indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Workshop Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Audit Puskesmas dan Rumkit Cerita Pilu Tindaz Baraza Mendengar Anakanya Pratu Tuppal Gugur di Papua Warga Dua Desa di Kumpeh Ulu Cemas dengan Munculnya 2 Ekor Harimau Unit Reskrim Polsek Sungai Gelam Tangkap 5 Pelaku Terlibat Pencurian Bobol Rumah Kanim Kelas II TPI Kuala Tungkal Peringati HBI, Yasonna : Usia 72 Tahun Waktu yang Tepat Untuk Introspeksi

Home / Pendidikan

Kamis, 8 November 2018 - 01:35 WIB

Sejumlah Kepala Sekolah Di Kota Jambi Dikenalkan ”KPK”

LINTASTUNGKAL.COM, JAMBI – Materi budaya baca menjadi salah satu sesi menarik bagi para peserta pelatihan manajemen berbasis sekolah (MBS). Selain karena langsung praktik membaca, peserta juga dibekali dengan jargon budaya baca, yaitu “KPK”.

KPK disini singkatan dari Keteladanan, Pembiasaan dan Ketersediaan buku. Ke tiga hal tersebut harus ada jika seorang kepala sekolah ingin mengembangkan program budaya baca di sekolahnya.

Ratumas Atiah, Kepala SDN 131/ IV Telanaipura Kota Jambi menuturkan, mengaku mendapatkan inspirasi setelah ketika sesi budaya baca,

BACA JUGA :  Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022

”Tidak terbayangkan sebelumnya, ternyata setelah mengikuti sesi budaya baca saya ingin lebih meningkatkan program budaya baca di sekolahnya, terutama keteladanan,” ujarnya ditemui di sela acara, Rabu (07/11/18).

Pihaknya ingin agar keteladanan menjadi salah satu hal yang ingin ditekankan kepada semua guru,

”guru harus menjadi teladan bagi siswanya dalam hal membaca,” tambahnya.

Senada dengan Ratumas, Kepala MTsN 5 Kota Jambi, Zainal Arifin, hal yang paling sulit bagi dirinya adalah bagaimana menyediakan buku.

”Terus terang masalah ketersediaan buku di madrasah ini menjadi hal krusial, jangan sampai siswa bosan membaca buku-buku itu terus, tetapi setelah mengikuti pelatihan manajemen sekolah ternyata terdapat materi budaya baca, kami diperkenalkan dengan istilah ”KPK”, semoga ke depan bisa mempraktikkannya di madrasah,” ujar Zainal.

BACA JUGA :  Polda Jambi Buka Penerimaan Siswa SIPSS Tahun 2022

Pelatihan manajemen sekolah ini merupakan hasil kerja sama antara Tanoto Foundation dengan LPTK Universitas Jambi dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin dengan 23 peserta kepala sekolah dan pengawas dari 18 sekolah mitra UIN dan UNJA di Jambi. (SB/hms/tnt)

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Prestasi di Tengah Pandemi, Program Studi DKV ITEBA Raih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas SDM Pemkab Tanjabbar Jalin Kerjasama PEM Akamigas Cepu

Pendidikan

Cerita Para Dosen dan Guru di Jambi Belajar Membuat Big Book, Mengaku Awalnya Sulit

Pendidikan

7.665 Siswa SD dan SMP di Tanjab Barat akan Ikuti Ujian Akhir Sekolah

Pendidikan

Bupati Safrial Lepas Pemberangkatan 5 Calon Taruna STP Asal Tanjab Barat ke Jakarta

Pendidikan

Hasil Rapid Test Tenaga Pendidik SD Kartika II-4 YKJ Korem 042 Gapu Non Reaktif

Pendidikan

Ini Rekomendasi IDAI untuk Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan

Melalui Pelatihan Manajemen Sekolah, Kepsek di Tebo Akan Terapkan Merdeka Belajar