by

Tim Penilai Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA Nasional Sambangi Desa Sungai Gebar Barat

= 212

LINTASTUNGKAL.COM, KUALA TUNGKAL – Kabupaten Tanjab Barat memiliki sejumlah potensi dan keunggulan tanaman Keluarga atau tanaman obat tradisional. Salah satunya budidaya tanaman apotik keluarga berupa Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Karena itu Tanjab Barat dipercaya mewakili Jambi dinilai dalam lomba Penilai Asuhan Mandiri Pemanfaatan Toga dan Akupresur Tahun 2018 oleh tim penilai Nasional.

Diketuai oleh Dr. dr. Ina Rosalina, Tim Penilai Nasional dari Kemenkes RI bersama Anggota Komisi IX DPRI H. Handayani, SKM, MPH, Wabup Tanjab Barat Drs. H. Amir Sakib, Sabtu (08/09/18) pagi mengunjugi desa sungai Gebar Kecamatan Kuala Betara. Guna melakukan penilaian terhadap 9 kelompok TOGA. Tiba di tempat rombongan disambut dengan tari penyambutan dan pengalungan bunga.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tanjab Barat Drs. H. Amir Sakib menerima kedatangan Tim bersama Anggota Komisi IX DPR RI, H. Handayani, SKM, MPH di Gedung Balai Pertemuan Kantor Bupati, Jum’at (07/09/18).

BACA JUGA : Wabup Tanjab Barat Terima Kunker Anggota Komisi IX DPR RI dan Tim Penilai Asuhan Mandiri Pemanfaatan Toga dan Akupresur

Saat menyampaikan sambutan Wabup H. Amir Sakib menyapaikan apresiasi kepada rombongan Tim Penilai Nasional dan Anggota Komisi IX DPR RI berkesempatan mengunjungi Desa Sungai Gebar Barat.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami Pemkab Tanjab Barat dan masyarakat Desa Sungai Gebar Barat,” kata Wabup.

Selanjutnya Wabup juga mengatakan bahwa di Kabupaten Tanjab Barat sebelum adanya lomba lomba Toga, masyarakat sudah ada tanaman obat tradisional keluarga di rumah masing-masing.

Wabup menyampaikan saat ini ada 262 kelompok TOGA di Tanjung Jabung Barat yang tersebar di 13 Kecamatan dan di Desa Sungai Gebar Barat ada 9 kelompok dengan jumlah kelompok binaan sebanyak 18 kekuarga.

“Jadi, intinya masyarakat di sini sudah kebiasaan menanam obat untuk kesehatan di lingkungannya, hanya saja pembinaan oleh pemerintah belum optimal, sehingga pemanfaatannya untuk obat atau kesehatan belum optimal,” jelasnya.

Selama ini, selain dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional Jamu. Tanaman TOGA ini digunakan oleh masyarakat sebagai bahan produksi makanan seperti enting jahe, sirup rosela, kristal jahe dan dodol lidah buaya.

“Maka dengan adanya penilaian ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan menjaga keberlangsungan budaya akan pentingnya kesehatan keluarga,” harap Wabup Amir Sakib.

BACA JUGA : Wabup, Penilaian Lomba Pemanfaatan Toga Harus Membawa Dampak Berkelanjutan

Dalam penilaian ini Tim Penilai bersama Wabup H. Amir Sakib menjajal jamu buatan dari TOGA oleh warga setempat serta peninjauan tanaman TOGA.

Turut hadir dalam acara penyambutan ini Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Andi Pada, M.Kes dan Jajaran, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjab Barat Hj. Djunasih Amir Sakib, Camat Kuala Betara, Kades Sungai Gebar Barat serta Perwakilan Pembina Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga.

Editor : Tim Redaksi

Print Friendly, PDF & Email