LIVE TV
Bupati Anwar Sadat Apresiasi Polres Tanjab Barat Dalam Penanganan Karhutla 87 Personil Kodim 0419/Tanjab Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Siapa Bakal Ketua DPRD Tanjab Barat, Begini Penjelasan Edi Purwanto HUT Ke-4, SMSI Bersama BKKBN Provinsi Jambi dan SAH Berkolaborasi Kurangi Stunting DPC Demokrat Sungai Penuh Dukung Penuh Sikap DPP

Home / Berita

Sabtu, 3 Februari 2018 - 14:37 WIB

Terbiasa Dengan Banjir Rob, Tapi Warga Risih Dengan Efeknya

FOTO : Diambil Di Wilayah Kelurahan Kampung Nelayan, Sabtu (03/02/18)

FOTO : Diambil Di Wilayah Kelurahan Kampung Nelayan, Sabtu (03/02/18)

KUALA TUNGKAL – Banjir rob memang tiap tahun menggenangi sejumlah ruas jalan utama di kota Kuala Tungkal dan rumah warga yang tergolong di tempat rendah seperti kawasan tepian sungai.

Seperti, Satu sore (03/02/18) air pasang selimuti jalan Sulthan Thaha, Jalan Melati, Simpang 4 Lampu Merah jalan Siswa dan sebagian besar jalan utama kota Kuala Tungkal. Bahkan air pasang ini juga menenggelamkan jalan-jalan di Kelurahan Kampung Nelayan.

BACA JUGA :  Kebun Terendam Banjir, Warga Sebrang Kota Minta Ganti Rugi ke PT PWS

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan untuk beraktivitas, sebagian warga terpaksa menerjang banjir karena tidak ada jalur alternatif meskipun beresiko kendaraan mati dan bakal karatan.

“Sore ini cukup tinggi genangan airnya hingga mengganggu aktivitas warga,” tutur Jainuri warga Bina Karya.

Menurut Jai, cerita orang tua dulu tingginya pasang air laut terjadi karena gaya gravitasi bulan yang dua kali lebih besar dari gaya tarik matahari sehingga ketinggian air laut meningkat.

BACA JUGA :  Canangkan Zona Integritas Menuju WBBM, Ini Harapan Kapolres Tanjabbar

Sementara Ahmad menuturkan banjir semacam ini memang sudah fenomena tersendiri bagi warga kota Kuala Tungkal. Hal tersebut terjadi hampir tiap hari selama 3 atau 4 hari, sehingga warga harus rela menerjang air rob untuk beraktivitas sehari-hari.

“Hanya saja kecemasan kita air tersebut asin. Karena kandungannya dapat merusak seperti karat dan keroposnya kendaraan kita,” ujarnya.

BACA JUGA :  Hadiri Pencanangan WBBM Polres Tanjabbar, Wabup Hairan: Ini Sejalan dengan Keinginan Kita

Menurut Ahmad, air rob berbeda dengan bencana banjir lainnya. Sebab, air rob di Kuala Tungkal ini mengandung kotoran dan garam, yang tidak mudah dibersihkan.

“Kalau masuk ke dalam rumah, lantai itu harus dibersihkan dua sampai tiga kali. Kalau tidak, tidak akan bersih dan menimbulkan bau tidak sedap,” tukasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Kunjungi Kodim 0419/Tanjab, Danrem Pesan Agar Anggota Peduli Sesama Ditengah Pandemi Covid-19

Berita

Hasil Rapid Test 284 Pedagang Empat Pasar di Kuala Tungkal Non Reaktif

Berita

KPU Tanjab Barat Terima 1.622 Bilik Suara Pemilu 2019

Berita

Pecahkan Rekor, Rita Gunawan Jadi Ketua PWI Perempuan di Tanjab Barat

Berita

Libatkan Ratusan Personel Gabungan, Korem 042/Gapu Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Berita

Malam Hari, JCH Tanjab Barat Diberangkatkan ke Asrama Haji Antara Jambi

Berita

Polres Tanjab Barat Kawal Ketat Penyaluran Beras Rasta

Berita

Buka keterisoliran, Begini Wujdu Fisik Jalan TMMD Kodim 0419/Tanjab Sepanjang 10.695 Meter di Sadu