YTUBE
Ironis, Ditinggal Suami Mancing Istri Masukan Duda ke dalam Rumah Haji 2023 Tanjab Barat Dapat Kuota 407 Porsi, Prioritas CJH Lansia Tim Sultan Polres Tebo Uangkap Tindak Pidana PETI Sejumlah Orang Diamankan 700 Peserta Lulus Bahan Penerimaan PPPK Formasi Guru di Tanjab Barat Nikahi Janda, Samsul Mukmin Berikan Mas Kawin Linggis

Home / Pemerintahan

Rabu, 6 November 2019 - 13:52 WIB

Sekda Tanjab Barat Hadiri Rakornas PBJ Tahun 2019 di Jakarta

FOTO : Sekda H Agus Sanusi Saat Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa di Balai Sidang Jakarta Konvertion Centre, Rabu (06/11/19)

FOTO : Sekda H Agus Sanusi Saat Hadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa di Balai Sidang Jakarta Konvertion Centre, Rabu (06/11/19)

JAKARTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa tahun 2019 di Balai Sidang Jakarta Konvertion Centre, Rabu (06/11/19).

Acara turut dihadiri pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri, kepala daerah provinsi/kabupaten/kota serta pimpinan ULP/LPSE seluruh indonesia.

Rakornis BPJ diselenggarakan oleh LKPP ini berlangsung dari tanggal 6-7 November 2019 dengan tema “Transformasi pengadaan di era digital untuk SDM unggul Indonesia Maju” dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasionla untuk peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian nasional dan daerah.

Hal ini memberikan nilai dan manfaat yang besar serta kontribusi dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan peran usaha mikro, UKM, serta pembangunan berkelanjutan.

Sekda Tanjab Barat, H. Agus Sanusi menyampaikan hasil arahan Presiden Joko Widodo saat membuka Rakornis menuturksn bahwa presiden mengatakan masih ada pengadaan konstruksi yang di tenderkan senilai 31 Triliun sementara sudah memasuki bulan November. Artinya kata Presiden terjadi keterlambatan.

“Untuk kedepan hal ini diingtkan presiden jangan terulang lagi, baik di ousat maupun daerah,” ujar Agus Sanusi.

Dikatakan Agus, Presiden juga menghimbau untuk tingkatkan penggunaan produk dalam negeri dan kurangi impor.

“Bila aturan yang dirasakan mempersulit, maka aturan tersebut yang diubah,” ujarnya.

Menurut Jokowi pentingnya pengunaan produk dalam negeri biar sedikit mahal akan lebih baik dari pada menggunakan barang impor.

“Hal ini penting untuk menciptakan lapangan kerja dan ekonomi masyarakat dan negara” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pohon dan Tanaman Sekitar Jaringan Listrik Akan dilakukan Pemangkasan

Pemerintahan

Bupati Ingatkan Kades, Dana Desa 2020 Lebih Fokus Kegiatan Padat Karya

Pemerintahan

Harapan Bupati Anwar Sadat Terhadap Tiga Pejabat Eselon II yang Baru Dilantik

Berita

Dinsos Tanjab Barat Kirim 25 SDM PKH Ikuti Jambore PKH Provinsi Jambi

Pemerintahan

Safrial Buka Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah 2019

Pemerintahan

Rencana Program dan Kerjasama Ditandatangani, KPPN Berikan Apresiasi

Pemerintahan

Absensi SIMEKA Berbasis Aplikasi di Pemkab Tanjabbar Bermasalah

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Resmikan Gedung Rumah Iqra’ Husnul Khatimah Kampung Nelayan