TANJAB BARAT – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius jajaran Polres Tanjung Jabung Barat. Guna memastikan respon cepat di lapangan, Kapolres Tanjab Barat AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K, M.H., melakukan inspeksi mendadak terhadap sistem keamanan dan alat pemadam di PT. WKS Distrik VI, Rabu (15/04/2026).
Bukan sekadar pengecekan rutin, Kapolres memfokuskan peninjauan pada kecanggihan teknologi Situation Room. Di pusat kendali ini, petugas memantau pergerakan titik panas (hotspot) secara real-time menggunakan integrasi data dari Sipongi, Windy, AWS (Automatic Weather Station), hingga FROS.
Pengawasan Berbasis Data Real-Time
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres menegaskan bahwa akurasi data adalah kunci dalam pencegahan Karhutla. Dengan sistem deteksi dini tersebut, potensi api dapat dipetakan bahkan sebelum kebakaran meluas.
“Teknologi ini memungkinkan kita bergerak lebih cepat. Kami memastikan semua instrumen, mulai dari pemantauan cuaca hingga sistem deteksi titik panas, berfungsi 100 persen,” ujar Kapolres melalui Kasi Humas, IPDA Ucen S. Kasih.
Siaga Tempur: Dari Pompa Hingga Suntik Gambut
Selain kecanggihan digital, kekuatan fisik peralatan pemadam kebakaran (Sapras) tak luput dari pemeriksaan. Kepolisian memeriksa detail kondisi mesin mulai dari Fire Pump, ratusan meter selang (Fire Hose), hingga alat khusus seperti Suntik Gambut.
Berikut adalah rincian aset siaga yang diverifikasi:
- Pompa Utama & Portabel: 10 Unit (Fire Pump & V.20)
- Armada: 1 Unit Fire Truck
- Distribusi Air: Lebih dari 200 unit selang berbagai ukuran dan 38 Nozzle.
- Alat Khusus: 10 Unit Suntik Gambut untuk memadamkan bara di bawah permukaan.
Komitmen di Luar Batas Konsesi
Salah satu poin penting dalam sidak ini adalah memastikan PT. WKS Distrik VI bertanggung jawab atas radius buffer sejauh 5 KM dari batas luar konsesi mereka. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan lahan masyarakat di sekitar perusahaan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peralatan dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja. Kita tidak boleh lengah, terutama saat memasuki musim kemarau,” tutup IPDA Ucen.
Kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara kepolisian dan sektor swasta menjadi pilar utama dalam menjaga Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap bebas dari kepulan asap tahun ini.**
Editor : Tim Redaksi
Sumber Berita: Lintastungkal












Komentar