LIVE
Kejar KKB Pimpinan Lamek Taplo, TNI Pertebal Pasukan di Distrik Kiwirok Dansatgas TMMD ke-112 Kodim 1002/HST Tinjau Perbaikan Jembatan Panglima TNI : Apresiasi Warga Jambi Pengetatan PPKM Level IV Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Link Twibbon Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Ke 50 Tahun 2021 Ini Agenda Kunker Kemendikbudristek Dua Hari di Jambi

Home / Investigasi

Senin, 30 Desember 2019 - 11:23 WIB

Perindag; Kelangkaan Elpiji 3 Kg Bukan di Masyarakat Tapi di Pangkalan

FOTO : Kegiataan Rakor Satgas Pangan Kababupaten Tanjab Barat di Aula Rapat Mapolres, Jumat (27/12/19)

FOTO : Kegiataan Rakor Satgas Pangan Kababupaten Tanjab Barat di Aula Rapat Mapolres, Jumat (27/12/19)

KUALA TUNGKAL – Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam beberapa pekan terakhir.

Pasalnya hampir di semua agen maupun pangkalan mengalami kekosongan. Bahkan bila ada eceran harganya melebihi HET yang ditentukan pemerintah.

Bahkan persoalan ini sempat dibahas dalam Rakor Satgas Pangan di Mapolres Tanjab Barat yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Guntur Saputro, SIK, MH pada 27 Desember 2019 lalu.

BACA JUGA :  Bupati dan Forkopimda Ikuti Dialog Intraktif Penanganan COVID-19 dengan Kapolri dan Panglima TNI

Pada rakor tersebut, Kepala Dinas KUKM Perindag Tanjab Barat melalui Kabid Perdagangan Yeni Warni, SH mengatakan bahwa kelangkaan LPG 3 Kg bersubsidi yang terjadi kelangkaan bukan di Masyarakat.

BACA JUGA :  ASN Dikerahkan Jumsih di Kawasan WFC, Wabup : Agar Lebih Indah dan Tertata

Namun justru terjadi di pangkalan, kerena saat ini fenomenanya lebih banyak pengecer yang mengantri di pangkalan dibanding dengan masyarakat.

“Pengecer tersebut kembali menjual kepada masyarakat dengan harga tinggi sehingga jauh dari HET yang telah ditetapkan,” ungkapnya dalam rakor tersebut.

BACA JUGA :  Bupati dan Forkopimda Ikuti Dialog Intraktif Penanganan COVID-19 dengan Kapolri dan Panglima TNI

Lanjut Yeni, pangkalan seharusnya menjual kepada masyarakat dikawasan tersebut, bukan kepada pengecer. Dari pengecer inilah timbul mata rantai harga menjadi tinggi melebihi HET.

Atas kondisi itu dia menyarankan masyarakat ikut mengawasi penyalurannya di lapangan agar tepat sasaran.(*)

Share :

Baca Juga

Investigasi

Hari Kedua, Masih Banyak Pengendara Terjaring Operasi Zebra

Investigasi

Wabah DBD Meningkat, Dinkes Tanjabbar Temukan 372 Kasus

Investigasi

Penampakan Mobil Angkut Penyeludupan Benih Lobster Senilai Rp 12 M di Kuala Indah

Berita

Esok Ada Kedatangan Penumpang dari Batam, Kapolres Imbau Warga Tak Merapat Kepelabuhan Roro

Investigasi

Warga Rantau Badak Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Di Teras Masjid

Batang Asam

Puluhan Hektar Lahan Di Batang Asam Terbakar, Camat; Kami Tim Gabungan Upaya Lakukan Pemadaman

Investigasi

Jangan Klik Link Internet Gratis yang Dibagikan di WA dan Facebook, Itu Hoaks

Investigasi

Ombak Tinggi, BPBD Ingatkan Nelayan Waspada