JAKARTA, 6 Juni 2026 – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan pangan nasional dan ekonomi lokal lewat program Community Involvement and Development (CID). Langkah strategis ini fokus pada inovasi teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dua inisiatif utama yang menjadi penggerak program ini meliputi:
- Bioflok Bertenaga Surya di Dumai, Riau: Mengatasi ketidakpastian tangkapan nelayan pesisir Kelurahan Mundam akibat cuaca dan abrasi. Warga kini membudidayakan ikan nila dengan masa panen 4–6 bulan memanfaatkan teknologi bioflok. Program ini didukung PLTS 4,4 kWp yang memangkas biaya listrik Rp9,3 juta/tahun sekaligus mengurangi emisi karbon 5,52 ton CO₂/tahun.
- Urban Farming Terpadu di Pematang Siantar, Sumut: Melalui program “Siantar Habonaron”, perusahaan mengoptimalkan pekarangan rumah warga yang minim lahan untuk budidaya ayam petelur dan sayuran. Sistem ini menerapkan siklus nol limbah (zero waste): kotoran ayam menjadi media tanam, sisa makanan menjadi pakan maggot, dan maggot diolah kembali menjadi pakan ternak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berkomitmen menghadirkan solusi konkret yang tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan melalui integrasi energi bersih,” ujar Manajemen PT Pertamina Patra Niaga.
Dampak langsung program ini dirasakan oleh Asih, anggota kelompok Habonaron di Pematang Siantar. “Sejak adanya bantuan dari Pertamina Patra Niaga, kebutuhan sarapan anak saya menjadi terpenuhi dari hasil ternak ini,” ungkapnya.
Melalui sinergi inovasi dan pemberdayaan ini, Pertamina Patra Niaga terus mendukung terciptanya kemandirian masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.**
Penulis : Warna Komunika
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal.com












Komentar