Pergelaran Teater Tonggak ‘Lesung Luci’ Penutup Temu Teater Jambi 2022

- Redaksi

Jumat, 25 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan Teater Tonggak di Ajang Penutup Temu Teater Jambi 2022 di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi, Kamis, (24/11/22). FOTO : Ist

Penampilan Teater Tonggak di Ajang Penutup Temu Teater Jambi 2022 di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi, Kamis, (24/11/22). FOTO : Ist

JAMBI KOTALesung Luci pergelaran dari Teater Tonggak menjadi penutup rangkaian Temu Teater Jambi 2022 di gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi, Kamis, (24/11/22).

Terter ini menceritakan alat tradisiomal zaman dahulu. Lesung adalah alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras.

Lesung terbuat dari kayu berbentuk seperti perahu berukuran kecil. Fungsi alat ini memisahkan kulit gabah dari beras secara mekanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alu atau Antan merupakan alat pendamping lesung atau lumpang dalam proses pemisahan sekam dari beras. Alu (antan) dan lesung merupakan dua alat yang tidak dapat dipisahkan dalam penggunaannya. Alu tidak bisa digunakan tanpa ada lesung, begitu sebaliknya.

Dulunya, alat tradisional ini digunakan untuk mengubah padi menjadi beras secara mekanik. Menggunakan tangan dan tenaga manusia.

Pekerjaannya sering disebut menumbuk padi, yaitu memisahkan kulit padi sehingga menjadi beras dengan menggunakan tangan manusia. Kulit padi yang dihasilkan disebut sekam. Padi yang akan ditumbuk harus dijemur sampai kering dengan cahaya matahari. Tujuannya agar kulit padi mudah dipisahkan dan beras yang dihasilkan tidak patah.

Dengan adanya kemajuan teknologi, menumbuk padi dengan cara tersebut tidak digunakan lagi. Sudah ada mesin untuk menjadikan padi menjadi beras. Alu dan lesung kini hanya tinggal kenangan. Kalau pun digunakan sekarang ini hanya untuk menumbuk daun pandan, atau menumbuk singkong rebus menjadi bentuk adonan kemudian diolah menjadi bahan kerupuk.

Luci sebagai alat atau tempat menaruh sesaji yang diadaptasi dari budaya masyarakat Kerinci. Luci merupakan wadah yang digunakan untuk meletakkan sesaji saat musim padi mulai berbunga. Luci digunakan dalam Prosesi upacara yang disebut tari Ngayun luci.

Tari ngayun luci dipersembahkan ke pada leluhur saat masyarakat menanam padi agar tidak dimakan burung saat musim padi mulai berbuah dan berharap mendapatkan hasil melimpah saat musim panen. Selain itu tari Ngayun luci juga bisa untuk penyembuhan penyakit pada zaman dahulu dengan mendatangkan roh-roh nenek moyang sebagai perantara penyembuhan dengan menggunakan sesajen.

“Kakitau di dalam pergelaran ini tidak hanya menghadirkan gerak ataupun bentuk dari kakitau namun juga akan adanya dialog antar Kakitau yang bermimpi menjadi manusia. Dialog-dialog yang sampaikan para tokoh, bisa dicerna segala umur, bersifat edukasi dan pencerahan terkait budaya kekayaaan di provinsi Jambi khususnya Kerinci yaitu Ngayun Luci,” jelas Didin Siroz selaku pemilik karya dan sutradara.

Teater Tonggak

Judul: LESUNG LUCI
Karya/Sutradara: Didin Siroz
Para Pemeran: Mahendra sebagai KLINONG, Tri Putra Mahardhika H sebagai PERONG dan DATUK, Mario Kuntania sebagai TOW TOW, Zander Subagja sebagai BOROK dan TOKOH, Deny Haryanto sebagai PIRAU, Putri Novita Sari sebagai Warga, Olenda Amelia sebagai Warga, Liza Lazuarmi sebagai UPIK, Puji Rahayu Setianingsih sebagai Warga, dan Nora Azizah sebagai Warga.

Penata Pemusik : Azhar MJ, pemusik : Ahmad Junaidi, Syahrul Addha DS, dan Ari Wibowo | Penyanyi : Dina Gusti Aulia | Penata Artistik : Putra Agung dan Mahendra | Penata Kostum : Latifah Siroz | Koreografer : Tri Putra Mahardhika H | Penata Rias : Liza Lazuarmi | Pimpro : Hendry Nursal.(Red)

Komentar pada Artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Berita Terkait

Kreasi Arakan Sahur Semakin Baik, Bupati Sebut Tambah Ide Kreatif Undang Peserta dari 13 Kecamatan
Lewat Karya “Payung Terakhir”, Teater Tonggak Sampaikan Kritik Tajam Terkait Lingkungan
Harapan Bupati Batanghari Terhadap Festival Kota Minyak Bajubang
Kitab Undang-undang Tanjung Tanah Kerinci Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional
Rayakan HUT Ke-22 Partai, DPC Demokrat Tanjabbar Lestarikan Permainan Tradisional Gasing di Era Modern
21 Peserta Bakal Meriahkan Pawai Takbiran Idul Fitri 2023, Berikut Rutenya
Link Wayang Orang Pandawa Boyong Diperankan oleh Panglima TNI, Kapolri dan KASAD
Al Haris : Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Sarana Mempromosikan Budaya yang Dimiliki Jambi
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Maret 2024 - 03:28 WIB

Kreasi Arakan Sahur Semakin Baik, Bupati Sebut Tambah Ide Kreatif Undang Peserta dari 13 Kecamatan

Kamis, 25 Januari 2024 - 00:05 WIB

Lewat Karya “Payung Terakhir”, Teater Tonggak Sampaikan Kritik Tajam Terkait Lingkungan

Senin, 13 November 2023 - 00:17 WIB

Harapan Bupati Batanghari Terhadap Festival Kota Minyak Bajubang

Minggu, 29 Oktober 2023 - 09:11 WIB

Kitab Undang-undang Tanjung Tanah Kerinci Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional

Jumat, 1 September 2023 - 19:23 WIB

Rayakan HUT Ke-22 Partai, DPC Demokrat Tanjabbar Lestarikan Permainan Tradisional Gasing di Era Modern

Jumat, 21 April 2023 - 12:07 WIB

21 Peserta Bakal Meriahkan Pawai Takbiran Idul Fitri 2023, Berikut Rutenya

Minggu, 15 Januari 2023 - 21:58 WIB

Link Wayang Orang Pandawa Boyong Diperankan oleh Panglima TNI, Kapolri dan KASAD

Sabtu, 7 Januari 2023 - 08:47 WIB

Al Haris : Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Sarana Mempromosikan Budaya yang Dimiliki Jambi

Berita Terbaru