indexexchange.com, 192806, RESELLER, 50b1c356f2c5c8fc smaato.com, 1100042823, RESELLER, 07bcf65f187117b4 opera.com, pub5766157273984, DIRECT, 55a0c5fd61378de3 pubmatic.com, 158565, RESELLER, 5d62403b186f2ace yahoo.com, 58935, RESELLER, e1a5b5b6e3255540 appnexus.com, 13227, RESELLER
    LIVETV
Pemprov Jambi Terima WTP dari BPK yang ke 10 Seminar Pelayanan Publik, Diharapkan Menunjang Kegiatan Kemasyarakatan Kebakaran di Kampung Nelayan 4 Rumah Ludes 2 Rusak Berat BREAKING NEWS : Musibah Kebakaran Landa Parit 4 Kampung Nelayan Tanjab Barat Kapenrem 042 Gapu Ikuti Workshop Menulis Penerangan TNI AD 2022

Home / Berita

Jumat, 15 Februari 2019 - 14:57 WIB

Ternyata ODGJ Di Tanjab Barat Cukup Banyak

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang gila di Kabupaten Tanjabbar ternyata cukup banyak. Dari data Dinas Kesehatan Tanjabbar, jumlahnya mencapai 512 orang.

Keberadaan para orang gila ini, tersebar di seluruh Kecamatan di Tanjabbar. Mulai dari gangguan jiwa baru hingga yang sudah parah.

Johanes, Kabid P2P Dinkes Tanjabbar menyebutkan, kalau jumlah tersebut berdasarkan pendataan tahun 2018 lalu. Diakuinya jumlah tersebut memang tergolong tinggi. Akan tetapi, jumlah tersebut telah mengalami penurunan. Sebab pada tahun 2017 lalu jumlahnya mencapai 516 orang.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS : Musibah Kebakaran Landa Parit 4 Kampung Nelayan Tanjab Barat

“ Kita sudah melakukan upaya untuk para ODGJ ini. Pemerintah telah mengupayakan setiap puskesmas agar cepat memberikan penanganan pada warga yang terkena gangguan jiwa. Seperti memberikan obat jiwa, agar pasien bisa benar-benar sembuh total,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika dari kasus-kasus yang ada di lapangan, rata-rata penderita gangguan jiwa disebabkan karena tidak bisa mengelola emosi dengan baik. Selain itu juga faktor lingkungan dan keturunan.

Untuk masalah penanganan, Dinkes Tanjabbar mengaku mengalami beberapa kendala. Diantaranya, masyarakat masih menganggap penderita gangguan sebagai pengganggu ketenangan. Selain itu, masyarakat juga kurang percaya pengobatan medis untuk penderita gangguan jiwa. Akibatnya Dinkes pun kesulitan memantau keberadaan orang gila ini.

BACA JUGA :  Ini Nama-Nama Pejabat Eselon III dan IV Dilantik Sekda Hari Ini

Karenanya Johanes menghimbau pada keluarga penderita gangguan jiwa, untuk aktif membawa pasien ke pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat diminta untuk tidak mendiskriminasi setelah pasien kembali ke masyarakat.

“Kalau pasien gangguan jiwanya sudah parah, kami akan rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Jambi untuk mendapatkan pengobatan intensif, agar mereka cepat sembuh,” tutupnya.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Kembali, 108 Karyawan PetroChina di Uji Swab

Berita

PetroChina Memulai Program Pengeboran di 11 Sumur Wilayah Kerja Jabung

Berita

Danrem 042/Gapu Ikuti Rakornis TMMD Ke-113 TA 2022

Berita

Puluhan Kardus Rokok Ilegal dari Jawa Diamankan Bea Cukai Jambi

Berita

Danpos Ramil Karubaga Hadiri Penyerahan Penghargaan Kapolda Papua Kepada Bupati Tolikara

Berita

Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Berita

Dansatgas Yonif 742/SWY Sambut Kunker Dekan Fakultas Vokasi Unhan RI

Berita

Ini yang Akan Jadi Tuan Rumah MTQ ke 51 Tingkat Provinsi Jambi