LIVETV
SMPN 2 Kuala Tungkal Lolos Sebagai Peserta KSN MTK Nasional Penyelundupan Part Mobil Tua Jenis Land Rover Digagalka Petugas Perbatasan Ivan Wirata Angkat Bicara Terkait Kelangkaan BBM Ini Motif dan Desain Seragam Batik KORPRI Terbaru Yonif Raider Khusus 732/Banau Laksanakan Vaksinasi Covid-19




Home / Berita

Jumat, 15 Februari 2019 - 14:57 WIB

Ternyata ODGJ Di Tanjab Barat Cukup Banyak

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang gila di Kabupaten Tanjabbar ternyata cukup banyak. Dari data Dinas Kesehatan Tanjabbar, jumlahnya mencapai 512 orang.

Keberadaan para orang gila ini, tersebar di seluruh Kecamatan di Tanjabbar. Mulai dari gangguan jiwa baru hingga yang sudah parah.

Johanes, Kabid P2P Dinkes Tanjabbar menyebutkan, kalau jumlah tersebut berdasarkan pendataan tahun 2018 lalu. Diakuinya jumlah tersebut memang tergolong tinggi. Akan tetapi, jumlah tersebut telah mengalami penurunan. Sebab pada tahun 2017 lalu jumlahnya mencapai 516 orang.

BACA JUGA :  Dihantam Tak Boat Dermaga Teluk Kempas Alami Kerusakan

“ Kita sudah melakukan upaya untuk para ODGJ ini. Pemerintah telah mengupayakan setiap puskesmas agar cepat memberikan penanganan pada warga yang terkena gangguan jiwa. Seperti memberikan obat jiwa, agar pasien bisa benar-benar sembuh total,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jika dari kasus-kasus yang ada di lapangan, rata-rata penderita gangguan jiwa disebabkan karena tidak bisa mengelola emosi dengan baik. Selain itu juga faktor lingkungan dan keturunan.

BACA JUGA :  Nelayan Keluhkan Langkanya Solar, Ketua HNSI Tanjabbar : Pertamina Harus Ambil Sikap

Untuk masalah penanganan, Dinkes Tanjabbar mengaku mengalami beberapa kendala. Diantaranya, masyarakat masih menganggap penderita gangguan sebagai pengganggu ketenangan. Selain itu, masyarakat juga kurang percaya pengobatan medis untuk penderita gangguan jiwa. Akibatnya Dinkes pun kesulitan memantau keberadaan orang gila ini.

BACA JUGA :  Remaja di Kampung Nelayan Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Karenanya Johanes menghimbau pada keluarga penderita gangguan jiwa, untuk aktif membawa pasien ke pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat diminta untuk tidak mendiskriminasi setelah pasien kembali ke masyarakat.

“Kalau pasien gangguan jiwanya sudah parah, kami akan rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Jambi untuk mendapatkan pengobatan intensif, agar mereka cepat sembuh,” tutupnya.

Editor : Tim Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

KPU Tanjab Barat Lakukan GMHP Perdana Ke Kantor Bupati

Berita

Kapendam V/Brawijaya : Berita Kasdim 0817/Gresik Meninggal Karena Vaksin Covid-19 Hoax

Berita

Idul Fitri 1442 H Merupakan Lebaran Digital

Berita

Hingga Juni 2020, PA Kuala Tungkal Terima 91 Pengajuan Dispensasi Kawin

Berita

Ini Jadwal dan Tempat SKD CPNS 9 Kabupaten Kota di Provinsi Jambi

Berita

RSUD KH Daud Arif Berduka, Kabag Penunjang Medis Meninggal Dunia

Berita

Kunjungi Kompi Senapan A di Sarolangun, Danrem 042 Gapu Jambi Beri Semangat Prajurit

Berita

Sensus Penduduk 2020 Daring di Tanjab Barat Baru Capai 27,6 Persen