LIVETV
Danrem 042/Gapu Ikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi oleh TNI Jajaran Kodam II/Sriwijaya Polisi Kembali Ciduk Pentolan Geng Motor Kota Jambi Kejari Tanjab Barat Tahan Bos PT Jasmine Indah 15 Link Twibbon Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 2 Orang Pelaku Narkoba Bersenpi Diciduk Polisi, 11 Paket Sabu Siap Edar Disita




Home / Covid-19

Jumat, 3 April 2020 - 21:11 WIB

Terkait Kepulangan Santri Lirboyo, Kapolres Ingatkan Warga Selektif Unggah Berita COVID-19 di Medsos

FOTO : Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntru Saputro, SIK, MH

FOTO : Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntru Saputro, SIK, MH

KUALA TUNGKAL – Kepala Kepolisian Resor Tanjung Jabung Barat mengingatkan warga agar lebih selektif dalam mengunggah postingan berita di media sosial tentang Virus Corona (COVID-19).

Terlebih lagi kata dia menyangkut kepulangan santri asal Tanjab Barat dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Tengah yang akan dikarantina di Gedung BLK di Desa Terjun Jaya Kecamatan Betara.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Guntru Saputro, SIK, MH, Jumat (03/04/20) terkait adanya ditemukan salah satu akun medsos yang menposting menyakut dengan kepulangan santri yang akan di inapkan di BLK Betara.

Kapolres mengungkapkan masyarakat seharusnya mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melakukan penanganan Virus Corona tersebut.

“Masyarakat tentunya bisa ikut menyebarkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Kasihan masyarakat yang minim informasi justru ditakut-takuti berita bohong, karena akan semakin memunculkan kekhawatiran,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, lebih baik dari sekarang hentikan unggah atau teruskan informasi yang belum tentu kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan.

Ditegskannya, ditengah wabah Corona pihaknya akan mengambil langkah tegas namun persuasif dengan mempertimbangkan asas manfaat dan keadilan.

“Yang memposting akan diberi detterence effect dan sanksi sosial serta minta maaf di muka publik melalui akun resmi yang bersangkutan sebagai bentuk penyesalan dan permintaan maaf membuat berita yang meresahkan,” tegasnya.

“Namun, Apabila ditemukan ada unsure kesengajaan menyebar kabar bohong dan terbukti menyebarkan, maka diambil tindakan untuk diproses secara hukum karena di dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) diatur dengan jelas ancaman pidananya,” tambahnya.(*)

Share :

Baca Juga

Covid-19

Cegah Hal Negatif Selama Corona, Kades Suka Damai Aktifkan Siskamling

Advetorial

Perhatian pada Medis dan Warga Jalani Isolasi, Kapolres Tanjabbar Bersama Dandim Berikan Support dan Extra Fooding

Covid-19

Kasus Positif Corona di Tanjab Barat Bertambah 1, Total Kini 6 Orang

Covid-19

Desa Suka Damai Anggarkan Rp 30 Juta Untuk Penanganan Covid-19

Covid-19

Update 5 Juni : Kasus Positif Covid-19 di Jambi Tembus 101 Orang

Covid-19

Bupati Safrial Serahkan Bantuan APD dan Masker dari OPD Kepada Gugus Tugas Covid-19 Tanjab Barat

Covid-19

Setiba di Kampung, Kapolres Imbau Santri Lakukan Isolasi Mandiri 14 Hari

Covid-19

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati dan Forkompimda Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Seputar Kota Kuala Tungkal