YTUBE
Program Kerja Kadis Dikbud Muaro Jambi, Urutan 2 Bikin Repot Guru Punya Kebiasan Ini Ini Pesan Penting Danrem 042/Gapu Saat Apel Gabungan, Prajurit Harus Tahu Calon Kades se Kecamatan Senyerang Nyatakan Sikap Deklarasi Pilkades Damai Pengamanan Pilkades Serentak 2022, Panitia Diminta Laksanakan Sesuai Protap Klasemen Sementara Liga Santri Piala Kasad 2022 di Provinsi Jambi

Home / Tanjab Barat

Senin, 30 Mei 2022 - 13:10 WIB

Seeokor Sapi Mati di Purwodadi Positif PMK, Disbunnak Tanjab Barat Perketat Pengiriman Ternak

Petugas Disbunnak saat melakukan disinfeksi terhadap ternak di Kandang yang ada ditemukan Sapi Mati dan Positif PMK. FOTO : Ist

Petugas Disbunnak saat melakukan disinfeksi terhadap ternak di Kandang yang ada ditemukan Sapi Mati dan Positif PMK. FOTO : Ist

TEBING TINGGI – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak Sapi dan Kambing ditemukan di Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Virus PMK diketahui setalah satu Ekor Sapi Warga setempat mati kemudian dialkukan Uji Laboratorium dan hasilnya Positif jika Sapi milik Warga Purwodadi yang mati tersebut Positif terserang PMK.

“Awalnya ada satu ekor sapi yang mendadak mati kemudian oleh Disbunnak Tanjab Barat mengirim 2 (Dua) sampel untuk Uji Lab. Dan hasilnya sudah keluar 23 Mei lalu dan dinyatakan satu ekor sapi kita di Purwodadi Positif PMK,” ungkap Fauziah Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjung Jabung Barat.

BACA JUGA :  Satgas Ops Res III Jaran Siginjai 2022 Polres Muaro Jambi Ringkus Pelaku Penggelapan di Warung

Fauziah menyebutkan, awal ditemukan kondisi Sapi yang positif PMK ini dalam keadaan mati. Guna mengantisipasi penyebaran, pihaknya melakukan Bio Security dan disinfeksi terhadap alat – alat serta ternak.

“Untuk mengantisipasi hal adanya penularan Disbunnak memperketat lalu lintas ternak, ternak yang ada di Purwodadi tidak diperbolehkan keluar dahulu, dan tidak boleh ada ternak yang masuk ke Purwodadi,” sebutnya.

Masih sehubungan dengan PMK, Fauziah mengatakan indikasi Sapi terkena PMK diduga karena Kandang Sapi berada dekat dengan lalu lintas mobilisasi.

BACA JUGA :  Peringatan HAN 2022 Sukses dan Meriah, Bachyuni Apresiasi Kadis Dikbud

“Saat dilakukan pengecekan memang Sapi yang mati berjenis kelamin betina ini dari 10 Sapi lainnya kondisinya memang telah sakit. Bisa jadi karena saya tahan tubuh ternak ini lemah jadi kena,” sebutnya.

Untuk diketahui, Sapi asal Lampung ini sudah lama berada di Purwodadi Disbunnak Tanjung Jabung Barat akan membuat brosur terkait ciri – ciri ternak yang terserang PMK yang akan disebarkan kepada Mayarakat menjelang Idul Adha.

Upaya antisipasi penyebaran Penyakit Mulu dan Kuku, Disbunnak juga meminta Petugas lapangan baik Paramedis maupun Dokter Hewan untuk lebih meningkatkan pengawasan.(Nang/Bas)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Tinjau Beberapa Proyek Perbaikan Jalan, Ini yang Diharapkan Bupati

Tanjab Barat

Anwar Sadat : Rencana Pemkab Bantu Nelayan dan Pedagang Asongan Dengan Dana CSR

Covid-19

Update 23 Juni ; Pasien Positif Covid-19 di Tanja Barat Bertambah 1 orang

Tanjab Barat

PT LPPPI Lanjutkan Penyaluran Oksigen Medis ke Berbagai Rumah Sakit di Provinsi Jambi Untuk Penanganan Pasien Covid-19  

Tanjab Barat

Anggota DPRD Tanjab Barat Ditahan Untuk 20 Hari Kedepan

Tanjab Barat

Safrial Pimpin Sidang Panitia Pertimbangan Landreform Program Redistribusi Tanah

Tanjab Barat

Mulai September, ASN di Tanjabbar Pakaian Teluk Belango dan Batik Khas Daerah

Tanjab Barat

Anwar Sadat Usulkan Revitalisasi Kawasan Mangrove dan Program Ini ke SKK Migas