serta Tanam Pohon Peringati Hari Air Sedunia ke-29 di Tanjab Barat

Covid-19

Hari Ini 3 Pasien Covid-19 di Jambi Dinyatakan Sembuh

Covid-19

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Tanjab Barat Dinyatakan Sembuh

Tanjab Barat

Ketua TP PKK Tanjab Barat Hadir Rakerda IX TP-PKK Provinsi Jambi