Tanjab Barat Butuh Perhatian Pusat Untuk Penyediaan Sanitasi dan Air Bersih

- Editor

Selasa, 8 Maret 2022 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H Anwar Sadat bersama OPD terkait mengikuti sosialisasi Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting secara virtual, Selasa (8/3/22). FOTO : Istimewa

H Anwar Sadat bersama OPD terkait mengikuti sosialisasi Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting secara virtual, Selasa (8/3/22). FOTO : Istimewa

KUALA TUNGKALSanitasi dan Air bersih merupakan hal vital dalam penekanan angka stunting. Sehubungan dengan hal itu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi secara geografis berada di Wilayah pesisir, membutuhkan perhatian Pemerintah pusat dalam penyedian sanitasi memadai dan Air bersih layak minum.

Seperti yang disampaikan Bupati Tanjung Jabung Barat H. Anwar Sadat, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan populasi kurang lebih 321.471 Jiwa terdiri dari 13 Kecamatan, 20 Kelurahan dan 114 Desa yang geografisnya berada di Pesisir.

Sementara hal vital yang berkaitan dengan penanganan stunting yakni ketersediaan sanitasi, dan Air bersih layak konsumsi atau higienis. Terkait hal itu Bupati berharap adanya perhatian Pemerintah Pusat khususnya sanitasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita memerlukan dana yang cukup banyak terkait sanitasi. Dari 114 Desa ada 15 Desa yang sangat memprihatinkan. Mudah – mudahan ini menjadi perhatian Pemerintah pusat,” sebut H. Anwar Sadat saat mengikuti sosialisasi Rencana Aksi Nasional percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) secara virtual, Selasa (8/3/22).

BACA JUGA :  Sy Fasha Dukung DPD NasDem Tanjab Barat Berikan Reward Umroh Bagi Caleg

Selain sanitasi hal lainnya yang sangat vital bagi penurunan angka stunting adalah Air bersih yang sampai saat ini sangat sulit didapatkan di Tanjung Jabung Barat dengan melakukan pengeboran.

“Saat ini kita sangat sulit untuk melakukan pengeboran. Air yang kita dapat belum memadai dan belum higienis untuk diminum,” ucap Bupati.

Anwar Sadat berharap dengan adanya perhatian dari Pemerintah Pusat, Tanjung Jabung Barat mampu melakukan upaya – upaya masif lainnya untuk menekan angka stunting.

“Sebagai gambaran penekanan angka stunting yang kita lakukan, pada Tahun 2020 dari 44 persen Tanjung Jabung Barat sudah melakukan penurunan signifikan ke angka 19,8 persen di Tahun 2022 ini,” beber H Anwar Sadat saat sosialiasi RAN PASTI Regional I.

Dikesempatan yang sama Patona pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, BKKBN mendapat mandat sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting adalah tugas besar yang memerlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah, Pemerintah Desa bahkan Masyarakat.

BACA JUGA :  Dampak Karhutla, TK Hingga Siswa SMP di Tanjab Barat Belajar Secara Daring

“Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024 ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang,” jelas Patona.

Maka dari itu sambung Patona, percepatan penurunan stunting saat ini semakin dikebut untuk mencapai target. Pemerintah melalui BKKBN memiliki strategi dengan rencana aksi Nasional percepatan penurunan stunting Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Dr Ir Suprayoga Hadi, MSP Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres RI yang menyebutkan, saat ini Presiden menekankan beberapa poin salah satunya pada Tahun 2024 harus mencapai 14 persen.

“Ini merupakan tantangan. Laju percepatan ini harus kita pacu lagi. Telah disusun RAN PASTI, ini menjadi acuan Pemerintah sesuai dengan permasalahan masing – masing daerah,” sebutnya.(*/Bas)

Deputi PMPP Setwapres Suprayoga Hadi memberikan pemaparan

 

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait

Silaturahmi ke Kejari Tanjabbar, Pesan Kajari Bawaslu Lebih Intens Lakukan Koordinasi
Dampak Karhutla, TK Hingga Siswa SMP di Tanjab Barat Belajar Secara Daring
Demi Kemaslahatan Umat, LAZ Insan Madani Jambi Launching dan Lantik Pengurus Cabang di Tanjab Barat
Polsek Pengabuan Selidiki Pembakar Lahan di Senyerang Tanjab Barat
4 Hektar Lahan Perkebunan Kelapa di Kecamatan Pengabuan Terbakar
Bupati Tanjab Barat Berhentikan 4 Kepala Desa, Ini Penggantinya
DPRD Tanjab Barat Tunda Sahkan Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Menjadi PERDA
DPD Partai NasDem Tanjabbar Berbagi, Hairan Sebut untuk Ringankan Beban Warga
Berita ini 224 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Oktober 2023 - 21:50 WIB

5 Warga Tebo Tenggelam di Sungai Batanghari, 2 Ditemukan, 3 dalam Pencarian

Selasa, 19 September 2023 - 19:02 WIB

Pemerintah Kabupaten Tebo Umumkan Penerimaan PPPK Tahun 2023, Ini RInciannya

Jumat, 11 Agustus 2023 - 01:12 WIB

Kasrem 042/Gapu Minta Warga Desa Talang Silungko Rawat Hasil Program TMMD Ke-117 Kodim 0416/Bute

Minggu, 6 Agustus 2023 - 12:48 WIB

Korban Tenggelam di Bekas Tambang Ditemukan Setelah Dilakukan Manuver Rubber Boat Buat Ombak

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 21:46 WIB

Tim SAR Bungo Lakukan Pencarian Pemuda Tenggelam di Danau Toska

Senin, 31 Juli 2023 - 00:46 WIB

Kabur 5 Bulan Usai Dilaporkan Seruduk Pacar Pemuda di Tebo Diciduk di Warung Nasi Uduk

Sabtu, 22 Juli 2023 - 11:00 WIB

Senkom Tebo Audensi ke Satbinmas Polres Tebo

Selasa, 6 Juni 2023 - 11:59 WIB

Terpeleset ke Sungai Saat Cari Rumput Untuk Ternak, Winarto Ditemukan Tak Bernyawa

Berita Terbaru

Salah Satu Pengurus PW IWO Jambi Tengah Membagina Masker kepada Warga. FOTO : HMS

Kota Jambi

Kualitas Udara Memburuk, PW IWO Jambi Bagi 2 Ribu Masker

Senin, 2 Okt 2023 - 17:57 WIB

Kebakaran Lahan Terjadi di Lahan Perkebunan di RT. 04 Dusun Nibung  Jaya, Desa Mekar Jati, Kecamatan Pengabuan. FOTO : Ist

Opini

Bencana Kabut Asap di Jambi Mengapa Berulang?

Senin, 2 Okt 2023 - 12:10 WIB