indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Ini Nama-Nama Pejabat Eselon III dan IV Dilantik Sekda Muaro Jambi Dirlantas Polda Jambi Tertibkan Nomor Lambung Angkutan Batu Bara Bersama Steakholder Terkait Disayangkan, Empat Peserta Ujian Kesetaraan Paket B Gagal Menerima Ijazah Korem 042/Gapu Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 Tahun 2022 Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok, Petani Merugi dan Kelimpungan Tutupi Biaya Perawatan

Home / Investigasi

Senin, 30 Desember 2019 - 11:23 WIB

Perindag; Kelangkaan Elpiji 3 Kg Bukan di Masyarakat Tapi di Pangkalan

FOTO : Kegiataan Rakor Satgas Pangan Kababupaten Tanjab Barat di Aula Rapat Mapolres, Jumat (27/12/19)

FOTO : Kegiataan Rakor Satgas Pangan Kababupaten Tanjab Barat di Aula Rapat Mapolres, Jumat (27/12/19)

KUALA TUNGKAL – Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam beberapa pekan terakhir.

Pasalnya hampir di semua agen maupun pangkalan mengalami kekosongan. Bahkan bila ada eceran harganya melebihi HET yang ditentukan pemerintah.

Bahkan persoalan ini sempat dibahas dalam Rakor Satgas Pangan di Mapolres Tanjab Barat yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Guntur Saputro, SIK, MH pada 27 Desember 2019 lalu.

BACA JUGA :  Dua WBP Lapas Kuala Tungkal Menerima Remisi di Hari Raya Waisak

Pada rakor tersebut, Kepala Dinas KUKM Perindag Tanjab Barat melalui Kabid Perdagangan Yeni Warni, SH mengatakan bahwa kelangkaan LPG 3 Kg bersubsidi yang terjadi kelangkaan bukan di Masyarakat.

Namun justru terjadi di pangkalan, kerena saat ini fenomenanya lebih banyak pengecer yang mengantri di pangkalan dibanding dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Disayangkan, Empat Peserta Ujian Kesetaraan Paket B Gagal Menerima Ijazah

“Pengecer tersebut kembali menjual kepada masyarakat dengan harga tinggi sehingga jauh dari HET yang telah ditetapkan,” ungkapnya dalam rakor tersebut.

Lanjut Yeni, pangkalan seharusnya menjual kepada masyarakat dikawasan tersebut, bukan kepada pengecer. Dari pengecer inilah timbul mata rantai harga menjadi tinggi melebihi HET.

Atas kondisi itu dia menyarankan masyarakat ikut mengawasi penyalurannya di lapangan agar tepat sasaran.(*)

Share :

Baca Juga

Investigasi

Dinkes Tanjab Barat Temukan 13 Penderita HIV/Aids

Investigasi

Warga SAD Antusias Sambut Tim Ekpedisi Danrem 042 Gapu

Investigasi

Wakapolres Tanjabbar Tinjau Kesiapan Protokol Kesehatan Pelaksanaan PPDB di SMPN 2 Tanjab Barat

Investigasi

Jangan Klik Link Internet Gratis yang Dibagikan di WA dan Facebook, Itu Hoaks

Investigasi

Ombak Tinggi, BPBD Ingatkan Nelayan Waspada

Berita

Esok Ada Kedatangan Penumpang dari Batam, Kapolres Imbau Warga Tak Merapat Kepelabuhan Roro

Berita

Tim Gabungan TNI Polri dan Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman Karhan di Desa Margo Rukun Senyerang

Investigasi

Polres Tanjabbar Antisipasi Pemudik Nekat Nyelip di Truk Angkutan Barang